Didalam hidup ini, ada banyak sekali hal yang penting untung menjadi prioritas utama dan wajib diperjuangkan. Ada pula hal sia-sia yang kerap kali justru melalaikan kita sebagai manusia. Menjadikan kita terlalu nyaman rebahan, sampai lupa ada mimpi yang wajib diperjuangkan, ada orang tua yang perlu dibahagiakan, dan ada ego diri yang harus ditaklukkan.
Untuk mencapai itu semua, kita memerlukan keseriusan. Makanya, Jangan do'i terus yang diseriusin, cita-cita kamu diurusin.
Begitupun dengan pemikiran Sakura. Gadis perkepang dua yang baru saja masuk SMP. Kebetulan hari ini merupakan hari pertama Sakura belajar di sekolah barunya. Matahari masih bergurat merah di ufuk paling timur dari bagian timur bumi ketika ia meletakkan tas miliknya di tempat duduk paling depan di dalam kelas.
Gadis itu Menunggu dengan bertopang dagu, memandangi papan putih dengan perasaan bosan yang tiba-tiba menguasai hati. Bagaimana tidak, setelah hampir 15 menit duduk sendirian di dalam kelas, tidak ada satupun manusia yang masuk ke dalam sana. Sempat terbersit di kepala cantiknya, "apa aku salah hati ya?" Tapi ketika dia mengecek ulang hand phone nya, tanggal dihari itu benar jadwal masuk sekolah.
Setelah lama berkutat dengan argumen di dalam kepalanya, Sakura memutuskan untuk beranjak dan memeriksa keadaan sekolah. Dari depan pintu kelasnya, Sakura dapat melihat satu-persatu siswa masuk dari gerbang utama. Sampai akhirnya lonceng tanda masuk dibunyikan oleh guru piket di pos dekat gerbang.
Detak jarum jam bergulir, pelajaran pertama diisi oleh seorang guru yang ramah nan baik hatinya.
Guru itu menyuruh satu persatu dari semua penghuni kelas memperkenalkan diri.
"seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang"
Hingga akhirnya semua muridnya saling mengenal.
"Ra"
Suara seseorang menghancurkan lamunan Sakura, membuat gadis itu sedikit menghempaskan badanya.
"Sakura kekantin yuk gue laper badai nih!"
Gadis yang memiliki suara serak barusan adalah sahabat Sakura yang pertama di kelas, namanya Rere. Orangnya tinggi, dengan kulit putih, dan gingsul yang mejadi ciri khasnya.
"Iya, sebentar gue beres- beres buku dulu!"
Jawab Sakura.
*"*"*"*"
Selesai membeli makanan, Rere mengajak Sakura pergi.
Namun.......
Tanpa Sakura sadari seorang laki-laki justru merebut pesanan yang telah Sakura pesan.
"Eh, itukan pesanan gue!" Bentak Sakura padanya.
Tapi bukannya berbicara, lelaki itu justru diam seribu bahasa.
"Eh, lu gak usah sok berkuasa ya jadi orang, pakai acara merebut pesanan gue lagi!"
Bentakan Sakura semakin keras, membuat seisi kantin menoleh padanya. Untunglah Rere menghentikan rometan Sakura, dan tanpa aba-aba, Rere menarik pergelangan tangan Sakura lantas mengajaknya pergi dari sana.
YOU ARE READING
Feeling Me
Teen FictionCINTA, kata sederhana yang memiliki arti luas, cinta bisa membawamu dalam kebahagiaan atau pun kekecewaan. Tapi apa itu sebenarnya cinta? Mengapa kebanyakan orang merasakanya? Lalu apa jadinya bila perasaan yang ada didalam hati tidak dapat ia utara...
