cp:1

1.1K 46 0
                                        

Hari ini matahari pagi menyeruak masuk kedalam kamarku.

"Uh, jam berapa sekarang huh? Mengapa matahari sudah begitu terik." batinku berbicara sambil menguap. Ku bergegas melihat jam di samping tempat tidurku.

Astaga. Jam 09.00 pagi! Mengapa aku bodoh sekali bisa bangun sesiang ini. Aku langsung mengecek handphoneku dan benar saja sudah ada beberapa panggilan tak terjawab.

Kucoba hubungi kembali dia, namun tidak ada jawaban. Apakah ia marah?

Aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan kekamar mandi, aku bisa kena amukan pastinya karena aku gagal bangun untuk jogging bersama.

"Morning Ma." sapaku pada Mamah yang sedang membereskan meja makan.

"Morning sayang, hm jam segini baru bangun." kata mamah tak lupa mengulas senyum indahnya.

"Hehe Mama seperti baru mengenalku huh." kataku tertawa. "Kemana Dady? Dan kemana Alice?" tanyaku pada Mamah yang masih sibuk dengan urusannya.

"Dady bermain golf pagi ini, dan Alice ada kegiatan eskul di sekolah." jelas Mamah.

Aku pun hanya mengangguk paham. Alice adalah adikku.

***

"Kemana aja kamu Lea?" tanyanya dingin.

"A-aku..aku bangun siang pagi ini Sam. Maaf." kataku tertunduk

"Tidak usah memasang wajah memelasmu Lea, kamu nggak pernah dewasa!" katanya masih bersikap dingin bahkan kopi yang ia pesan tadi sudah dingin dan belum ia sentuh. Aku benar benar tidak berani menatap matanya yang seperti pisau.

"Aku minta maaf, Sam. Aku berjanji tidak akan telat bangun pagi." kataku tersenyum. Kulihat ia menatapku dan aku masih mencoba tersenyum manis.

"Alea, dengarlah aku melakukan ini demi kesehatanmu, kamu perlu menghirup udara bersih dipagi hari. Kamu perlu menjaga pola makan mu, kamu sakit Lea. Dan aku sedih." penuturan katanya membuat aku merasa bersalah.

"Aku tau Sam, maafin aku.'' kataku lagi.

"Sekarang pulanglah, hari sudah gelap aku nggak pingin kamu pulang malam. Kamu langsung pulang dan jangan kemana mana, hubungi aku jika sudah sampai rumah." katanya masih tanpa senyuman.

"Datanglah besok kerumahku. Papahku ingin ketemu sama kamu." katanya lagi

"Bertemu?" tanyaku sedikit ragu

"Ya. Nggak ada alasan sayang." katanya masih tidak dengan seulas senyum.

"Baiklah, besok sore aku akan datang kerumahmu. Seeyou." kataku ingin beranjak pergi.

"Satu lagi Alea. Kalau terjadi sesuatu sama kamu hubungi aku, dan jika ada yang mengganggumu atau menggodamu bilang sama aku. Aku pasti akan membunuhnya!" katanya yang berhasil membuatku menelan saliva ku.

Samuell Whitman. Dia adalah kekasihku, ia berkulit putih, tampan, sebenarnya banyak yang mengagumi nya tapi karena sifat angkuh dan dingin nya membuat ia tidak didekati siapapun. Entah mengapa aku bisa menjadi kekasihnya dan mencintainya.

Ku tancapkan gas mobilku melaju menuju rumah. Aku harus langsung pulang, agar aku bisa beristirahat karena tidak boleh terlalu lelah.

"Aku sudah dirumah. Good Night"

Aku mengirim pesan pada Sam, dan langsung merebahkan tubuhku

"Sleepwell, ily Alea" balasannya membuat aku tersenyum dan mencoba memejamkan mata.

"Kak?" panggilan itu membuatku membuka lagi mataku.

"Ada apa Alice?"

"Besok adalah ulangtahun mu yeay, apa yang kau inginkan dariku?" tanyanya sumringah

Aku diam,aku baru saja ingat besok adalah ulangtahun ku yang ke 17 tahun.

"Aku baru ingat dek, jika besok aku ulangtahun."

"Aih kak Lea ini masih muda sudah pikun. Ayok jawab kakak ingin apa?" tanya Alice tersenyum

"Hm aku ingin kau mendapat peringkat 1 dikelas. Bagaimana?" kataku sebagai hadiahnya. Alice berfikir sejenak.

"Kak. Tapi teman teman dikelas ku itu pintar pintar,aku takut kalau aku nggak bisa."

"Tapi kan kamu yang minta kakak buat sebutin permintaan kakak. Itu juga buat ngebanggain Dady dan Mama, Lice." kata ku tersenyum

Alice anak yang manis. Banyak yang bilang aku dengannya tidak mirip, dia berkulit kuning langsat sedangkan aku berkulit putih mungkin ini faktor keturunan dari Mama dan Dady. Alice sangat mirip dengan Dady, sedangkan aku sebaliknya.

"Aku bakal coba deh kak." katanya meringis. "Selamat tidur, kak Alea." katanya beranjak pergi.

***

Saat pagi datang aku bergegas untuk berangkat sekolah.

"Morning semuaa." teriakku saat menuruni anak tangga dengan cepat.

"Happy birthday Alea Michelle Putri." kata Mamah menciumku

"Selamat ulangtahun ya sayang, rupanya anak Dady sudah menjadi anak remaja." kata Papah menciumku juga.

"Kak, wish you all the best." kata Alice tak lupa memberikan pelukan hangatnya.

Akhirnya kami sarapan pagi bersama seperti biasa. Mamah dan Papah orang sibuk mereka juga bersiap untuk bekerja. Aku mengecek handphone ku dan Sam hanya mengucapkan Good Morning aku sedikit kesal. Apa Sam melupakan hari ulang tahunku?

Aku berangkat sekolah bersama Alice kebetulan kami satu sekolah, aku kelas 3 SMA dan Alice baru kelas 1, Dady menyuruhnya sekolah bersamaku agar aku bisa membantunya karena dulu Alice anak yang nakal.

"Kira kira kak Samuell kasih kakak kado apa ya hm?" fikir Alice dengan senyum. Aku diam. Sam mengucapkan saja tidak

"Sam tidak bersekolah lagi Lice." jawabku datar

"Ha? Gak sekolah lagi? Kenapaa?"

"Tidak tau, mungkin dia punya alasan sendiri kenapa ia berhenti sekolah." jawabku masih sambil mengemudikan mobil

"Berarti kakak gak bertemu dengannya lagi disekolah. Dan kakak kan masih bisa bertemu dengannya diluar."

"Iya dia nyuruh kakak kerumahnya sore ini.''

"Wah bagus dong mungkin saja ia ingin memberimu hadiah."

"Mungkin."

.
.

Hay ini ceritaku yg ke3 sebenernya. Sebelumnya aku udah nerbitin beberapa cerita di akun "dithasabil" berhubung newphone terus lupa akun sebelumnya jadi ganti baru.

Semoga suka. Dan vote 🙆

Psychopath. (END)Where stories live. Discover now