Baik akan aku ceritakan, cerita ini berawal dari ketika aku duduk di bangku TK Besar, perkenalkan namaku Adrian. Awalnya aku hanya terlihat biasa saja di depan teman-teman selama ini, namun kenyataannya aku merasa kesepian. Ketika aku TK, aku memiliki sahabat sebut saja Denny, ia slalu bersamaku dan aku slalu bersamanya ketika kita berpergian bahkan bermain.
"Denny.... Denny" panggilku ketika aku berada didepan rumahnya bergegas menuju ke sekolah
"Ya sebentar lagi pakai sepatu" teriaknya
"CEPAT SEDIKIT..!"
Taklama kemudian ia keluar
"Ayo, cepat berangkat..." ajaknya dengan lari
"Ah... Kamu ini, jangan lari kencang-kencang. Mentang-mentang aku gendut kamu bisa berlari dengan cepat" sebalku
"Oke, cepatlah" larinya mulai melambat
"Hosh...hosh...hosh aku tak kuat, tunggu aku" aku yang mulai kelelahan memilih berjalan kaki
"Itu tinggal berapa jarak lagi, mau sampai, BURUAN..!!" bentaknya
"Iyaiya sabar!"
Akhirnya sudah sampai juga di sekolah, kami masuk kekelas dan belum dimulai.
Waktu pulang pun telah tiba, Aku, Denny dan satu temanku lagi yang bernama Wahyu pun bermain di tempat bermain sekolah seperti biasa sebelum pulang kami selalu bermain. Aku melihat sebuah becak diparkirkan di pinggir sekolah
"Eh liat itu ada becak, coba kesana yuk" ajakku kepada mereka berdua
"Iya, ayo coba"
"Coba kalian duduk sebagai penumpang, aku yang dibelakang sebagai supirnya" pintaku
"Baiklah"
Kami bertiga pun bermain becak, tapi tanpa sengaja aku membelokkan becak itu dan masuk selokan, kami bertiga pun kebingungan.
"SIAPA YANG MAIN BECAKKU!!" bentak bapak-bapak yang memiliki becak itu
"KENAPA PADA DIAM!! AYO JAWAB!"
Akhirnya kami bertiga pun menangis, dan aku pun yang mengakuinya. Aku langsung lari kerumah sambil menangis, dan bapak-bapak itu tadi mengikuti dari belakang.
"Pak, anaknya bapak nakal sekali, dia bersama teman-temanya bermain becakku sampai rusak, bagaimana ini?" jelasnya
"Baiklah pak, saya akan ganti rugi, berapa kerugiannya?" tanya kakekku
"Sekitar 50rb pak" terangnya sambil melihat kondisi becaknya
"Ini pak, maaf pak kalau cucu saya membuat onar, maklum masih anak-anak" jelas kakekku
"Baik pak, saya maafkan. Tapi lainkali tolong awasi cucu bapak"
Setelah itu ,bapak yang mempunyai becak pergi. Aku pun di marah-marahi kakekku dan dihajar habis-habisan.
Keesokan harinya
"Adrian......" panggil Denny
"Iya sebentar..." sambil memakai sepatu
"Ayo cepat!!" tak sabar
"Okeoke" aku pun juga bergegas cepat karena waktu sudah hampir jam 7
Kami berdua lari menuju ke sekolah dengan perasaan cemas, pada akhirnya kami berdua pun dihukum dan di mintai guru untuk berdiri didepan sambil mengangkat satu kaki dan kedua tangan kami memegang telinga.
"Kamu terlalu lama tadi, jadinya begini kan..!!" dengan nada marah
"Kamu juga yang terlalu siang menghampirinya!" takmau kalah
"Alahhh...!! Kamu yang lama pakai sepatunya!!" Denny pun seperti menantang
"Kamu ini cerewet sekali, sudah tahu kamu yang salah!!" dengan marah
"Denny...denny...denny...denny!"
"Ian...ian...ian...ian...ian!" teman-temanku yang melihat mereka malah mendukung untuk bertengkar, akhirnya kami pun dipisah oleh guru kami dan dimintai duduk kembali. Sampai bel pulang pun aku dan Denny tak pernah berbicara apapun, bahkan setelah pulang kami berjalan berdua seperti biasa namun tak ada kata apapun yang keluar dari bibir kami, saat sampai pertigaan kami hampir berpisah, ketika itu aku berada didepan Denny , ia yang melihat batu bata yang lumayan besar diambil olehnya dan dilemparkan tepat ke kepalaku.
*TAAAAK....!!!*
"ADUUUUUHH.....!!! HUAAAAAAA....HUAAAAAA...!!!!!" Aku yang tak kuat merasakan sakit langsung menangis ditempat sambil jalan, Denny yang setelah melempar langsung lari tanpa dosa. Ketika hampir sampai rumah aku pun berusaha tuk berhenti menangis dan pulang seperti biasa seolah tak ada kejadian apa-apa.
"Assalamu'alaikum" ucapku
"Wa'alaikumsalam" sahut kakekku
"Lho kamu kenapa menangis?" tanya kakekku
"Tidak ada apa-apa" sambil memegang kepalaku yang terkena batu tadi yang ternyata benjol
"Ada apa dengan kepalamu?!" dengan nada sedikit tinggi
"Tadi hanya terbentur meja di sekolah" tidak bermaksud tuk berbohong karena aku tahu walaupun Denny seperti itu, ia tetaplah temanku
"Yasudah sana makan siang.."
"Baik" langsung bergegas masuk
Aku yang sampai rumah langsung bergegas berganti pakaian langsung tidur berharap rasa sakit ini hilang. Aku masuk kekamar dan tidur, ketika bangun ternyata sudah gelap, aku coba cek jam.
"BADAALAAAA......!!!!!ASTAGANAGA.....!!! KENAPA TAK ADA YANG MEMBANGUNKANKU!!!!" dengan menggerutu dalam hati langsung bergegas mandi menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat maghrib.
Keesokan harinya...
"Yan, maafkan aku tuk kejadian kemarin" ucap Denny
"Sudahlah, itu hanya kemarin. Lagipula aku sudah tak memikirkannya, lupakan saja" ujarku
"Terimakasih yan" dengan mengulurkan tangannya aku pun menyalaminya dengan senyum. Bagiku, disetiap pertemanan dan persahabatan pasti ada permasalahan, tapi bersegeralah meminta maaf atau memaafkannya karena tidak ada yang lebih penting daripada permasalahan tersebut selain pertemananmu
Bersambung......
ππππππππ
YOU ARE READING
Prioritas!
AdventureAdrian and Friend Family Petualangan di luar sana! Bagikan jika menurutmu bagus dan berkomentarlah jika menurutmu masih banyak kekurangan.
