cerita ini terinspirasi dari MV The ark-the light bukan maksud untuk plagiat tapi cerita ini lebih ke menggambarkan Video klip tersebut
°°°
setelah berjam-jam berkutat dengan penggorengan untuk membuat sarapan pagi,kulihat matahari mulai meninggi ini waktunya untuk membangunkan putriku, yuna dia harus berangkat sekolah. Ku buka pintu kamarnya terlihat kamar putriku yang sangat berantakan dia itu seorang gadis tapi kenapa kamarnya seberantakan ini? "yuna, bangun.... waktunya sekolah kau tidak ingin kesiangan kan?" ku guncangkan tubuh yuna tapi dia tetap tidak bergerak dari tidur nya "YUNA... BANGUN INI SUDAH JAM 7...." ku lihat yuna langsung terbangun, dengan mata mata yang terbelalak "ini jam 7 ibu? " aku mengangguk menjawabnya yuna mengambil jam weker yang berada disampingnya "ini masih jm set 6 ahhh apa peduliku mungkun jam nya rusak"yuna melemparkan jam nya ke kasur dan dia segera berlari kekamar mandi aku terkekeh melihatnya.
yuna tidak tahu jika aku sudah membohonginya ini memang masing jam 05.30 tak apalah berbohong sedikit. Aku dan yuna memang tinggal hanya berdua,ayah yuna sudah pergi ke surga saat yuna kecil dan sekarang aku single parent, yuna masih kelas 1 smp dia anak cerdas tapi juga nakal meskipun begitu ibumu ini tetap bangga memilikimu karena yuna harta satu-satunya yg ibu miliki.
Setelah membereskan makanan untuk sarapan, yuna terlihat sudah rapi dia melihat jam yang ada di dinding ruang tamu dan dia langsung melihat ku dengan tatapan tajamnya "ibu! ibu membohongiku? ini baru 6.15 dan tadi aku mandi hampir 30 menit lamanya dan ini baru 6.15? ibu benar-benar kejam" aku hanya tersenyum yuna berjalan dengan menghentakan kakinya tak lupa bibirnya yang sangat cemberut itu, aku hanya mengabaikannya dan tersenyum geli melihat dia duduk di meja makan dengan cemberut sembari mengunyah makanannya. "ibu hanya tidak ingin kau terlambat maafkan ibu..." dia mengangguk sambil sesekali melahap makanan nya "ibu kaus kakiku dimana?" dia bertanya sambil memperlihatkan kakinya yang tidak memakai apapun "dilaci dekat lemari" yuna langsung berlari menuju kamarnya lagi,
"ibu jaket ku dimana?"
"tergantung di balik pintu" teriakku
"ibu aku tidak bisa menemukan dasiku" yuna menghampiriku dengan wajah putus asa, jelas-jelas dasinya ada tergantung di lehernya yang belum terikat "jika kau menganggap yang ada di lehermu itu bukan dasi lalu apa?gantungan baju?"ucapku cuek dia hanya menyengir "aku lupa ibu hehehe" yuna menyimpulkan dasinya segera kemudian duduk kembali untuk menghabiskan sarapannya
"ibu aku akan pergi 2 hari lagi" kata yuna menatapku dia memang akan pergi untuk wisata sekolah "tak bisakah kau tetap tinggal? ibu tidak mau sendiri" aku memelas menatapnya, yuna menggeleng keras cihh dia menolak ibunya sendiri? Anak nakal. "yasudah pergi sana" ucapku tegas dia hanya tersenyum "kau sudah selesai? ayo berangkat" ajakku pada nya dia harus kesekolah dan aku harus pergi bekerja meski hanya naik bus tapi kita selalu berangkat bersama, umurku yang tidak terlalu tua untuk menjadi seorang ibu membuatku seperti kakak yuna di mata orang yang melihat kebersamaan kita.
Saat aku pulang dari bekerja dan menjemput yuna dari sekolah nya tiba tiba turun hujan aku melihat yuna sedang berdiri di depan gerbang dan terlihat marah karena aku terlambat menjemputnya "yuna..... Maaf ibu lama"aku menghamipirinya dan dia langsung mendekat ke arahku agar terlindungi dari hujan dia masih saja cemberut "ayo pulang ibu" yuna menarik lenganku sedangkan aku berusaha memayunginya agar tidak kehujanan, saat kami berjalan bersama yuna berhenti di depan toko tas sekolah "ibu aku ingin tas baru aku ingin yang ini"yuna menunjuk tas berwarna biru tua yang terpajang di etalase itu "kau kan masih punya tas untuk apa beli lagi?"jawabku acuh "tapi ini sudah jelek ibu....." yuna menujukan tas yang sedang ia pakai sekarang "kata siapa? ini masih bagus yuna... Nanti ibu beli kan tas ini jika ibu sudah gajian ya yuna?" tanyaku dan yuna mengangguk sambil tersenyum dia menggandeng lenganku dan selama perjalanan aku dan yuna terus bercanda satu sama lain.
"ibu saat aku pergi, jangan merindukanku ya"
"siapa juga yang akan merindukanmu"
"benar ya bu jangan rindu padaku, tapi aku tidak yakin pasti ibu akan menangis karena rindu padaku" yuna meleletkan lidahnya padaku sambil berlari melihat itu aku langsung mengejarnya "yuna kemari...... awas kau ya ibu akan menggelitikimu.... Kemari kau"teriakku mengejar yuna. Kebersamaan kami sungguh manis aku bahagia memiliki yuna.
hari ini yuna akan berangkat ke wisata sekolahnya dan aku harus bangun lebih pagi lagi untuk menyiapkan semua yang yuna butuhkan nanti meskipun dengan mata terpejam aku berusaha memasak untuk membuat bekal untuk yuna bawa, aku menghampiri kamar putriku dan mulai membuka gordennya karena memang matahari sudah mulai terang, aku mencium kening yuna dan mulai membereskan kamar yuna yang berantakan buku-buku yang berserakan, baju kotor yang tersampir dimana saja membuatku jengah, setelah semuanya beres aku kembali ke dapur dan melanjutkan kegiatan memasakku "YUNA BANGUN......"teriakku dari dapur karena tak mendapati yuna di meja makan "iya bu"yuna berlari dari arah kamar dan terus mencari sesuatu yang dia butuhkan dan tak lupa dia mengambil roti yang tadi sudah kupanggang sebelumnya dia memakan roti sambil sibuk membereskan barangnya "jika makan itu duduk yuna biar ibu yang membereskan nya"aku mengambil alih pekerjaan yuna aku memasukan barang barang yuna kedalam tasnya sedangkan dia sedang memakan sarapannya "kau masih kelas 1 smp tapi keperluanmu sebanyak ini?" tanyaku saat memasukkan barang barang yuna.
Aku mengantarkan yuna sampai halte karena nanti bus jemputannya akan lewat sini aku mencoba merapihkan pakaian yuna "jangan sedih ibu... aku akan pulang ini hanya 1 hari 1 malam" katanya dia tersenyum menenangkanku dia menarik kedua ujung bibirnya dengan kedua tanganya sendiri mengisyaratkan padaku untuk tersenyum dan aku mencoba tersenyum ke arahnya aku mencium keningnya dan memeluknya tak rela melepasnya, saat busnya sudah tiba yuna berlari melepaskan pelukanku dan sesekali menoleh untuk menyuruhku tersenyum "ibu sampai jumpa" dia melambaikan tangannya dan aku membalasnya dengan tersenyum "awas jika saat kau pulang kau tidak langsung pulang kerumah "gumamku saat bus yang yuna tumpangi perlahan menjauh.
Dari awal aku sudah berat melepasnya sekarang sudah terbukti anak nakal itu tidak pernah pulang, dia meninggalkan ibunya ini sendirian aku akan menghukumnya saat aku bertemu dengannya, sekarang aku sering bangun kesiangan karena untuk apa aku bangun pagi sekarang aku tidak sesibuk dulu aku berjalan menghampiri kamar yuna kubuka pintu kamarnya aku melihat kaus kaki merah muda yuna yang ku letakan diatas kasurnya "sekarang ibu menaruh kaus kakimu diatas kasurmu supaya kau tidak kesulitan mencarinya, jaket sudah ada pada ibu, dasi biar ibu simpulkan untuk yuna sekarang yuna pulanglah biar ibu bisa memasak untuk yuna" aku terus berbicara seperti itu jika sedang dikamar yuna, dengan wajah lesu aku menyiapkan sarapan untuk diriku sendiri duduk di meja makan sendirian aku melihat kursi kosong di depanku yang hanya terisi oleh sebuah tas berwarna biru tua "ibu sudah membelikanmu tas baru lalu kemana kau sekarang anak nakal?"aku menatap kursi kosong itu, mulai menangis kenapa yuna meninggalkanku sendirian, aku mulai bangkit dari duduk ku dan aku sadikit memulas bibirku agar tidak terlalu kacau aku akan mengunjungi anakku aku harus cantik kutarik kedua ujung bibirku mencoba untuk tersenyum.
Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang sedikit menanjak dengan tangan kananku yang sedang menenteng sebuah tas sekolah biru tua yang kubeli minggu kemarin sedangkan tangan kiriku mengenggam sebuket bunga mawar merah kesukaan putriku. Sudah 15 menit aku berjalan dan terlihatlah sebuah gundukan makam dengan batu nisan bertuliskan yuna air mataku menetes membaca tulisan di batu nisan itu yuna mengalami kecelakaan saat akan kembali pulang dari wisatanya bis yang ia tumpangi masuk kejurang dan yuna tidak terselamatkan iya... Anakku telah pergi, putriku sudah tertidur selamanya meninggalkanku sendirian dalam kesepian aku berjongkok di samping makam yuna kutaruh sebuket bunga diatasnya "ibu datang yuna, ibu sudah membelikanmu tas baru, ibu sebenarnya marah kau bilang kau akan pulang tapi nyatanya kau meninggalkan ibu sendirian, kau tau kamarmu sangat rapi sekarang tapi saat ibu merindukanmu ibu selalu mengacak-acak kamarmu dan ibu akan membereskannya kembali ibu sungguh merindukanmu yuna apa yuna tidak merinddukan ibu?" aku menatap batu nisan itu dengan berlinang air mata ku peluk erat tas baru untuk yuna menangis sesegukan karena merindukan yuna "terimakasih sudah menjadi putri ibu yuna.... " gumamku, kurasakan helaian rambutku terbuai oleh angin apa ini jawabanmu untuk ibu yuna? Tanyaku dalam hati "ibu tahu kau selalu bersama ibu, ibu menyayangimu yuna sampai jumpa.."
'tunggu ibu disana yuna.'
ESTÁS LEYENDO
See you yuna......
Historia CortaCerita ini terinspirasi dari MV milik The ark -the light bukan maksud meniru tapi cerita ini hanya menggambarkan isi ceita dalam video klip
