airport

72 5 1
                                        

Sydney
30 October 2016.

4 : 10 AM

"I can't sleep!"

Adia mengambil handphone miliknya yang berada di meja dan mencari flight ke Jakarta hari ini juga. Mendadak sekali, bukan?

Urusannya di Sydney hari ini sudah selesai. Ia benar-benar akan meninggalkan Sydney, kota kelahirannya dulu.

Tapi apabila Adia kembali ke Jakarta, ia harus memikirkan satu-dua hal.

Adia tidak ingin bertemu dengannya, sama sekali ia tidak ingin bertatap muka dengannya. Apalagi kembali kepadanya. No way.

"No, you can't stay here anymore, Adia Natasha!" ucap Adia pada dirinya sendiri.

"Ah! finally! I've got the best price," Adia tersenyum puas.

Ia mendapat flight pukul 11 : 30 pagi, waktu Australia. Meski jalan di Sydney jarang sekali padat tapi urusan imigrasi disini memakan waktu yang lama. Which means, ia harus segera bergegas agar tidak ketinggalan pesawat.

• • •

Sydney
7 : 17 AM

Semuanya sudah siap dan Adia baru packing tadi pagi. Untungnya barang yang ia bawa hanya sedikit sehingga ia tidak kerepotan saat di bandara nanti.

"Adia, are you sure you'll go?" tanya Oma.

No, It's not her grandma. Selama di Sydney, Adia tinggal bersama keluarga temannya. His name is Aldrian, you can call him Rian. Rian itu teman Adia saat di Jakarta dan Rian-lah yang mengajak Adia ke Sydney untuk melanjutkan High School disini tapi takdir berkata lain.

"Oma, jangan sedih! I promise, I'll be back," Adia memeluk Oma sangat erat.

"Rian will drive you to the airport, Maafin Oma karena Oma tidak bisa antar kamu," ucap Oma yang masih menangis.

"Oma, thank you for everything you've done to me. Kalau ke Jakarta mampir ke tempat Adia ya?"

"I will."

Adia melepas pelukan Oma dan pamit kepada beberapa keluarga Rian yang ada disana.

"Adia! Kenapa pas aku baru sampai kamu pulang?! Kita belum jalan bareng lho!" She's Rian cousin, Kak Sarah. Ia melanjutkan pendidikannya disalah satu Universitas terbaik di San Francisco.

"Maybe next time, Kak."

"Next time gimana, kamu gak bakal balik kesini lagi kan? You're my little sister!" Kak Sarah merangkul Adia.

"Maafin Adia ya, Kak Sarah. I think, I won't be able to taste your delicious food again," canda Adia dan dibalas oleh tawaan Kak Sarah.

"Makanya sering-sering ke Sydney/San Francisco ya! I'll cook for you!"

"Adia? Udah selesai?" panggil Rian.

"Iya, Yan," balas Adia.

Adia langsung memeluk Kak Sarah sekilas dan mendorong koper ke arah bagasi mobil Rian.

1 : 37 PMHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora