Kanker Stadium Cinta

62 4 2
                                        

Disuatu sekolah swasta di Bogor yang bernama SMA Thalita, terdapat banyak siswa yang pintar, disiplin dan juga bermutu. Salah satunya Fahmi, Febri, Farah, Mandala dan Gita. Dua kelompok ini tidak pernah sekalipun akur,  Farah adalah seorang cewek yang tak pernah mau membuat kakaknya Mandala susah karenanya.
Gita, sahabat  Farah yang selalu disamping Farah saat suka maupun duka. Fahmi yang selalu mengejek Farah karena Farah culun. Dan Febri teman Fahmi yang selalu menghina Farah. Sudah lama Farah menyukai Fahmi, tapi Fahmi selalu masa bodoh padahal dalam hati kecilnya, Fahmi juga suka dengan Farah. Tapi karena Fahmi malu dengan Febri temannya, Fahmi gengsi mendekati Farah.
Suatu hari dikelas, terlihat Farah menghampiri Fahmi yang sedang memegang softdrink dan berbicara dengan teman yang lain.
“Fahmi, kamu udah ngerjain tugas belum?” Tanya Farah kepada Fahmi.
Dalam hati Fahmi berkata, “ich, ni cewek culun mau tau urusan orang aja!!”
“Kalau kamu belum ngerjain, aku bisa kok pinjamin buku tugas aku ke kamu” Ucap Farah yang nampaknya tidak diperhatikan sama Fahmi.
“Loe bawel amat sih.. Nih (Menumpahkan softdrink ke buku tugas Farah) Rasain loe” Dengan agak kesal Fahmi menumpahkan minumannya ke buku Farah.
Dan tak sengaja Gita melihat kejadian itu.
“Fahmi (membentak), kamu jadi cowok bisa gak sih ngehargain Farah??”
“Itu kan salah dia, ngapain juga dia ngedeketin kita. Iya gak Feb??” balas Fahmi dengan Cueknya.
“Iya tuh, lagian ngapain sih siculun ini kesini?” ucap Febri
“Kalian itu memang gak punya perasaan. Yuk Farah kita bersihin buku kamu!!” Ajak Gita dengan nada agak sebel sama Febri.
“Udah sana Pergi, Ganggu orang aja” balas Febri

*Skip into
Pulang sekolah, Gita dan Farah pulang jalan kaki. Sedangkan Fahmi dan Febri naik mobil. Terlihat Mandala sedang membujuk adiknya agar mau pulang dengannya, karena sepertinya Farah terlihat agak pucat.
“Farah, Pulang bareng kakak yah!!” Ucap Mandala
“Gak kak, kakak pulang duluan aja. Kalo Farah pulang bareng kakak, nanti Gita sendirian” Farah menolak tawaran kakaknya karena dia masih mempedulikan Gita sahabatnya.
“Kamu kan masih sakit Far, aku nggak apa-apa kok pulang sendiri” bujuk Gita karena dia khawatir dengan Farah yang masih sakit.
“Nggak Gita!!” jawab Farah
“Yaudah kalo gitu kakak pulang duluan yah, kalian hati-hati yah” Ucap Mandala
“Iya kak” mereka berdua pun akhirnya pulang jalan kaki.

Hari-hari berlalu dengan penuh cacian untuk Farah oleh Fahmi. Tapi Farah hanya bisa menghadapinya dengan senyuman walau sebenarnya dia ingin sekali menangis.

@Sekolah
Waktu itu, Farah sedang berjalan menuju kantin dan tidak sengaja dia bertemu dengan Fahmi.
“Woyy temen-temen ada anak culun nih!!” Ejek Fahmi, lalu anak-anak yang ada dikantin pun tertawa lucu.
“Katanya, Farah suka sama si Fahmi. Hahahaha” tambah Febri mengejek Farah.
Teman-teman pun ikut menertawakan Farah, tapi Farah hanya membalasnya dengan senyuman. Dan tidak lama kemudian, Gita melihat Farah mimisan.
“Yaampun Farah, kamu kenapa??” Tanya Gita khawatir.
“e..enggak apa apa.. gak apa-apa kok Git!!” ucap Farah sambil membersihkan hidungnya.
“aku antar kamu pulang yah!!” ucap Gita
“Nggak usah Sa Makasih yah, kamu memang sahabat yang paling baik” balas Farah.

@Pulang Sekolah
“Yakin kamu enggak mau pulang bareng kakak??” Tanya Mandala kepada Farah
“Kak, aku tuh masih kuat untuk jalan (tiba-tiba Farah mimisan lagi)”
“Farah, hidung kamu!!” Tanya Mandala khawatir.
“Kakak jangan khawatir, ini bisa dibersihin kok” balas Farah.
Baru selangkah Farah berjalan, tiba-tiba dia pingsan.
“Duh kak Rafa, ayo cepet bawa Farah kedalam mobil” Desak Gita
“Tapi Git, Mobil siapa?” Mandala bingung
“kebetulan hari ini aku bawa mobil, Yaudah yuk kak” ucap Gita.
Dijalan ternyata Farah sadar, dan Farah merasa bersalah karena dia telah membuat kakak dan sahabatnya panik.
“Syukurlah kamu sudah sadar Far, kita ke rumah sakit yah!!” ajak Mandala pada Farah.
“Enggak usah kak, kita pulang kerumah aja!!” balas Farah.
Sesampai dirumah, Gita pamit untuk pulang. Dan sorenya Mandala pun berhasil membujuk Farah dan segera membawa Farah untuk diperiksa ke Rumah Sakit.
“Bagaimana keadaan adik saya dok??” Tanya Mandala kepada Dokter
“Maaf dek, sebaiknya penyakit ini diketahui oleh orang tua kalian dulu!!” ucap dokter.
“Dok, Orang tua saya lagi di Sumsel. Emang apa penyakitnya dok??” Mandala semakin penasaran.
“Adik kamu mengidap penyakit. KANKER DARAH STADIUM AKHIR” Dokter hanya bisa berbicara apa adanya.
“Apaa??” Mandala pun luluh
“Kalian yang sabar yah, akhir hidup Farah tidak menentu”. Ucap dokter
“Gak mungkin, ini pasti salah dok” Mandala membantah
“Kita hanya bisa berdo’a untuk kesembuhan Farah, semoga saja ada keajaiban dari Tuhan” Semangat Dokter
“Makasih dok, kami pulang dulu” Ucap Mandala
Mendengar hal itu, Farah hanya bisa menangis. Ternyata Gita membuntuti Mandala dan Farah, melihat Farah menangis. Gita pun kembali ke Rumah Sakit untuk menanyakan keadaan Farah.
“Maaf dok, orang yang baru kesini tadi kena penyakit apa yah??” Tanya Gita penasaran.
“Adek siapa yah??” Tanya dokter lagi.
“Saya sahabatnya dok” ucap Gita
“Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa yah. Dia menderita penyakit kanker darah stadium akhir, dan waktu hidupnya tidak banyak lagi” Dokter memberitahu.
“Apaa??” mata Gita berlinang-linang membendung air mata, lalu Gita langsung kerumah Farah.

@Rumah Farah
“Farah..(menangis dan langsung memeluk Farah) yang sabar yah Far, aku janji nggak akan ninggalin kamu selamanya” Ucap Gita sambil menangis.
“Kamu udah tau penyakitnya Farah yah??” Tanya Mandala
“Iya kak!!” jawab Gita.
“Gita, jangan kasih tau siapa-siapa yah. Cuman kita bertiga aja yang tau!!” Ucap Farah
“Iya Far” balas Gita

Keesokan harinya di Sekolah “Hy Gita!!” Sapa Farah.
“Oh. Hy Far udah baikan??” Tanya Gita
“Syukurlah udah baikan, Oh yah Git, aku semalem buat undangan Ultah loh!!” Ucap Farah
“Oh iya yah, besok kan kamu ultah. Kamu mau hadiah apa??” Tanya Gita
“Nggak usah Git, kehadiran kamu disamping aku aja udah jadi kado yang besar buat aku” Balas Farah.
“Makasih. Emm tunggu besok aja deh!!” ucap Farah.
“Iya, aku tuh pengen banget niup lilin besok sama Fahmi. Tapi yah mana mungkin Fahmi mau deketin cewek culun kayak aku” Farah berharap
“iihh Farah, kamu itu nggak culun, kamu tuh cantik tau?” semangat Gita
“Ah masa sih? Oh yah nanti yang niup lilin kamu juga yah, sebagai tanda persahabatan kita!!” Farah menawari Gita untuk Meniup lilin bersamanya.
“Ok deh, ehh tapi yang motong kue aku aja yah. Nanti aku potong-potong kayak cabe. Hehaheha” Hibur Gita
“Kamu bisa aja Git, eh aku mau bagiin undangan dulu yah. Kamu dikelas aja!!” ucap Farah.
“Iya, tapi kalo kamu udah capek. Biar aku aja yang bagiinnya yah!!” ucap Gita.
“Iya deh” Farah pun keluar kelas untuk membagikan undangan ultahnya, Farah ketempat teman-temannya, tapi temennya gak ada yang mau nerima undangan Farah. Farah sangat sedih, dan akhirnya dia mmeberanikan diri mengajak Fahmi.
“Fahmi. Ini!!” Farah memberikan undangan kepada Fahmi.
“Caelah. Tuh Mi ada penggemar kamu!!” Jawab Febri dengan nada agak sewot.
“Apaan nih??” Tanya Fahmi
“ini undangan ultah ku besok, dateng yah!!” ajak Farah dengan semanngat.
“Siapa juga yang mau nerima. Hahaha” Fahmi dan teman-temannya pun menertawakan Farah.
“Fahmi, udah berapa kali aku bilang jangan pernah ngejek sahabatku lagi” Tak sengaja Gita mellihat Farah yang sedang di ejek oleh Temennya Fahmi.
“Alahh Gita, temen culun kayak gini aja dibanggain!!” ucap Febri
“Jaga mulut kamu ya Febri!!” bentak Gita.
Tiba-tiba Farah mimisan lagi.  “Aduh Farah, kamu mimisan lagi, kak Mandala kemana yah??” Gita Panik.
“Enggak usah Git !! (Tidak lama kemudian Farah pingsan)”
“Kak Mandala, Cepet kesini!!” Mandala yang melihat kejadian itu langsung membawa Farah ke rumah sakit.
“Woyy Gita, apa hubungan Farah sama Mandala??” Tanya Fahmi
“aduh Fahmi, Mandala itu kakak kandunganya Farah, udah aku mau nyusul kerumah sakit dulu” Gita pun segera menyusul Mandala ke rumah sakit.

Keesokan Harinya jam 6.00 pagi
“Hy Farah, How are you today??” sapa Gita.
“I’m fine Gita” jawab Farah.
Setengah jam kemudian,,
“Kak, jangan pernah mainin perasaan perempuan yah, dan misalnya aku udah nggak ada. Gita yang akan gantiin posisi aku dihati semua orang yang menyayangi aku. Itu harapan aku di hari ulang tahun ku ini!!” Ucap Farah
“Kok kamu ngomong kayak gitu Far??” Tanya Gita
Tepat pukul 6.30 Farah meninggalkan orang-orang yang disayanginya, dan dijam itulah tepatnya Farah dilahirkan. Dan jam 7, Mandala dan Gita merayakan ultah Farah dikelas Farah sambil membawakan kue ultah, hampir semua teman sekolah melihat, ternyata Fahmi juga melihat mereka.
“Woyy culunnya Ultah yah?? Mana orangnya??” Ejek Fahmi.
“Eh Fahmi, Farah udah gak ada. Selama ini dia menderita kanker stadium akhir, masih ingin ngejek dia yah?? Puas kamu Fahmi..Puasss??” Ucap Gita Sambil Menangis.
Mendengar hal itu mata Fahmi Berkaca-kaca.
“Mandala, ini cuman becanda kan??” Tanya Fahmi seolah tidak percaya dengan semua ini
“Ini bukan sinetron Fahmi, ini kenyataan. Dan impian Farah adalah niup lilin bareng kamu. Apa kamu sudi??” Tanya Gita
Lalu Fahmi memandangi lilin itu. “Farah, maafin aku yah. Aku memang banyak salah dan gak pantes buat kamu, dan kamu ingin kita niup lilin ini bareng-bareng kan?  Tapi aku duluan yah yang niupnya!!” Fahmi lalu berdo’a untuk Farah, dan dia meniup lilin itu bersamaan dengan Mandala dan Gita.
Tiga hari kemudian, Mandala bicara kepada Fahmi bahwa Farah berpesan apabila Farah meninggal, Gita lah yang menggantikan Farah di hati semua orang yang disayanginya terutama Fahmi.
Pulang sekolah Fahmi mengajak Gita ke taman. Disitulah Fahmi mengungkapkan isi hatinya untuk Farah melalui Gita.
“Kalo itu kemauan Farah, aku siap buat gantiin dia demi Farah SAHABATKU”
Akhirnya Fahmi dan Gita pun Jadian, dan Fahmi berjanji tidak akan memandang rendah dan mengejek orang lagi.

***
(The End)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 24, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kanker Stadium CintaWhere stories live. Discover now