Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Jejak pertama

17 2 0
                                        

ORIENTASI day 1

"Caaaa bangun caaa, sudah pagi hari ini hari pertama kamu masuk sekolah ca"
Suara itu terdengar bersama suara ketukan pintu yang keras sebanyak tiga kali. Tesha baru membuka matanya setelah ketukan keempat dan alarm yang berbunyi bersamaan.

"Iya, maa caca udah bangun" suara serak khas orang bangun tidur. Sambil mematikan alarm tesha berjalan juga ke kamar mandi.

Setelah selesai dengan kamar mandi. Tesha bersiap-siap dengan seragam sekolahnya.
"Ya tuhan sekolah baru, teman baru, semuanya baru, siapkanlah mental hambamu ini" doa singkat dipagi hari atau lebih tepatnya mantra penyemangat dipagi hari. Setelah menyiapkan segala yang diperlukan tesha turun kebawah untuk makan sarapan bersama dengan keluarganya.

"Ca, kamu maunya hari ini diantar atau berangkat sendiri? Barang-barang buat mosnya sudah? Jangan sampe ada yang ketinggalan ca, ini hari pertama kamu masuk sekolah" titah mama tesha panjang lebar saat anaknya baru saja duduk di sampingnya.
"Iya ma, caca diater aja ya ma, dianter papa aja ya ma" tesha adalah anak yang sopan dan baik nada bicaranya tidak pernah lebih tinggi dari mamanya.
"Ca bareng kakak aja, sekolahnyakan sama ca"
"Ngga mau nanti kalo caca bareng kakak yang ada nanti orientasinya caca dibedain sama kakak osisnya"
"Lah apa hubungannya sama kakak ca, kakak juga bukan anak osis"
"Kakak bukan osis tapi, fansnya kakak kan banyak yang dari osis" telak kakak caca diam tanpa menyahut walau sempat nyengir kuda yang menurut tesha sangat memuakkan.

Mikhael Angelo kakak lelaki tesha, terkenal sama baiknya dengan tesha. Tesha sudah hafal bagaimana kakaknya saat disekolah karna sejak kecil mereka selalu ditaruh disekolah yang sama. Jarak usia mereka dua tahun tapi tetap tesha jauh lebih dewasa dari kakaknya itu. Kenapa tesha bilang kalo fans kakaknya itu banyak? Karna kakak termasuk golongan manusia yang tampan,menurut publik tapi membosankan menurut tesha.

"Pa, ayo pa berangkat udah mepet jamnya".
"Iya sayang ayo" jawab papanya santai. Dengan tergesah tesha menjabat tangan mamanya dan kakaknya.
"Kak, ma, tesha berangkat ya". Setelah itu dia berlari menghapiri papanya yang siap mengantar tuan putri kecilnya itu.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

SMA ADVENT
Tulisan dipapan besar itu membuat tesha sedikit gugup. Bagaimana nasibnya hari ini, berbagai pikiran buruk dan pikiran tentang masa orientasinya di smp dulu terulang dikepalanya.
"Ca, nanti pulangnya sama kakak ya, papa ngga bisa jemput caca soalnya" kata-kata papanya membuyarkan lamunan tesha yang buruk, syukurlah lamunan buruk itu hancur.
"Iya pa, kalo gitu caca turun ya pa, god bless" tesha turun dari mobilnya tapi tidak lupa salam dengan papanya.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.
"Ngapain gua itung sih langkahnya, segitu gugupnya gua" tesha mengumpat dalam hati.
Tiba-tiba *bruuk
Tesha jatuh terduduk dilantai karna menabrak pilar sekolah yang berdiri didepanya. Untung sekali ternyata sekolah masih sepi belom rame-rame banget.

"Aaaa ya tuhan sakit banget kepala gua, pantat gua juga. Gila sial banget gua"
"Kamu nggapapa? Bisa berdiri ngga?" Suara manis dari seorang gadis yang tampaknya juga murid baru didisini karna dia membawa peralatan sama seperti tesha. Suara dan uluran tangan dari gadis itu membawa tesha kembali ke alam sadarnya

"Makasih ya udah nolongin gua"
"Sama-sama, ohhh iya siapa nama lu? Gua Clarissa Mahendra panggil aja aja rissa" ucap rissa sambil tersenyum anggap saja itu formal bagi orang yang baru bertemu. Tesha membalas senyum rissa sambil memperkrnalkan dirinya juga.
"Oh gua Tesha Almira Izebel, panggil aja caca" panggilan caca itu tesha bolehkan bagi orang yang menurutnya baik dan rissa menurutnya baik.
"Iya caca, lu di kelas mana? Kelas sepuluhkan? Seneng banget pagi-pagi udah dapet temrn baru hehe"
"Gua ada di gugus lima" kata tesha sambul tersenyum, tapi dalam hatinya dia tertawa, masih ada orang yang secerwet ini setelah masuk sma.
"Wah sama yauda ayo kita barengan cari kelasnya" belum sempat tesha menjawab tangannya sudah ditarik oleh rissa
"Eh iya tapi jangan lari"

"Karna kita sama-sama murid baru, kita duduk sebangku ya, anggep aja kita udah temenan lama" ocehan rissa adalah ocehan paling panjang setelah mamanya.
"Iya, ngomong-ngomong kenapa milih masuk sini?"
"Rumah gua deket sini sih, jadi gua milih sekolah sini. Lagi pula gua juga banyak tau disini banyak cogannya. Salah satunya namanya siapa ya gua lupa" rissa memejamkan mata mencoba mengigat satu nama.
"Mikhael anak kelas dua belas jurusan ipa lagi ohh ya tuhan" nama yang disebut oleh rissa itu membuat tesha tertawa terbahak-bahak
"Anjir gila lo sumpah dia ganteng?" Tawanya semakin meledak dan membuat rissa bingung
"Ihh kok lu malah ketawa gtu ngga jelas banget, lagian emang lu kenal dia? Pernah liat mukanya? Anak baru juga"
"Parah lu dia itu kakak gua mangkanya gua ngakak"
"Beneran kakak lu? Sumpah? Gua mau minta kontaknya dia" tawa tesha langsung terhenti mendengar ucapan teman barunya itu, jadi selama ini bukan hanya warga sekolah yang mengagumi kakaknya tapi diluar sekolah juga.
"Gimana mau ngasih ngga? Jangan pelit lah anggep aja ini hmn imbal balik karna gua udah nolongin lu gmna?" Kata rissa dengan sedikit nada memelas
"Jadi ngga ikhlas nolongin gua nih?" Kata tesha menggoda rissa sembari menaikan satu alisnya.
"Ah lu mah gitu usaha nih biar bisa deket sama cogan mumpung bisa dapet kontaknya dari orang yang terpercaya" ucap rissa sedikit jengkel karna ulah tesha yang menggodanya.
"Ok bentar gua ambil hp dulu" saat tesha akan mengambil hp, bel sekolah berbunyi yang berarti mereka harus segera berkumpul di lapangan dan menjalankan upacara pembukaan MOS.
"Yah bel deh nanti aja ya biar ngga telat ke lapangan" sambil nyengir sambil memberi tatapan yang berarti pada rissa.
"Njay nunda lagi gua dapet kontak cogan ya tuhan, yauda ayo kelapangan buru" kata rissa sambil berjalan keluar kelas.
"Ehh ya tungguin gua napa, jahat amat jadi temen lu riss oi"

Saat upacara ngga tau kenapa tiba-tiba tesha merasa pusing dan matanya mulai kabur. Padahal tadi dia sudah sarapan dan minum susu. Ada apa dengan dirinya pagi ini, kenapa dia tidak merasa sehat.
"Ca lu nggapapa?" Tanya rissa sambil memegang pundak tesha.
"Nggapapa riss kayaknya"
"Kuat ngga jangan pingsan ca, ntar lu kesurupan"
"Bawel ah lu"
"Ehmmn, jangan ngomong sendiri pembinanya lagi ngomong" suaranya berat dan tesha yakin itu bukan rissa. Saat tesha menoleh ternyata dia seorang cowok tinggi ya tampan.
"Eh iya kak maaf" balas rissa lalu mereka terdiam.

Satu, dua, tiga tesha jatuh pingsan tapi dia tidak sampai terjatuh
lelaki itu menolongnya
lelaki itu membawanya ke uks
lelaki itu menunggu hingga tesha sadar.

Lelaki itu tertarik pada Tesha

🐝🐝🐝🐝🐝

HAI....  Ini cerita pertama aku. Maaf kalo masih kaku dan ngga nyambung satu sama lain yaaa. Aku harap kalian suka sana ceritanya. Jangan lupa vote ya kalo mau comment juga boleh ini media sosial kok. Maaf ya typo bertebaran

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 17, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Enough Stories to obsess over. Discover now