PROLOG

3 1 0
                                        

Suara alarm membangunkan seorang   Abraham Reynand Adrian, dengan malas ia menuju kamar mandi.

Saat selesai mandi ia membuka lemarinya untuk mengambil baju sekolah yang hari ini akan ia kenakan. Dengan kelakuannya yang seenaknya ia memanggil bibinya yang sedang menyiapkan sarapan

"Bi kok ga ada si bajunya, cariin dong" ucap reynand.

dengan buru buru bibinya langsung menuju kamar reynand mengambil baju sekolah dan menuju ruang tamu lagi

"ini mas bajunya" sambil memberikan baju seragam reynand,

"lain kali naronya yang bener dong biar rey ga kecarian"

tiba tiba kinan dateng "eh ada apa ini, rey kamu masih minta ambilin baju lagi sama bibi? ya ampun rey kamu ini ya udah kelas 2 SMA harusnya kamu nyiapin semuanya sendiri" lagi lagi kinan memarahi rey karena sikapnya yang terlalu bossy.

"iya iya ma besok ga gitu lagi" balas rey dengan cuek karena sudah terlalu bosan dimarahi topik yang sama tiap pagi.

"kamu ya banyak ngomong doang besok besok jangan lakuin lagi awas kamu lakuin lagi mobil kamu mama sita" jawab kinan dengan ancaman.

"iya iya maa astagfirullah" jawab rey,

"yaudah sana cepetan pake baju terus berangkat" jawab kinan.

"iya mamaku sayang oiya uang jajannya ma?" ucap rey dengan membulatkan matanya

"astagfirullah kamu ini kemaren lusa baru mama kasih 500.000 kamu kemanain si? udah hari ini mama kasih 20.000 aja" balas kinan sambil menyodorkan duit dua lembar berwarna ungu,

"ya Allah ma gini gini amat sama anaknya yaudah aku berangkat daah" balas rey sambil mecium tangan mamanya.

"kamu ini ya mau jadi apa pas gede kerjaannya pulang malem, males belajar, bangun telat" ucap kinan dalam hati sambil geleng geleng kepala.
------------------------------------------------------------
haii menurut kalian gimana prolognya? kalo kalian mau ngasih pendapat atau ngasih saran commentt yaa! jangan lupa vote yaa!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 15, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

IMAGINATIONWhere stories live. Discover now