1.Harapan itu ada

97 13 2
                                        

Perjalanan itu di mulai , ketika secangkir kopi menemani malamku.
Gemertak suara hujan , bagai letupan  air yang mulai mendidih,
Sosok lelaki tampan, berjalan kesana kemari seolah ada yang membuatnya bimbang, langkah demi langkahnya mulai mendekatiku, senyumnya tatkala itu memecahkan keheningan.
Setelah dia duduk dibangku depanku, dia memulai perbincanganya..

"Sekolah dimana?"

"Di sma sekitar daerah ini"

"Belum pernah lihat sebelumnya?"

"Belum!"

Dia tersenyum dan memesan secangkir kopi , aku pun beranjak ingin pergi, karena kopi hitamku telah habis.
Dia mencegahku.

"Duduklah sejenak di sini , mungkin kita bisa menjadi teman yang baik?"

"Aku harus pulang , ini sudah larut malam, wanita sepertiku harus ada di rumah sebelum pukul 09.00"

"Kalau begitu saya antar!"

"Tidak perlu saya sudah membawa kendaraan!"

Dia lalu mengangguk dan melambaikan tanganya, aku sedikit bingung, tak mengerti harus melakukan apa..
Tiba-tiba dia memanggilku..

"Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?"

"08211xxxxxx"

"Apakah kau langsung menjawabku , jika aku menghubungimu?"
Tak ku hiraukan perkataanya segera ku langkahkan kaki untuk pergi.
.

Sesampainya di Rumah.
    Tak ada suara ketika ku ucapkan salam,tetapi ketika aku membuka pintu kamarku,sikap dingin mama mulai menghantuiku.

"Darimana?"

"Warung sebelah"

"Pantas seorang wanita pulang selarut ini, tolong pikirkan masa depanmu"

   Aku terdiam seribu bahasa, aku tak tahu harus apa , pikiranku kacau terombang ambing tak tahu arah, andai mama tau  aku melakukan ini karena nya , karena dia , sosok laki-laki yang aku cintai sedang asik berdua dengan wanita selingkuhanya , di depanku di depan mataku.
   
   Jika mengingat tentangnya raga ini seakan mau lepas ingin rasanya segera pergi meninggalkan dunia,

   Kulihat langit mulai mendung,ada suara ketukan pintu dari luar, bergegas aku membukanya, aku terkejut bukan main, dia adalah laki-laki yang tak sengaja kutemui di warung kopi perempatan jalan , sejenak aku tertegun sebelum dia menyapaku.

"Hoe.."

"Kamu bisa sampai sini?"

"Ketika kamu berjalan pulang , aku mengikutimu, lalu kamu berbelok dan rumahku searah denganmu , ternyata aku melihat mu masuk ke dalam rumah ini ."

"Duduklah kita berbicara di luar saja , tak enak dipandang tetanggaku"

Lalu dia bercerita tentang kehidupanya,ceritanya begitu menyedihkan hinggaku terhanyut dalam cerita, tiba" dia memegang jemariku.

" siapa namamu? "

" Eca"

"Nama yang bagus, aku Richard , Richard Saraguson , ternyata rumah kita bersebelahan, boleh kan lain waktu aku mampir kemari?"

"Silahkan selama tidak mengganggu waktuku."

"Kamu begitu dingin , aku harus pulang , sampai bertemu esok."

  Yap , aku Eca,Eca Safitri seorang Putri yang hanya dibesarkan oleh kasih sayang seorang mama, mama yang merawatku dari aku bayi hingga sebesar ini, umurku 17 bulan Agustus tahun depan, hingga saat ini aku belum pernah bertemu dengan ayahku, beliau pergi bersama istri barunya, mungkin tak mengingatku lagi..

 Goresan LukaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang