Hening! Jam sudah menunjukkan pukul 1.00 dini hari saat Kyuhyun menginjakkan kaki dikediamannya.
'Mereka pasti sedang tertidur lelap.'
Walau tampak lelah, tak mengurangi senyuman yang sejak tadi mengembang. Setelah menghabiskan seminggu lamanya di negara kincir angin _Belanda_ untuk perjalanan bisnis tepat jam 12 malam tadi ia tiba di bandara Incheon. Bahkan ia mengabaikan tiket hotel yang telah sekretarisnya siapkan untuk penginapannya malam ini hanya karena kerinduannya yang sudah membuncah pada sosok wanita yang telah memberikan kesempurnaan untuknya. Ya, Kyuhyun selalu merasa bersyukur karena itu. Apalagi kehadiran HaJin yang semakin membuatnya lengkap, membuat keluarga kecilnya semakin berwarna.
Kyuhyun melenggang cepat menuju kamarnya dengan menenteng sebuah tas yang diyakini sebagai perbakalan yang ia bawa dari perjalanan bisnis.
Cklek! Empty!! Matanya memutar mencari sosok yang sangat ia rindukan. Empty! Tak ada seorangpun disana. Kyuhyun meletakkan tasnya disamping lemari. Ia berjalan kearah kamar mandi. Empty! Balkon? Jangan gila! Ini sudah masuk musim dingin. Tak mungkin wanitanya berada diluar dengan cuaca seperti ini. Junhee sangat suka salju tapi tidak dengan dinginnya. Tubuhnya menolak itu.
Kyuhyun kembali melenggang menuju pintu lain di kamarnya. Pintu penghubung antara kamarnya dan putranya _Hajin_. Pintunya tidak tertutup rapat. Bisa ia lihat seseorang yang dirindukannya sedang berdiri membelakanginya. Bergerak maju mundur, menimang putra kebanggaannya.
"Belum tidur?"
Junhee terkejut! Terlihat dari gerak tubuhnya yang sedikit tersentak, dan segera berbalik.
"Kapan.."
"Baru saja"
Seolah tau yang akan ditanyakan JunHee, Kyuhyun menjawab sebelum wanitanya menyelesaikannya. Masing-masing berjalan mendekat, mengikis jarak diantara mereka. Kyuhyun memperhatikan anaknya yang sedang menyusu pada Junhee. Memainkan tangan mungil dan pipi cubby yang penuh itu.
"Dokter bilang ini hal biasa untuk seorang anak yang sedang tumbuh"
"Berapa lama?"
"Sudah dua malam ini"
"Kenapa tidak memberitahu Oppa?"
"Aku sudah melakukannya"
Kyuhyun mendengus mendengar jawaban yang biasa, sering ia dengar dari mulut wanitanya yang keras kepala tak ingin membuatnya khawatir. Ya, selalu seperti itu.
Kyuhyun mengusap wajah JunHee dengan kedua tangannya.
"Mianhae tak disisimu saat kau butuh sayang"
"Aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf padaku, Oppa. Dengan kau kembali kesisiku dan Hajin, semua sudah termaafkan"
Kyuhyun tersenyuma menatapnya. Ia mencium kilas JunHee dan Hajin.
"Aku hanya melakukan perjalanan bisnis, bukan sedang berperang sayang"
Kekehan kecil terdengar keluar dari mulut Kyuhyun. Junhee hanya tersenyum menyadari itu. Ini memang berlebihan, karena dia selalu merasa takut untuk kehilangan Cho Kyuhyun. Sosok yang sangat ia cintai. Entah bagaimana dan kenapa, ia juga tak pernah mengerti.
"Setidaknya kau sedang berperang untuk mencukupi kehidupan kami Tuan Cho"
"Hehe ne yeobo. Arra"
"Kalau begitu pergi mandi sana. Aku sudah siapkan air hangat dan makanan di meja makan. Setelah menidurkan Hajin aku akan menyusul"
"Baiklah"
Kyuhyun mengecup kening anak semata wayangnya sebelum pergi untuk mandi. Tak lama dari itu JunHee melepaskan tautannya pada Hajin. Anaknya sudah tidur. Sebentar menimangnya sebelum memutuskan untuk menidurkannya di ranjang kecil berwarna coklat itu.
