Ku temukan

90 0 0
                                        

Cahaya rembulan bersorot indah memayungi kegelapan.
Segumpal awan hitam berarak menutupi sebagian tubuh sang rembulan yang masih bertengger setia menemani malam.

Pucuk pelepah kurma terombang-ambing melengkung tersapu desiran angin malam yang cukup kencang.
Dinginnya malam tak akan pernah terasa bagi seseorang yang memiliki penghangatan. Namun, hangatnya mentari pun tak mampu memberi penghangatan untuk sesosok wanita yang terguguk pilu menyalahkan takdir. Ia cukup lelah dengan takdir yang mencoba mempermainkannya.

******

Sesosok wanita dengan balutan dress merah selutut teronggok lesu, bibirnya pucat nyaris berwarna putih. Terduduk dibalik jeruji besi dengan kedua kaki yang terbelenggu di antara himpitan balok besar. Tatapan matanya sarat akan belas kasih yang genap mengukungnya.
  
Wajahnya terbenam bertumpu di kedua lututnya. Memar di sekujur tubuh membuatnya meringis menahan sakit dengan menggigit bibir pucat itu, terlebih sakit hatinya yang mengoyak memporak-porandakan hati yang terluka.

Lelaki itu tertawa puas setelah menikmati permainannya, pecah tawa membahana seolah mencekik erat leher wanita yang tengah menangis pilu dibalik jeruji besi.
   
Gemerlapnya dunia malam menjeratnya dalam kubangan hitam penuh lumpur. Hingga dirinya yang terjebak dalam mahligai cinta dua insan yang sejenis. Jerat yang membawanya kepada derita yang kini mendera. Ia tidak tahu bahwa lelaki yang dicintainya membawa ia dalam sebuah masalah. Yang begitu..... "Rumit"

Setelah puas menyesap inti sari wanita cantik tersebut, lantas lelaki itu memasungnya dibalik jeruji, menendangnya layaknya anjing kumuh yang tak di butuhkan.
Sepasang matanya menatap nanar, gurat kemurkaan tercetak jelas lewat sorot manik biru itu. Tidak menyangka wanita itu pada sosok dihadapannya. Beberapa saat lalu, lelaki itu begitu mengagungkan dirinya. Terlihat begitu mendambanya. Diatas permadani beludru putih, lelaki itu menatap dirinya dengan cinta. Wanita itu tidak mengerti, dengan segala hal yang secara tiba-tiba. Lelaki itu... Mengungkapkan bahwa ia hanya ingin memberi pelajaran. Untuk kekasihnya. Dia.... "karlen". Lelaki yang begitu mencintai sapphire. Dan aleksi. Cemburu akan hal itu.

Dendam yang tercokol dalam dadanya kini terulur menyalurkan emosi yang menutup hati nuraninya. Aleksi memukul sapphire bertubi-tubi, menampar pipi wanita itu dan terakhir kakinya menyepak keras wanita yang tergolek lemah dalam dekap tak berdaya. Darah segar merembas keluar melalui sudut bibir wanita itu.

Sapphire memiliki sang pujaan hati yang aleksi damba. seluruh hati kekasih tercintanya, bahkan tak menyisakan sedikit pun ruang untuk aleksi tempati. Sudah lama ia memadu cinta dengan karlen. Aleksi tidak bisa menerima jika cintanya dikuasai wanita murahan itu. Dia, hanya seorang wanita penghibur. Tidak layak menerima cinta dari karlen, cintanya.

Rasa itu tidak pernah pudar sekali pun dan masih utuh sebelum kehadiran sapphire mengisi sang pujaan hati. Aleksi masih mengingat jelas. Betapa karlen begitu mencintainya. Itu, sebelum wanita murahan itu hadir mengisi ruang hati karlen. Aleksi begitu benci wanita itu. Wanita penghibur yang tidak tahu malu.

Rahangnya mengatup keras, gemeretak menahan amarah.
Lelaki itu menenggak vodkanya dalam sekali teguk, yang kini telah kosong tak menyisakan setetes pun. Sepuluh botol telah tandas ditengguk aleksi. Membuatnya kehilangan kesadaran penuh. Tawanya kembali terbahak bergaung memenuhi ruangan. Ia terhuyung sambil kembali menenggak vodka didalam botol yang masih tersisa sedikit.

Sapphire mendekap kedua lututnya yang terasa ngilu. Ketakutan mulai merambah menyusuri tubuhnya.
Lelaki rusia itu akan membunuh siapa saja yang mengusik kebahagiaannya, bukan. Mengingat wanita itu yang merampas karlen, kekasihnya. Pemuda rusia yang menyita ruang hatinya sampai saat ini. Hadirnya seorang wanita cantik pun tidak terlalu berharga untuk aleksi.

Aleksi dan karlen adalah pasangan sejenis yang saling mencintai. Mereka saling membutuhkan. Namun setelah wanita itu berhasil menghapus jejak cinta aleksi yang bersemayam dalam hati karlen, namanya yang kini terpatri kuat menggantikan jejak cinta itu. Karlen ingin mencintai sepenuh hati. Bagaimana pun cintanya dengan aleksi jauh dari kata normal. Aleksi hanyalah pelariannya. Setelah kejadian itu merenggut hidup karlen. Ia sangat membenci wanita. Baginya, semua wanita sama saja. Namun dugaannya keliru. Karlen menemukan cinta setelah sekian lama menjalin hubungan dengan aleksi, seorang model pria yang sangat mencintainya. Namun, karlen tidak bisa menepis. Ketampanan yang dimiliki aleksi tidak mampu menepis rasa cintanya pada sapphire. Wanita malam yang pernah memuaskan malamnya. Sejak malam itu. Karlen telah jatuh cinta, pada wanita mempesona itu.

Ketika Cinta MemanggilStories to obsess over. Discover now