what if we runaway

150 29 24
                                        

satu-persatu teman keira pulang, menyisakan dirinya dan michael yang terlelap di sofa panjang di blue cafe. padahal, jam baru menunjukkan pukul 9, namun semua temannya sudah pulang. hal ini membuat keira sebal.

dia butuh pengalihan dan satu-satunya pengalihan yang ia miliki adalah teman-teman satu genk-nya.

namun, apadaya? keira juga tidak bisa menyalahkan ibu mereka yang membrondong mereka dengan telfon dan sms agar segera pulang karena besok senin di sekolah mereka ada uas--ujian akhir semester.

keira sendiri tidak punya sosok ibu yang akan membrondongnya dengan sms dan telfon agar segera pulang mengingat senin uas. alhasil, dia masih berada di blue cafe, bersama dengan michael.

ah ibu. mama. nyokap. mami. ookasan.

keira jadi mendadak sedih mengingat kejadian tadi siang, yang membuat jantung keira hampir berhenti berdetak.

"hmm," michael mengulat. membuat keira yang daritadi asyik buka-tutup instagram menoleh.

michael mengerjapkan matanya, kemudian meregangkan otot-ototnya, tidur dengan posisi setengah duduk memang membuat badan jadi pegal-pegal. "gue ada dimana nih?" tanya michael macem orang amnesia.

"blue cafe, mike," jawab keira pelan.

"oh," ucap michael sambil masih menguap. ia melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "kok masih jam 9 sih?" gerutu michael, terlihat kesal entah dengan siapa.

"emang kenapa?" tanya keira.

"enggak, gue kira udah jam sebelas atau berapa kek gitu. gue lagi males di rumah."

"lah kocak, kenapa emang di rumah?" tanya keira sambil memasukkan hpnya ke kantong celana jeans birunya--kali ini ingin benar-benar fokus mengobrol dengan michael.

"males, bonyok lagi gak di rumah. sepi banget."

"sama dong," keira terkekeh pelan. "eh tapi bukannya nyokap lo gak kerja?"

"iya, tapi dia lagi ngurusin nikahannya sepupu gue. doi pulang tengah malem. sibuk banget. masa' sampe gue gak dimasakin, suruh makan di luar katanya."

dari cara bicara michael, keira seperti melihat the other side of michael. michael yang baik ternyata bisa bersungut-sungut juga. mereka memang satu genk, tapi keira enggak akrab-akrab banget sama michael. "kasihan," ejek keira sambil masih tertawa.

"ngejek mulu, gue pulang nih?" tantang michael sambil meraih jaket hitamnya.

"eh jangan," cegah keira terlalu cepat. hal itu membuat michael menatap keira dengan pandangan bertanya. "cupu banget sih, masa cowok pulang jam 9 gini," lanjut keira ketus, menutupi kegrogian-nya, yang mendadak muncul karena cowok di sebelahnya ini.

"lah, si luke, calum sama ashton juga udah pada pulang. daritadi malah," jawab michael merasa tidak terima diejek 'cupu', sehingga membawa teman-temannya.

"kata siapa? lo kan dari tadi tidur, orang mereka pulang baru aja."

"nah, itu juga. kalo pulang baru aja kenapa nggak lo cegat juga?"

"ah!" erang keira sambil melemparkan tasnya ke arah meja. kemudian mengambil hpnya dari saku, "kalo mau pulang, pulang aja sono."

michael yang tadinya hanya bermaksud menggoda cewek di sebelahnya ino, sontak kaget dengan respon yang diberikan keira. pasalnya, walaupun jarang ngobrol dengan keira. michael tau pasti kalo cewek ini lebih suka debat daripada dianggap kalah karena diam. pasti ada sesuatu.

"lo kenapa? baperan amat."

satu pertanyaan dari michael sanggup meruntuhkan pertahanan diri keira. menghantam diri cewek itu, pertanyaan itu ngena banget, mengingat hanya michael yang menyadari keanehan sikapnya malam ini.

dengan suara serak karena menahan air mata yang sampai di tenggorokan, keira menjawab, "nyokap."

satu kata saja, hanya satu kata yang terlontar dari mulut keira. nyokap? ada apa dengan nyokapnya keira? michael mendadak sadar kalau dia tidak mengenal keira sedalam itu.

"cerita gih," ucap michael dengan nada bersimpati.

namun, yang michael dapat bukan jawaban ataupun cerita panjang yang teurai dari mulut keira. kerlingan jahil lah yang menjawabnya, dilanjutkan dengan, "temenin gue dulu yuk? ntar gue ceritain."

temenin ngapain hayo😌

what if • clifford [discontinued]Stories to obsess over. Discover now