SEMESTA (Ari-Aisyah)

801 20 4
                                        

Semua yang bernafas perlu
Menemukan cahayanya

Ari tetap setia terduduk dipinggir ranjang dimana sang gadis terbaring lemah dan menutup rapat matanya. Tangannya tak lepas dari tangan gadis nya itu.
Ari tersenyum miris menatap gadis nya yang terbaring lemah,dan tak terasa air mata ari jatuh tanpa diminta.
"Sayang, bangun dong." Lirih nya. Ari tersenyum tipis kemudian menelungkupkan wajahnya diantara kedua tangannya dan Aisyah-gadis pujaan hatinya-

"Ri,makan dulu dari kemarin lo belom makan." kata Azka-sepupu Ari- Ari mengangkat wajah nya dan menoleh pada Azka yg menatapnya cemas.
"Gue gak laper Ka" Ari kembali terdiam dan melamun membuat azka mendesah panjang melihat keadaan sepupu nya

"Lo kangen dia?" tanya Azka sambil mengusap punggung Ari untuk menenangkannya.

"Gue selalu kangen dia Ka." jawab ari sangat lirih tangan nya masih belum lepas dari tangan gadisnya.

"Sama Ri, bukan cuma lo doang yang kangen dia, kita semua juga kangen sama dia, gue kangen saat liat lo yang selalu bikin dia teriak-teriak" ucap Azka sambil membayangkan tingkah laku gadis sepupunya itu.

"Kapan dia akan bangun?" tanya Ari, dia sangat takut jika gadisnya tidak akan membuka matanya lagi untuk selamanya. Azka tersenyum mencoba menenangkan sepupunya itu.

"Aisyah pasti bangun, dia gadis yang kuat" balas Azka

"Kapan? Lo selalu bilang begitu,tapi nyatanya? Sudah hampir 1 tahun Aisyah belum bangun juga Ka!" ucap Ari sedikit emosi.

"Kita hanya bisa berdoa, untuk Aisyah"

Semua yang bernafas perlu
Temukan arti hidup
Dan lengkapi jiwanya.

Semakin hari Ari semakin merasa kesepian tanpa adanya Aisyah harinya terasa suram, tak ada lagi Aisyah yang selalu ada disisinya. 1 tahun sudah Aisyah terbaring lemah di Rumah Sakit. Ari selalu menunggu dan berharap Aisyah akan bangun. Ari menunggu celotehan tidak penting gadisnya yang selalu membuatnya gemas dan tertawa.
Mengingat itu, kembali membangkitkan ingatan Ari saat Ari hampir menyerah dengan ini semua, mengingat Aisyah yang terpental jauh saat mobil truk yang melaju kencang menabrak tubuh Aisyah yang ingin menyebrang ke tempat dimana Ari berada. Ari menghela nafas kembali melanjutkan sarapannya.

"Bro, lo kuliah jam berapa?" tanya Azka yang membuat Ari tersadar dari lamunannya.
"Jam 10" jawab Ari singkat membuat Azka menghela nafas
"Kamu jangan gini terus dong sayang, kita kangen kamu yang dulu yang ceria dan bawel." ucap Mama Ari sedih.

"Hmm"

"Mamah semalem ditelepon orangtua Aisyah, dia udah membaik hanya saja belum sadar." ucap Mama Ari seraya tersenyum untuk menenangkan Ari,  Ari pun tersenyum mendengar kabar itu, bahkan Azka juga ikut tersenyum.

"Semalam, Tante Arina bicara apa aja sama Mama?" tanya Ari bersemangat, Mama Ari tersenyum.
"Aisyah keadaannya sudah stabil dan sudah berhasil melewati masa komanya, ya tapi itu belum sadar. Kamu yang sabar ya, terus berdoa" jawab sang Mama

"Jangan sedih terus, Aisyah butuh semangat dan dukungan dari lo, Aisyah pasti sadar dan pasti sembuh." ucap Azka, Mama Ari tersenyum mendengar ucapan keponakannya itu.

"Nah betul, yang penting kita terus berdoa untuk kesembuhan Aisyah" tambah Mama Ari.

"Selalu mah" semuanya tersenyum.

Semesta akan slaluku jaga
Semesta abadi selamanya.

Kumpulan CerpenStories to obsess over. Discover now