"Zahraa!! Ayo bangun!! jam berapa ini!!". Suara yang tak asing lagi dariku. Ya, suara tanteku, suara yang seakan membuat mimpiku terpecah.
Aku bangun dan menuju ruang makan. "tee.. lauknya apa hari ini!! meja makan kosong nih" teriakku. Tanteku hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya. Ia mungkin tidak menyangka kalau sikapku seperti ini. "mandi dulu sana!! makan aja yang kamu tau!!". Setelah mandi dan makan, aku segera berangkat ke sekolah. Astaga!! jam 07.00!! bukannya.. berangkat... aaaa!!!
aku telat tee!!!
aku panik dan segera berlari menuju sekolah. Tiba tiba bruk!!. Aku tak sengaja menabrak Sarah. "Kenapa terburu buru ra? bukannya hari ini masuk jam setengah 8, tenang aja". Aku terdiam menatap Sarah. "usahaku sia sia.." teriakku sambil bernyanyi.
Sesampai dikelas, aku menaruh tasku di kursi. "hai Zahra!!, tumben berangkat pagi"
"cuma kebetulan kok bel" jawabku lembut
Bella adalah temanku dari kelas sebelah. Hanya dia yang membuatku tersiksa karena ia selalu menceritakan kisah cintanya kepadaku.
"kemarin aku ketemu dia loh"
"mulai lagi deh" lirihku sambil pergi meninggalkannya.
"eh, kok gitu, ke.." tak sempat melanjutkan ceritanya, aku sudah menutup mulutnya.
"diam dong, aku capek nih"
Lalu, Bella pergi meninggalkanku. "oke, nanti ya"
"yaa"
teet teet teet
Bella datang dengan perasaan gembira, ia menceritakan semuanya kepadaku. Aku hanya bisa mendengarkannya. Dan aku tak ingin Bella semakin berisik ditelingaku
YOU ARE READING
Limit
Teen FictionZahra Nabila Firdausi... seorang gadis asal Inggris yang pindah ke Indonesia karena dijauhi teman temannya. Kehidupannya berbeda setelah ia mengenal Sarah, teman terbaiknya."menyukai orang yang sama bukan akhir dari persahabatan kita". lirih Sarah s...
