Afsheen seorang gadis cantik yang menyukai film horor, namun anehnya dia seorang wanita yang juga takut akan hal-hal yang ghaib. Afsheen melihat jam di nakas tempat tidurnya menunjukkan tepat 00:00 dia masi anteng dengan TV kesayangan. Tanpa disadari ada sekelebatan bayangan warna putih di sebelah jendela kamarnya. Dia penasaran dan mengecek ke arah jendela sambil matanya melotot.
"Ahhhhhhh, setannnnn, tapi cantik ah tetep aja setan. Ahhhhhhh" Seketika Pak Kuy pun jatuh pingsan karena kaget melihat Afsheen tiba-tiba membuka jendela dan melototi dirinya.
"Lah kenapa gue disebut setan, tapi dibilang cantik juga dasar aneh. Pak pingsan ya pak, bangun dong pak yaelah bapak lebay nih." menggoyang-goyangkan Pak Kuy.
••••••••••
Pagi ini Afsheen terlambat lagi, ya apalagi alasannya kalo bukan film horor dan sekaligus berhasil membuat satpamnya pingsan.
Afsheen pun lari tergesa-gesa menuju kamar mandi dan terpaksa pagi ini dia tidak mandi melainkan hanya cuci muka dan sikat gigi. Namun tanpa Afsheen sadari dia malah mencolekkan sikat giginya dengan cream pencuci muka yang kebetulan warna pastanya sama dengan cream pencuci muka yang bewarna tosca. Afsheen pun merasa ada yang aneh dengan rasa pasta gigi yang terasa pait. Setelah sadar dia langsung berkumur-kumur dengan air lalu menyikat gigi ulang.
Afsheen bergegas memakai seragam sekolah, menata rambutnya dan tidak lupa Afsheen memakai parfume khasnya yang menjadi dambaan wanita karena harumnya yang begitu soft dan ngangenin.
Lalu dia berlari menuju garasi untuk cepat berangkat ke sekolah dengan mobil kesayangannya.
Vanya Laura calling...
Vanya
"Sheen masi dimana lo? Pak Tang udah dateng nih."
Afsheen
"Gue masi kejebak macet. Tolongin gue seperti biasa ok."
Vanya
"Alamat dah gue, yaudah berapa menit lagi sampe?"
Afsheen
"15 menit, tolongin ya nyanya cayang."
Vanya
"Tapi Balik sekolah lo harus beliin gue tas kesukaan gue ya ok."
Afsheen
"What? Hmm, yaudah iya iya iya, gue beliin dah."
Vanya pun mematikan hpnya karena Pak Tang sudah masuk. Dan mulai
mengabsen murid-muridnya namun baru saja Pak Tang membuka bukunya ada suara teriakan dari arah belakang seperti orang kesurupan. Pak Tang pun mengahampiri siswi yang berteriak tersebut dan ya suara itu milik Vanya.
Vanya berpura-pura kemasukan roh jahat. Melihat hal tersebut Pak Tang segera menolongnya. Dan ya ini juga cara modus Vanya untuk berdekatan dengan guru tampan ini.
"Bismillahirrahmanirrahim, keluarlah, ini bukan tempatmu, biarkan siswiku belajar dengan tenang." Pak Tang menyipratkan air ke wajah Vanya.
"Tidak, aku tidak mau, hrrrrrrrr."
Gue rela dicipratin air sama lo pak, relaa gue. Asal gue bisa liat deket muka bapak. Batinnya
Vanya pun menyudahi actingnya karena dia sedikit lelah dan mengecek apakah Afsheen sudah berada di kelas atau belum, dan ternyata belum.
"Hrrrrr, aku ingin tetap di sini bersama mu." akting Vanya.
Enggak apa-apa deh acting gini, lumayan bisa deket bapak ganteng. Batinnya.
"Tidak bisa tuk teruskan dunia kita berbeda. Kamu bisa lihat dari kejauhan. Saya akan berikan kamu do'a." Pak Tang memegang kening Vanya sambil membaca doa.
Jangan cuma do'a dong pak, mahar aja sekalian.
Aduh kening gue dipegang ooww nyamannya tangan bapak ganteng ini.
15 menit berlalu dan Afsheen datang ke kelas tanpa sepengetahuan Pak Tang dan langsung menghampiri Vanya yang masi berpura-pura kesurupan.
Akhirnya kesurupan pun berakhir. Dan Pak Tang kembali ke tempat duduknya untuk mengabsen dan selamatlah Afsheen dari hukuman. Namun Vanya terlihat sangat capek berpura-pura seperti tadi.
Ya begitulah Vanya selalu menjadi korban jika Afsheen terlambat, bahkan hampir seperti itu saat Afsheen terlambat. Tapi dia rela jika menjadi korban bapak gantengnya itu.
Dia jadi terkenal sebagai gadis yang suka kesurupan di kelas. Padahal sekali pun tidak pernah kesurupan. Semua itu dia lakukan demi sahabatnya Afsheen.
Patut diacungi jempol, persahabatan mereka cukup seru dan menyenangkan. Dengan karakter yang cukup sama, sama- sama gila, seperti tadi berpura-pura kesurupan.
"Wah bener-bener lo nyiksa gue." rutuknya kepada Afsheen.
"Sorry tadi jalanan macet, dan lo juga seneng kan pura-puranya sama si ganteng?"
"Ya iyaa sih, tapi kan image gue daj jadi cewek kang kesurupan. Kagak ada baik-baiknya."
"Uhh nyanya cayangg, maafin aku yaa. Dan lo harus tau gue kesiangan gara-gara ada film horor baru, yang di dalemnya uhh lo pasti suka deh." Afsheen memeluk tubuh Vanya yang mulai kesal.
"Hmmm bodo amat. Balik dari sini lo temenin gue belanja, hitung-hitung kali aja ada cowok yang nyangkut sama lo." masih dengan kesalnya kepada Afsheen.
"Oke Bosque, eh lo enggak tertarik nih sama akhir dari cerita horornya? Di akhir ada adegan..." sambil melirik manja ke Vanya.
"Emangnya apa? Si cewek ditelanjangin ya sama si cowok ?" Vanya bersemangat.
"Katanya bodo amat taoi nanyain hahahaa. Kasih tau enggak ya?"
"Hmmm dasar otak mesum lo hahaha orang terakhir itu adegannya si setan sadar dan gak nakut-nakutin lagi, gue kan terharu."
"Ah kagak ramee kagak ada yang scane on the hoy nya." cemberut Vanya.
readers maaf kalo typo hihi masih permulaan soalnya.
Happy reading
ANDA SEDANG MEMBACA
Last Tears [ Completed ]
Cinta(17+) Bagi Afsheen cinta hanyalah sebuah ilusi semata. Dia menyukai kesendirian, kesendirian lah membawanya pada titik kenyamanan. Dia tak percaya bahagianya mencinta atau dicinta, semua hanya angan dan bayangan saja, seolah cinta tak benar-benar a...
![Last Tears [ Completed ]](https://img.wattpad.com/cover/89637545-64-k40990.jpg)