"Promise?" ; Yuto, Wooseok.

541 37 4
                                        

Cast :
• (y/n) – your/name as you.
• Adachi Yuto as Yuto.
• Jung Wooseok as Wooseok.

ーーーーーー

(BASKETBALL COURT; 2PM)

| 3rd POV |

15 menit berlalu sudah sejak (y/n) keluar dari kelas. (Y/N) yang sudah mengganti baju seragamnya menjadi kaos putih dengan motif bunga mawar merah di tengah, dan sepasang celana training selutut; mengedarkan kepalanya ke seluruh sudut lapangan. Lalu menghela napasnya pelan.

(Y/N) masih menunggu kedua temannya; Yuto dan Wooseok. Awalnya Yuto mengajak mereka untuk bermain basket sepulang sekolah. (Y/N) mau-mau saja karena kebetulan keesokan harinya, kelas (y/n) tidak ada ulangan atau tugas atau semacamnya.

Baru saja (y/n) meneguk air dari botol minumnya, seorang pemuda sebayanya menghampiri.

"(Y/N)!"

Sontak, (y/n) menoleh ke sumber suara, dan menangkap sosok tinggi Wooseok sedang berjalan kearahnya dengan bola basket yang ia dribble.
(Y/N) tersenyum hangat dan balas melambaikan tangannya pada Wooseok.

"Adachi mana? Udah dateng?" Wooseok mendudukkan dirinya disamping (y/n).

Mendengar kalimat yang diucapkan oleh pemuda Jung itu, (y/n) mengangkat tangannya dan menoyor dahi sang adam, "Yuto-kun lebih tua daripada lo, bodoh. Yang sopan dikit."

"Oi!"

Panjang umurlah si Yuto. Baru saja dibicarakan oleh kedua insan yang sedang berbincang-bincang ria tentang Yuto, kini orangnua sudah menampakan ujung hidungnya.

"Yuto-kuuuun!" (Y/N) melambaikan tangannya pada Yuto.

Hanya untuk sekilas info;
(Y/N), Yuto, dan Wooseok sudah bersahabat sejak mereka bertiga kelas 1 SD. Kebetulan juga kedua orang tua mereka bertiga juga saling kenal satu dengan yang lain.

(Y/N) yang notabene memiliki umur paling muda diantara mereka bertiga; membuat Yuto dan Wooseok mendapat tugas untuk menjaga (Y/N), hingga sekarang mereka di kelas 10.

Yuto dan Wooseok sangat menyayangi (Y/N). Begitu juga (y/n). Bukan...–bukan dalam artian 'sayang-lebih-dari-status-sahabat'. Toh, Wooseok sudah jadian dengan Yeoreum. Yuto juga sedang dekat dengan salah satu adik kelasnya—Eunbin. Ditambah lagi (y/n) yang jatuh cinta dengan seniornya, Shinwon.
Sebelumnya, Yuto mengaku bahwa ia pernah mencintai (y/n) tetapi demi kelanjutan persahabatan mereka bertiga, Yuto rela menghilangkan perasaannya itu.

× × ×

"Yuto! Pass!"

"Three-point woy, Seok!"

"Shoot, (y/n)! Shoot!"

"Bolanya mental bodoh WKWKWK."

"Awas bola!"

"Woy bolanya masuk got!"

...Yah, kurang lebih begitulah kalimat yang mereka ucapkan selama bermain basket. Berkali-kali bola milik Wooseok jatuh ke dalam selokan.

Tapi dia ambil lagi, cucinya pakai air minum. Nanti tinggal beli lagi kalau habis, gampang.

ーーーーーーー

"Yut, Seok. Ke SeVel yuk. Laper." (y/n) memegangi perutnya yang berbunyi.

"Yuklah. Bentar gue kontak emak gue dulu," Yuto mengambil ponselnya dan menelepon sang ibu untuk memberitahu ia akan pulang sedikit terlambat.

"Yuklah. Yeoreum juga lagi ada urusan jadi gue bisa kemana-mana dulu."

"Asal ga selingkuh aja lo tuh,"

(Y/N) dan Yuto tertawa bersamaan. Akibat kalimat yang diucapkan Yuto kepada Wooseok.

"Suka suka lo dh, Dachi." Wooseok cemberut sembari menggendong tas berisi bola basket milik Yuto di bahunya. "Yoklah jalan."

× × ×

(Seven Eleven ; 5PM.)

"Ayo suit, yang kalah bayar!" Usul (y/n), mengacungkan jari telunjuknya tinggi-tinggi. Yuto dan Wooseok mengangguk mantap, menyetujui usulan (y/n).

"GAAAAM—"

"...BRENG!"

Hasilnya;

(y/n) — Batu
Wooseok — Gunting
Yuto — Batu

"MAMPUS WOOSEOK WKWKWKW." Yuto tertawa keras. Kedua matanya sudah tidak terlihat.

"AH AMPAS WKWKWK." (Y/N) ikut tertawa melihat muka 'speechless' Wooseok.

"Ya Allah gue kok apes banget ya. Apa salahku... Apa salah ibuku..." Wooseok berpura-pura menjadi dramatis. Yah, ujungnya gagal, sih.

"Bayar ya, Seok." Yuto menyengir, lalu mengambil sebuah cup ramen, satu pringles, dan sebuah minuman dingin.
Sementara (Y/N) mengambil burger, nachos, beserta coca-cola. Kalau dihitung-hitung, harga makanan milik Yuto lebih mahal. Wooseok hanya membeli nachos dan fruit tea demi uangnya yang menurun secara drastis. (Y/N) harus sedikit sabar menghadapi kedua sahabat abstraknya ini.

"Kapan lagi bisa malakin Wooseok. Ihiw." Yuto bersenandung ria saat Wooseok mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan.

Selesai dengan urusan bayar membayar, (Y/N) membantu Wooseok membawa makanan mereka ke salah satu meja kosong untuk menyantap makanan mereka.

(Y/N) sesekali tertawa dan terkikik saat medengar lelucon Wooseok dan Yuto. (y/n) sering berpikir; apa yang akan terjadi jika suatu saat mereka berpisah?

...Ia harap itu tidak akan pernah terjadi.

"Genks, nanti ke taman deket rumah bentar ya. Gue mau tanya sama kalian." (Y/N) melipat kedua lengannya diatas meja. Kedua pemuda di hadapannya hanya mengangguk.

× × ×

(Park ; 6PM)

"(y/n), kenapa?" Wooseok berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya, menunggu jawaban sang hawa yang berdiri di sampingnya.

"Menurut lo pada, kalo kita berpisah, gimana?" (y/n) memainkan kedua jarinya. Maniknya menatap kearah langit yang sudah berubah menjadi jingga.

Yuto yang sedang menyedot minumannya menghentikkan aksinya.
"Hah, maksud lo?"

Sama halnya dengan Wooseok, yang langsung menatap (y/n) dengan khawatir.
"Lo kenapa, (y/n)? Lo ga sakit kan? Ga ada yang mau dioperasi?"

Ya Allah, ini anak kok begini amat.

(Y/N) menjitak kepala Wooseok keras-keras.

"Bego amat sumpah, gue kan nanya bodoh." (y/n) memanyunkan bibirnya.

"Hmm, enggaklah. Sampai kapanpun kita ga bakal misah. Terserah lo pada, kalau mau punya pacar kek mau punya tunangan ke, terserah. Asal.." Yuto menggantung ucapannya.

"...lo pada, jangan ada yang pernah ninggalin ini persahabatan. Gue juga bakal jagain kalian berdua karena gue sayang sama lo pada. Janji?" Yuto selaku yang tertua dari antara mereka bertiga, menyodorkan punggung tangannya di depan tubuh (y/n).

"Janji," Wooseok menaruh tangannya diatas tangan Yuto.

"Gue juga, janji." (y/n) ikut menaruh tangannya di atas tangan mereka berdua. (y/n) begitu senang bisa bertemu dengan kedua manusia abstrak tetapi setia seperti mereka ini.

Tapi...

Serius, ada cewe-cewe seumuran (y/n) yang sedang menatap (y/n) dengan tatapan iri karena dikelilingi oleh cowo tampan dan tinggi seperti Yuto dan Wooseok. Sayang aja dua-duanya bloon. Bodo ah, bloon-bloon juga disayang (y/n)

{ END }

HAI.
Jelek ya? Hehe. Feelnya dapet ga sih? Takut kalo ga dapet bilang ya huhuhu.
ㅠ_ㅠ

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 17, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

# PENTAGON Imagines.Stories to obsess over. Discover now