Tak terasa waktu begitu cepat, aku sudah menjadi remaja berumur 14 tahun, tepat di hari ini umurku bertambah satu tahun, aku berharap di umurku yang ke-14 ada seseorang yang special di hidupku, seperti remaja biasanya, di umur seperti ini pasti sudah merasakan indahnya jatuh cinta. Dari SD hingga sekarang aku SMP, aku telah menyukai seorang lelaki, tetapi aku hanya bisa mencintai dalam diam. Aku tidak berani untuk mengungkapkan isi hatiku sebenarnya, memang melelahkan jika terus seperti ini, tetapi aku tidak mau dianggap perempuan murahan oleh orang-orang, biarlah ini menjadi rahasia hatiku.
Afrelya Vionica itulah namaku, nama panggilanku adalah Reya, aku anak pertama dari dua bersaudara, aku mempunyai adik laki-laki bernama Rian Anugrah, umurnya baru 9 tahun, dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Aku dan adikku lahir dari keluarga sederhana, kedua orang tuaku sangatlah sibuk, aku dan adikku kurang perhatian dari mereka, terkadang aku iri dengan teman-temanku yang selalu dapat kasih sayang dari orang tuanya, sedangkan aku? Mereka saja tidak pernah perduli dengan nilai sekolahku, bahkan mereka saja tidak perduli dengan kesehatanku, sungguh menyedihkan.
Dihari ulang tahunku ini, aku datang ke sekolah lebih pagi, entah kenapa aku sangat gembira hari ini. Seperti biasa, setiap hari aku naik sepeda bersama temanku Wefina, setiap pagi aku kerumahnya terlebih dahulu, lalu aku berangkat bersama ke sekolah dengannya.
“Assalamualaikum Wefinaa, Finaa.. Fina..” aku berteriak di depan rumahnya.
“WaalaikumSalam Reyaa, pagi-pagi udah teriak-teriak aja lo, tenang aja sih, gue juga pasti keluar kali.” Jawab Wefina yang telah keluar dari rumahnya.
“Yaudah yuk, kita berangkat aja, nanti telat!.”
Setelah itu aku berangkat naik sepeda oleh Wefina.
“Oh iyah, Happy Birthday Reyaa yang paling sok cantik, semoga lo panjang umur, sehat teruss, cepet-cepet dapet pacar juga ya haha.”
“Haha gue kira lo lupa sama ulang tahun gue, makasih yaa Fin, ah elo, nanti juga gue dapet pacar, udah ah ayok kita buruan naik sepedanya, nanti keburu siang!.”
“Iyaiyah Reyaa.”
Tak lama dari percapakan itu, akhirnya aku dan Wefina telah sampai di sekolah.
🌸🌸🌸
“Eh lo tau gak sih Rey? cowok yang lo suka dari SD itu kan jadian sama Gege, si cewek yang paling cantik di kelas 8, yaampun Reya, masa lo kalah sama adek kelas kayak Gege? diakan udah kayak ibu-ibu, dandan terus setiap hari, kena air wudhu juga tuh muka luntur, gue sih geli.”
Baru saja masuk kelas, teman satu bangku ku Erina memberitahu kabar buruk bagiku, di hari ulang tahunku, kukira akan indah, tetapi masih pagi saja sudah ada kabar buruk begini, ya Tuhan.
“Serius lo? Gege adek kelas yang songong itu jadian sama Kiky cowok yang gue suka dari SD? Sumpah, gue gak terima! Ah kenapa sih Kiky harus nembak dia? Kenapa bukan gue? Ihh gue jadi makin kesel sama Gege, pengin marah tapi gue sadar, gue bukan siapa-siapanya Kiky. Btw, lo tau dari siapa Kiky jadian sama Gege?.” Tanya ku pada Erina.
“Lo ketinggalan gosip sih, tadi pagi tuh, Kiky nembak Gege didepan banyak orang, si Gege seneng banget gitu, gue sih cuma liatin pakai tatapan sinis aja.” jawab Erina.
“Pupus udah harapan gue buat dapetin dia, lo kan tau Rin? Kiky kalau udah sayang pasti setia, kapan Rin gue yang ada di posisi Gege? Kapan? Yaampun, nyesek banget gilaa, apalagi hari ini gue ulang tahun Rin, gue kira dia bakal peka gitu sama gue, eh nyatanya, malah ada kabar buruk gini.”
“Udahlah Reya, mendingan lo moveon deh dari Kiky, mau sampai kapan lo waiting dia? Apalagi lo udah nunggu dia dari kelas 6 SD sampai 3 SMP, lo sayang sama dia? Dia sayang gak sama lo? Nggak kan! Bayangin.. kalau lo udah moveon dari dia, lo bakal dapat cowok yang lebih ganteng dari dia, yang lebih keren dari dia, yang sayang dan setia sama lo. Lo nunggu dia sama aja kayak lo nunggu katak lahiran, imposible, gak akan pernah bisa Rey!.”
VOCÊ ESTÁ LENDO
Hurt
Fanficmenyakiti, maaf. Hanya kata itu yang bisa ku katakan. Penyesalan, selalu datang belakangan, semua telah terjadi, kamu bukanlah milikku lagi, sampai kapanpun itu. Mungkin Tuhan sudah menyiapkan pasangan yang tepat untukku, sekali lagi maaf.
