I love you,my bestfriend

20 4 4
                                        

Sergio Davidson
Huft
Aku baru saja sampai dirumah.tapi kenyataannya,hampir membuat ku gila.jam ternyata sudah menunjukan pukul 05.30.aku baru saja pulang dari rumah sakit,dan sekarang,aku harus bergegas ke kampus.apa dosen itu sengaja dan mengerjaiku seperti ini?"oh Tuhan,kenapa aku lemah sekali"batinku.

Renai Stefanny
Sergio baru saja pulang.dia yang menjagaku semalaman dirumah sakit.aku menyuruhnya pulang dan beristirahat,tetapi dia bersikeras menemaniku di sini."gio,kamu memang sahabat yang paling baik"

Sergio Davidson
Aku buru buru meninggalkan kelas.telpon dari perawat rumah sakit barusan mampu membuatku terlihat seperti orang gila.aku panik.segera ku nyalakan mobil.speedometer mobil menembus angka 80-95.bagaimana tidak,perawat tadi mengatakan bahwa kondisi Renai kritis.jelas saja aku langsung kalap seperti ini.aku ingin marah.kenapa Tuhan menyulitkan Renai seperti ini?aku menyayanginya,Tuhan.tolong jangan buat dia semakin sakit.
Aku cepat cepat memarkirkan mobilku di basement parkir rumah sakit.setelah itu aku langsung berlari ke kamar Renai.aku melihat beberapa perawat,dan seorang dokter.perawat perawat tersebut meninggalkan ku berdua dengan dokter tadi."bagaimana keadaan Renai?"tanyaku kepada dokter Jack."kondisinya sekarang sudah stabil.tadi,kondisinya sangat kritis.untung saja kami sempat mengambil langkah penyelamatan,sehingga kondisinya sudah stabil seperti sekarang"jelas sang dokter yang kelihatannya sudah berumur 68 tahun itu."syukurlah"desahku.rasanya aku ingin menangis kalau kalau aku dihadapkan dengan keadaan seperti ini.dokter Jack pamit meninggalkan ku.setelah dokter Jack pergi,aku langsung masuk ke kamar Renai.kulihat beberapa selang di tubuhnya.dia masih belum sadar.aku mendekatinya,lalu duduk di sebelah ranjangnya.sungguh,aku suka melihat wajah Renai.wajahnya begitu damai,sejuk,manis.aku tidak pernah bosan melihatnya.bahkan wajahnya itulah yang kurindukan,meski hanya beberapa jam aku tidak melihatnya.aku mengenggam tangannya yang dingin seperti es.ku belai rambutnya yang hitam.aku tersenyum.aku merasa bahagia memiliki sahabat seperti dia.yah,sahabat."aku harus memendamnya,aku tak ingin kehilangan dirinya"

Renai Stefanny
"Uh..kenapa,kepalaku pusing.loh,kenapa Sergio disini lagi?"
"Gio...bangun"ucap ku pelan,sambil menggenggam tangannya.aku tersenyum,dia memang sangat tampan.bahkan saat sedang tidur seperti ini.aku suka melihat matanya,hidungnya yang mancung.astaga,aku sadar,dia sahabatku.tidak mungkin lebih.aku tersenyum sedih kali ini."ya Tuhan,tolong simpan saja rasa ini.aku hanya tak ingin kehilangan dirinya"
Sergio bangun,dia berusaha sadar.hihihi,dia seperti anak kecil saja."akhirnya kamu sadar Rei"Sergio memelukku.aku bisa merasakan dirinya menangis."Gio,kamu kenapa?"aku khawatir karena dia menangis."pas aku tadi lagi di kampus,kamu kritis.aku di telpon sama perawatnya.aku langsung kesini.aku khawatir sama kamu Rei"cecar Sergio."oh tuhan,maaf aku membuatmu khawatir ser"aku merasa bersalah dan menangis."sudah Rei jangan menangis,aku selalu ada disini untukmu"kata Sergio mengusap air mataku sambil tersenyum.

Sergio Davidson
Aku menyuapi Renai.hahaha,dia lucu saat makan.jika aku tidak memaksanya makan,dia mungkin tidak makan sampai besok.padahal dari tadi malam dia belum makan apapun."ini suapan terakhir"kataku sambil menyodorkan sesuap sup jagung kesukaannya.renai menurut.aku tersenyum."Rei,kamu mau apel atau jeruk"tanyaku sambil membawa buah apel dan jeruk."hmm,kelihatannya apel itu menggiurkan"oh baiklah.dia ingin apel."siap tuan putri!apel ini akan tersedia dalam waktu 1 menit"tawaku sambil berjalan ke arah meja dapur di kamar rumah sakit ini."Rei,tadi aku membelikan mu novel.aku menaruhnya di rak sebelah ranjangmu"bisa kubayangkan betapa antusiasnya Renai saat mendengar kata"novel".Renai sangat menyukai novel."wahh,Makasih Gio"Renai menatap novel itu dengan takjub.aku membelikannya 3 novel.sebenarnya novel novel itu bersambung."sama sama tuan putri"ucap ku menyodorkan apel sambil mencium keningnya

Renai Stefanny
"Wahh,makasih Gio"Gio membeli novel untukku.katanya agar aku tak bosan di sini.aku sangat jarang menonton TV apalagi bermain handphone.aku hanya malas.membosankan bagiku.kesukaanku selama dirawat disini ya cuma saat ada gio,dan membaca novel."sama sama tuan putri"balas Sergio sambil mengecup keningku.aku terdiam.sergio.mencium.keningku.astaga,aku kaget tapi bahagia."ser,andai kau tahu perasaan yang sebenarnya"batinku.sergio tersenyum ke arahku.dia menyuapi ku apel.dia sangat sayang kepada sahabatnya.aku membalas senyumnya.
"Mulai malam ini,aku akan nemenin kamu di sini"kata Sergio sambil menata meja yang berantakan."kamu tidur disini?terus kuliah mu gimana ser?"tanyaku.aku tak ingin Sergio menjadi repot karenaku."iya,aku bakal nemenin kamu"dia memelukku."kampus mulai besok sudah libur.jadwal liburnya sebulan penuh.jadi,aku bisa ngelakuin apa aja kan?"lanjutnya tertawa menggoda."baiklah baiklah"tawaku pura pura mengalah."awwh!"pekikku.tulang tanganku terasa nyeri.sergio kaget"Rei kamu kenapa?."Gio tangan ku nyeri"aku meringis.sakit sekali.sergio berlari keluar memanggil dokter.dokter serta perawatnya dengan cepat datang ke kamarku.sergio di suruh menunggu di luar kamar.dokter tersebut bertanya bagian mana yang sakit.aku menjawab tangan.dia lalu menyuntikkan cairan.rasa sakitku perlahan lahan mulai hilang.dokter tadi keluar dan sepertinya dia berbicara dengan Sergio.perawat yang disebelahku lalu mengganti infusku dengan yang baru.setelah itu dia mengatakan kalau sakitnya kambuh lagi,aku harus cepat cepat memberitahu dokter.perawat tadi tersenyum lalu keluar.dia terlihat sangat ramah.5 menit kemudian Sergio masuk sambil membawa obat."bagaimana Rei?"tanyanya khawatir."aku baik baik saja Gio"."ini obat mu yang baru.kata dokter,aku harus memastikan agar kau meminum obatnya tepat waktu".ser,kau sangat baik...

Sergio Davidson
Baiklah.aku akan pulang sebentar untuk mengambil barang barang yang ku butuhkan selama di rumah sakit.aku sudah berpesan kepada perawat untuk menjaga Renai."ser,hati hati dijalan"ucap Renai sembari memelukku."iya tuan putri.aku bakal hati hati dijalan"kataku sambil mencium keningnya.aku sadar,aku memiliki perasaan lebih kepada Rei.
Klek
Aku membuka pintu rumah.aku bergegas mengambil barang barang yang kubutuhkan.tak butuh waktu lama,semua barang yang kubutuhkan sudah tertata rapi.aku langsung menutup pintu rumah dan menyalakan mobil."haruskah aku ke supermarket?"guna mukim sendiri.baiklah,aku memutuskan ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli bahan makanan.
Yah!semuanya sudah beres.aku memasukkan barang belanjaan ke bagasi mobil.
Sial!aku memang sial.jembatan utama yang berada di tengah kota ditutup karena kecelakaan beruntun.terpaksa aku mengambil jalan memutar,melewati hutan.jaraknya pun jauh,kurang lebih 1 jam perjalanan menuju ke rumah sakit.ini sudah jam 11 malam.renai pasti khawatir.disini tidak ada signal
Jalanan hutan malam hari?tentu saja gelap.tak ada lampu.aku hanya mengandalkan lampu depan mobilku.
Drttttdrttttt,ada panggilan masuk.Renai!aku mencoba meraih handphone yang ku taruh di kursi belakang.
Brukkk!!!
Gelap.semuanya.tak.terlihat
Yang ada dipikiranku hanya Renai
Oh,apa ini!
"Kenapa Renai menangis di depan ku?rei,kamu kenapa?
Rei aku menyayangimu
Rei
Aku
Mencintaimu..."
Lalu semuanya gelap lagi

Stuart Davidson
"Baik!saya akan segera kesana!"
Astaga!apa yang terjadi denganmu ser!
Sergio,dia adalah adik kembarku.
Aku mendapat kabar dia kecelakaan.
Aku panik.aku segera berangkat ke rumah sakit.

Renai Stefanny
"Lama sekali Sergio kembali"batinku."huft ser,aku Merindukanmu".aku memeluk boneka Teddy bear yang lumayan besar pemberian Sergio.
Tok tok tok
"Itu pasti Sergio!"aku tersenyum.
Aku kaget.karna yang masuk bukan Sergio.wajahnya sangat mirip dengan Sergio,tapi aku tahu,bahwa dia bukan Sergio.dia pasti kembarannya,stuart davidson.apa yang dilakukan stu disini?aku bingung."stu?apa yang kau lakukan disini?kemana sergio?kenapa dia belum kembali?"aku merasa ada yang aneh dengan raut muka stuart.
"Renai,Sergio mengalami kecelakaan tadi.dia dirawat di rumah sakit ini"stuart lesu."Apa!?"pekikku.
Tidak
Tak mungkin
Ser...
Aku mencintai mu
Kau harus tau itu ser
Aku sangat mencintaimu
"Antar aku ke tempatnya dirawat stu!"aku meronta.sangat sakit rasanya mendengar kabar Sergio kecelakaan."baik ren,aku akan membawa mu ke sana"kata stuart.stu dan beberapa perawat menaikanku di kursi roda.aku terus menangis.stu mengatakan semuanya akan baik baik saja.tapi aku tak bisa!aku terlalu cemas.aku memeluk erat boneka Teddy bear Sergio.air mataku terus berjatuhan.

Stuart Davidson
Renai terus menangis.aku bingung.sergio belum sadar.ya tuhan,tolong lindungi saudaraku.aku memutuskan menunggu diluar ruangan.hanya ada Renai di ruang perawatan Sergio.

Renai Stefanny
Aku memutar roda kursiku mendekati Sergio
"Ser,kamu tidak menepati janjimu
Janjimu untuk berhati hati dijalan
Aku harus bagaimana sekarang?
Aku ingin kau sadar ser
Ser...
Aku ingin memberitahumu
Aku mencintaimu
Ku mohon bangun ser..."
Aku membisikkan kata kata itu ke telinga Sergio.kugenggam tangannya.kubiarkan air mataku menetes di dadanya."aku juga mencintaimu Rei.cinta yang lebih dari seorang sahabat"sergio!dia bangun!dia bisa berbicara walaupun suaranya lirih.sergio!aku tersenyum,kugenggam erat tangannya"ser,kamu sadar?bangun ser"ucap ku menatap Sergio."dia membuka matanya.dia tersenyum.terimakasih Tuhan!

Sergio Davidson
Sepertinya Renai dari tadi menangis terus terusan."aku juga mencintaimu Rei.cinta yang lebih dari seorang sahabat".rei tersenyum.dia menyuruhku bangun.haha Renai,gadis itu memang sangat menggemaskan."Aku sudah sadar tuan putri"aku berusaha duduk di ranjang."gio!pelan pelan!aku tak bisa membantumu"ucapnya sedih."hei hei,tak apa"aku tersenyum sambil memegang tangan Renai.
"Rei?"
"Ya ser?ada apa?"
"Aku mencintai mu"akhirnya aku mengatakannya.perasaan yang selama ini kupendam akhirnya ku lepaskan.
Renai berusaha berdiri"hei kau sakit Rei!"aku takut dia belum kuat berdiri.tapi nyatanya dia bisa."aku tak apa ser"dia mendekati ku."satu hal yang harus ku tahu ser,aku juga mencintaimu.hanya saja selama ini aku mencoba memendam perasaanku untukmu.aku tak ingin kehilangan mu."ucap Renai sambil memeluku.dia menangis"maafkan aku Rei,seharusnya aku mengatakan ini dari dulu"sesalku."tak apa.aku tak ingin memaksamu untuk menyukai ku juga Gio"senyum Renai sangat manis.aku sadar aku sangat jatuh cinta padanya.aku mendekapnya dalam pelukanku.dia mengenggam tanganku.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 09, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

AlwaysStories to obsess over. Discover now