Tidak pernah mengira jika akan berakhir seperti ini. Harusnya kita menyadarinya sejak awal. Aku tahu aku tulus saling mencintaimu. Hanya saja aku mencobanya terlalu keras
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Malam hari terasa begitu dingin di Pantai Madewi. Aku tengah duduk di pantai beralaskan pasir yang terasa dingin dan sedikit basah. Kita menghabiskan malam berdua di pantai yang sunyi, saling berbagi tawa dan cerita.
Kau sedang duduk sambil menggenggam sebuah kembang api di tanganmu. Kembang apimu memercikan begitu banyak warna yang tak terdefinisi ,menerangi malam kita yang sunyi, memecah keheningan malam Pantai Madewi, menghangatkan ruang kosong antara kita yang belum terisi. “Greta, kamu pernah dengar? saat orang sedang jatuh cinta, sedingin apapun malam, ia selalu merasa sesuatu dalam hatinya sedang menghangatkannya. Walau tidak tampak setitik pun bintang di langit yang menerangi malamnya, ia akan mendapati sesuatu yang melampaui indahnya bintang tengah menyinari harinya. Suaranya akan terdengar berwarna, senyumnya begitu mewarnai sekelilingnya, tatapan matanya meneduhkan setiap orang yang memandanginya.”
Kau bertanya sambil memandangi kembang api di tanganku. Kau satu-satunya sahabat laki-lakiku yang saat ini sedang menemaniku. Menghabiskan malam di pantai yang sunyi, bersamaku.
“Aku baru saja mendengarnya darimu” “Greta, suaramu terdengar penuh warna, and I see the spring on your eyes. Greta, are you falling in love ?”
Saat itu kau tengah memandangi langit yang dipenuhi bintik-bintik kecil bercahaya.
“Entahlah” Aku berdiri dan mengangkat tanganku yang tengah menggenggam kembang api tinggi-tinggi. Aku berlari mengelilingi pantai dan menjauhinya. Aku yakin saat ini aku telah menemukan seauatu yang melampaui indahnya bintang bersamaku.
Walau fajar tak akan datang, jika malam gelap tak pernah hilang, biarlah petang tetap petang, tak perduli langit gelap tanpa bintang, aku akan membekukan waktu, menjaga saat-saat ini tetap berlangsung selamanya, saat kita bersama, kau dan aku.
Seperti kembang api, hatiku memercikan begitu banyak emosi untukmu, aku tidak dapat menahannya. Ingin kutatap matamu dan kungkapkan semuanya padamu. Aku tertarik untuk mengamati matamu dari jauh, kamu masih saja memandangi langit yang dipenuhi bintang ,dan aku baru saja sadar. Aku jatuh cinta; padamu.
Apakah Oki dapat mendengar suara yang sedang berteriak dalam hati sahabatnya itu? Akankah cinta Greta terbalas? Akankah cinta Greta meninggalkan rasa manis di hatinya? Atau bahkan rasa pahit dan penyesalan yang akan memenuhi hatinnya? Apakah cintanya akan tetap bersemi atau gugur hingga ia bertemu seorang laki-laki bernama Jonas di bawah langit dengan beribu bintang yang kelak akan akan merubah takdirnya?