Chapter 1: Rumah~

8 2 0
                                        

Azifa Rommy Canaroff~

Matahari yang sudah terbit 1/4 dari seluruhnya telah membuat kamar gue seperti luar angkasa.

Matahari paruh baya itu telah menyorotkan cahayanya kedalam kamar gue dan menyentuh hiasan kamar gue, dan memantulkannya lagi kedalam mimpi gue yang menitah agar Cepat tinggalkan singgahanmu sekarang.

Gue terbangun.

Disaat gue melihat jam ternyata jam 05.40!

Gue bakalan telat. Benar benar telatttt!!

Gue beranjak untuk melihat alarm hp gue.

Kenapa pas jam 04.20 alarm gue gak berbunyi? Nyatanya on.

Tapi kenapa gue ga ngedenger? Sekebluk itukah gue?

Atau mimpi gue terlalu indah untuk ditinggalkan? Hhhhhhhh...Sudahlahh!

Gue selesai bersiap.

Pas aja gue keluar dari kamar bunda bilang

"Zee berangkat naik angkot ajaya"

Lahh koo bunda malah nyuruh gue naik angkot sihh?

"Emangnya kenapa bun? Motor dipinjem? Kempes? Atau bannya bocor? Atau gimana sihh bun?"

Bunda dengan sedihnya berkata

"Bukan. Ayah sakit, jadi gabisa antar kamu dulu". Jleb gue kagett!

"Engga ahh bun, aku takut".

"Terserah sihh kalau kamu gamau sekolah mahh. Tapi uang jajan sama makan seminggu hangus." Aelahh bunda jahat amatt.

"Iyadehh iya aku naik angkot. Asalkan ada tambahan."

Okelah gue pasrah. Bunda ngasih uang tambahan buat gue tapiii....

"Lohh bun, koo cuma 2000?".

"Mau syukur, engga juga gapapa."

Pasti kalimat itulah yang bakalan keluar dari mulut bunda kalau aja gue komenin apa yang dikasih bunda ke gue.

Tapi gapalah syukur-syukur dapet dari pada gak sama sekali.

****

Pendek amat yak..
Da akumah masih diajar.

Jadi kalau ada typo ataupun ganyambung.

Maaf yaaa....

 

*Tinggalkan jejak*

Why Should You?Where stories live. Discover now