Prolog

27 2 0
                                        

"Rian...., kamu dimana?!!"

Rian tersenyum lebar saat seorang anak perempuan mencarinya. Mereka berdua sedang bermain petak umpet. Saat giliran Rian bersembunyi, anak perempuan itu malah takut. Mungkin menurut anak perempuan itu Rian akan pergi meninggalkannya. Rian masih bersembunyi ditempatnya karena dia masih ingin melihat anak perempuan itu menangis. "Rian...., kamu jahat banget sih. Nanti aku bilang sama Mama kamu." Kata anak perempuan itu. Karena merasa di ancam Rian pun keluar dari persembunyiannya "iya iya aku keluar. Kamu kenapa? Takut ya di tinggalin?" kata Rian sambil cengengesan. Anak perempuan itu tidak menjawab pertanyaan Rian tadi. Dia malah tersenyum.

"Ditanya malah senyum-senyum"

"Hahaha, yes. Aku nemuin kamu. Sekarang kamu yang jaga"

"Lah, kok aku. kan tadi kamu sendiri yang minta aku keluar."

"Mmm.. hehe. Iya-ya? Tapi gak apa-apa deh. Sekarang kamu yang jaga."

"Iya-iya"

Rian sempat bingung kenapa dia mau-mau aja di suruh sama Tata. Padahal dia tadi kan tidak kalah. Mmm ya udah deh daripada sibuk nyari tuh cewek mendingan Rian pulang aja. Rian pulang meninggalkan tata.

Tata sangat lelah menunggu Rian menemukan dia. Sampai-sampai Tata tertidur. Lalu, Tata keluar dari persembunyiannya. Saat Tata melihat di sekelilingnya dia tidak melihat siapapun. Tata merasa sangat kesal "Kenapa Rian ninggalin aku, awas aja kalo ketemu" Tata pun pulang kerumah karena hari sudah semakin sore. Saat sampai di rumah Tata melihat Rian sedang asik bermain dengan bolanya "awas aja kalo ketemu disekolah besok" gumam tata. "Tata.." panggil Rian tapi tata tidak memperdulikannya. Tata langsung masuk ke dalam rumahnya.

Rian masih berpikir karena hal apa membuat Tata tadi tidak menjawab panggilannya. Apa karena tadi Rian meninggalkan tata sendiran dilapangan tadi ya. Mmm ya sudah lah kalau emang itu alasannya besok Rian akan meminta maaf dengan tata. Rian tidak ingin jika dia bermusuhan dengan tata walau sehari saja.

***

"Tata.." panggil Rian tapi tata tidak menggubris dia malah berjalan lebih cepat. Rian langsung berlari menuju tata. "Ta, maafin aku ya kemaren aku ninggalin kamu. Hehe" tata menghela nafasnya panjang, "Kenapa kamu ninggalin aku kemaren, aku sampai ketiduran nungguin kamu." Kata tata marah

"Y..ya maaf Ta"

"Gak mau, Tata gak mau maafin Rian. Rian jahat"

"Bener nih tata gak mau maafin Rian?" tata mengangguk , "Padahal tadi Rian mau beli es krim." goda Rian supaya tata mau maafin dia.

"Eh.. ya udah deh tata maafin, tapi janji ya gak bakal tinggalin tata lagi."

"Iya janji."

****

"Ta, kerumah aku yuk." ajak Rian

"Males ah, paling Cuma mau ngajak maen ular tangga mendingan tata maen sama Barbie. "Jawab tata. "Mama aku buat kue, kamu mau gak?" kata Rian mencoba memancing Tata supaya mau kerumahnya. "KUE.... Tata mau dong. Hehe, kenapa gak bilang. Ayo..." tata menarik tangan Rian tanpa persetujuan Rian.

"Assalamu'alaikum tante Erni. Tata boleh masuk gak?" merasa tidak ada yang menyahut tata langsung masuk ke dalam rumah tangan tata masih memegang Rian. "Tata...., kok Rian di Tarik kek gitu? Rian ada salah ya?" Tanya tante erni Mama Rian.

"Gak kok tante, tadi Rian ngajak tata ke sini katanya tante buat kue. Jadi, tata langsung narik tangan Rian takut nanti dia bo'ong" jelas tata. Mama Rian pun mengerti, dia tau kalau tata memang suka makan kue. Mama Rian mengajak tata dan Rian ke meja makan untuk mencicipi kue buatannya.

"Kuenya enak banget tan" kata tata memuji kue Mama Rian sambil mengambil potongan kue yang lain. "Makasih ya sayang, kok Rian diem aja sih?" tante Erni melihat putranya yang dari tadi diam. "Eh.. gak apa-apa kok ma, Rian Cuma... gitu deh" kata Rian sambil melirik tata. Tata masih asyik dengan kuenya sampai-sampai dia tertidur di meja makan. Tante Erni menggendong Tata ke kamar Rian. Tanpa di sadari putranya juga sudah tertidur pulas di sepan tv. Tadi Rian permisi ingin menonton tv, dan meninggalkan Mamanya dan tata di meja makan.

Tante erni sangat menginginkan anak perempuan, tapi sayang suaminya telah dipanggil lebih dulu. Saat itu umur Rian masih dua tahun. Papa Rian maninggal saat pesawat yang ditumpanginya terjatuh. Mengingat hal itu membuat tante erni merasa sesak. Tante reni langsung menghubungi Edi ayahnya Tata agar tidak terlalu khawatir karena tata ada di rumahnya.

KENANGAN SENJAStories to obsess over. Discover now