"Ayolah Manami! Sekali-kali kita langgar peraturan Ikeda-nii gak papalah." Anak laki-laki bersurai merah menarik bulu yang dibaca anak perempuan bersurai lavender.
"Tapi kan itu gak baik. Kata Ikeda-nii jangan pernah main diluar saat malam hari karena sangat bahaya. Kita bisa kok main diluar besok." Anak perempuan bersurai lavender mengambil buku novelnya dari pegangan anak laki-laki bersurai merah.
"Tapi Manami, aku gak mau tidur." Anak laki-laki bersurai merah mencubit pipi anak perempuan bersurai lavender.
"Kalau kamu gak tidur, aku tidak akan bermain bersamamu besok Karma." Anak perempuan bersurai lavender menonjok pelan lengan anak laki-laki bersurai merah.
Dua anak ini bernama Karma dan Manami. Mereka adalah anak yatim piatu. Orang tua Karma membuangnya karena kejahilannya. Orang tua Manami meninggal akibat kebakaran di laboratorium mereka kerja. Padahal umur mereka baru 6 tahun sudah masuk panti asuhan.
"Bacain dongeng dong." Karma mengambil buku dongeng yang berjudul 'Little Red Ridding Hood'.
"Baiklah." Manami mengambil buku dongeng yang ada di tangan Karma.
"Di sebuah desa, ada seorang gadis yang menggunakan tudung merah yang dibuatkan neneknya. Semua orang memanggilnya Si Tudung Merah. Suatu hari, ibunya menyuruhnya membawakan roti dan susu ke neneknya yang sakit. Rumah nenek berada di tengah hutan, jadi Si Tudung Merah menyusuri hutan. Saat di perjalanan, ia bertemu dengan seekor serigala. 'Apa yang kau lakukan disini gadis kecil?' Tanya serigala itu. 'Aku mau pergi ke rumah nenekku mengantarkan roti dan susu.' Jawab gadis itu meninggalkan serigala itu. Serigala itu pergi ke rumah nenek Si Tudung Merah dan memakannya. Lalu serigala berpura-pura menjadi nenek Si Tudung Merah. Si Tudung Merah sampai ke rumah neneknya dan kebingungan melihat serigala di tempat tidur neneknya. Si Tudung Merah menanyakan tentang fisisk si serigala, tapi pada akhirnya ia kemakan juga. Ada seorang pemburuh melihatnya dan membunuh serigala itu dan menyelamatkan Si Tudung Merah dan neneknya. Dan Si Tudung Merah pulang dengan selamat. The End."
Manami menutup buku dongengnya dan melirik ke Karma. Karma sudah tertidur lelap di ranjangnya. Manami tersenyum melihat temannya yang selalu kekanak-kanak ini.
Setelah kematian orang tua Manami, sifatnya menjadi lebih dewasa. Tapi Karma sifatnya jadi lebih kekanak-kanakan, padahal dulu sifatnya dewasa.
Manami teringat kembali kejadian dulu sebelum sifat Karma menjadi kekanak-kanakan.
Saat ia baru saja masuk ke panti asuhan ini, dia selalu menyendiri dan tidak berbicara ke siapa pun. Manami pernah tidak sengaja melihatnya saat ia menangis dikamarnya sambil memegang foto keluarganya. Manami merasa iba dan bilang padanya bahwa orang tuanya akan bahagia diatas sana. Tapi itu kesalahan besar, Karma malah menangis lebih keras. Manami bingung kenapa malah tambah sedih dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Karma bilang bahwa orang tuanya masih hidup tapi membuangnya, Manami kagaet mendengar hal itu lalu memeluk anak bersurai merah itu. Mulai saat itu mereka menjadi teman baik. Sifat Karma yang menyendiri berubah menjadi sifat jahil dan kekanak-kanakan. Tapi lebih baik begini daripada menyendiri tanpa punya siapa-siapa.
Manami mulai mengantuk dan tidur di sebelah Karma yang tertidur pulas.
Janji yang pernah mereka buat akan hancur berkeping-keping pada keesokan harinya tanpa mereka sadari. Janji untuk selalu bersama.
@uthor note:
Fanfic pertamaku yang kutulis. Angkat tangannya penggemar Karunami (KarmaxManami)! Dan maaf jika sedikit aneh, maklum fanfic pertama. Ohya, hari ini ultahnya Isogai Yuuma! Happy Birthday Isogai Yuuma a.k.a. Ikemen!
YOU ARE READING
>Discontinued<Together, Forever (Karunami story)
FanfictionChildhood Friend!AU Karma x Manami Bahasa Indonesia Diusahakan yang baca 13+ karena akan ada adegan mengerikan dan tidak patut dicontoh. Enjoy~~
