Tentang Diriku

472 21 1
                                        

aku hanyalah gadis sma biasa yang sedang berusaha mendapatkan masa depan yang kuinginkan aku bukan anak yang pintar atau cerdas seperti kedua kakaku tapi aku hanyalah gadis yang sedang berusaha nenjadi gadis cerdas seperti keinginan keluargaku aku hanya gadis yang mempunyai keinginan menjadi sukses dimasa depan sesuai keinginan ku dan keluargaku aku bukan orang kaya raya yang bergelimang harta ayahku hanyalah seorang nahkoda sedangkan bundaku hanya seorang ibu rumah tangga.aku tidak seperti kakak-kakaku yang sudah dibanggakan kedua orangtua dan bahkan banyak orang aku hanyalah gadis yang berusaha agara seperti kedua kakakku yang menjadi kebanggaan orang tua.aku bukan gadis yang mempunyai banyak teman aku gadis yang memiliki sedikit teman .aku bukan gadis yang memiliki banyak prestasi bagus disekolah aku hanya gadis sma biasa yang selalu gagal dalam menggapai prestasi rasanya ingin menyerah tapi enggan ingin menangis tapi tidak boleh ingin protes pada tuhan tapi untuk apa? percuma saja sekarang semua itu hanya bisa kujalani dengan sepenuh hati ." gapapa fries kamu ngga masuk final yang penting kamu sudah berusaha" ya selalu itu yang diucapkan wanita paruh baya yang setiap hari senin -jum'at mengajarku siapa lagi kalau bukan bu Lita guru Bahasa disekolahku satu-satunya guru yang dekat sekali dengan ku.setiap ku gagal dalam suatu perlombaan dia lah yang menyemangati."terimakasih bu yasudah saya kekelas ya bu assalamualaikum" ke kelas yaah inilah hal yang menyedihkan kembali ke kelas karna dikelaslah tuhan mengutus beberapa orang untuk menguji ku "ckckck kalah lagi? ya ampuunn lo itu tuh malu-maluin tau ngga malu-malin kelas,sekolah,guru,dan kita semua masa gitu aja kalah sih lemah tau ngga sih lo itu" dia menunjukku lebih tepatnya kewajahku yatuhan sampai kapan aku harus bertahan menghadapai makhluk seperti dia? sampai kapan aku kuat dengan semua ucapannya yang sangat menyakitkan? sampai kapan tuhan?... " lo itu kalo ngga bisa mending ga usah sok"an ngajuin diri buat ikut lomba lo tuh bukan cuman malu-maluin sekolah,guru,dan kita tapi lo juga malu-maluin keluarga lo dan juga kakak-kakak lo" aku langsung mendongakkan kepala mendengar ucapannya tadi kini air mata sudah jatuh yaa aku mengingkari janji ku untuk tidak menjatuhkan air mata di hadapan orang tapi ucapan Dina sangat menyakitkan orang mana yang tidak sakit jika di dibilang seperti itu?? " kenapa? lo ngga terima? tapi emang itu kan kenyataannya ? ooh iya apa niat lo sok-sok an ikut lomba kaya gitu  biar lo setara gitu kaya kaka lo ka citra dan ka melody? ya ampun sampe kapanpun lo ngga bisa nyamain mereka mereka bisa dapet beasiswa kuliah di universitas yg paling bagus dan bahkan universitas diluar negri lah lo? ikut lomba kaya gitu aja kalah" cukup,cukup,cukupp aku sudah tidak kuat tuhan... bahkan kini mereka menertawakanku.aku ingin menumpahkan segalanya tidak peduli dengan irang yang ku tabrak karna aku berlari tak tentu arah persetan dengan semua omelan mereka.aku sudah tidak kuat terserah saja dengan tatapan aneh mereka padaku terserah saja akan semua bisikan mereka tentangku "bodoh banget sih kamu nangis ko di taman sekolah emang ngga malu diliatin orang? ayo ikut saya" siapa dia? dan lihat dia bilang aku bodoh yaa memang seorang frieska memang patut diejek " hey kamu siapa mau bawa saya kemana?" oh shitt dia mau membawa ku kemana? sedikit takut melihatnya karna ia lelaki " kamu tinggal ikuti saya sudah diam saja lagi pula sebentar lagi bel pulang karna guru akan rapat di dinas pendidikan" tetttt tetttt tetttt ia berhenti sebentar " tuh kan saya bilang juga apa ayo" aku hanya mengikutinya saja entah apa yang nanti dia lakukan aku tidak peduli entahlah mengapa biarkan saja tapi yang aku tau tentangnya dia pasti satu sekolah denganku karna seragamnya dia memakai seragam olahraga rambutnya sedikit acak-acakan dan dia memakai kacamata."nah kalo mau sedih-sedihan,ngga kuat sama semuanya tumpahinnya tuh disini bukan ditaman sekolah" dan yang benar saja dia membawaku ke bagian paling atas gedung sekolah dengan 3 lantai ini dan sekarang... aku bingung akan berbuat apa pasalnya aku juga bingung dia ini kenapa? kenapa dia tiba-tiba mengajakku ketempat ini? " nih kalo mau numpahin segala emosi begini nih ikutin cara saya kamu hirup udara lalu hembuskan perlahan dan nikmati angin yang menerpa wajah kamu coba deh"entah kenapa juga aku mengikuti caranya dan benar saja ketika angin menerpa wajah ini semua kejadian terulang dikepalaku seperti putaran sebuah film saat dimana aku menangis ,kecewa,dan ingin menyerah semua seakan seperti tayangan sebuah film dan tak terasa pipi ini sudah dibasahi air mata lagi-lagi aku menangis bahkan didepan orang yang belum aku kenal. "seharusnya kamu itu ngga pantes kaya gini kamu buang-buang tenaga kamu untuk nangisin ucapan temenmu yang ngga tau diri itu seharusnya ucapan dia kamu jadikan motivasi" yaah dia benar " kamu itu lemah jika seperti ini kamu ngga mau terlihat lemah tapi dengan ucapan temanmu yang ngga bermutu saja kamu sampai nangis seperti tadi kamu lari dari mereka sampai -sampai kamu membiarkan orang lain melihat air matamu melihat kelemahanmu" bibir ini tersenyum miris ya benar semua ucapannya " saya Faris saya akan jadi teman kamu dan sekarang tumpahkan saja rasa kesalmu buang saja rasa sedihmu lupakan hari ini " dia mengambil sesuatu dari kantong celananya dan dia mengambil pesawat kertas dab ia terbangkan " bawalah semua mimpi kami " hmm benar ucapannya hati dan jiwa ini sekarang sedikit tenang " saya frieska kenapa kamu mau berteman dengan saya?" dia terkekeh dia menuntunku untuk duduk di sofa kecil dan dia duduk dibawah " saya sudah tau nama kamu kamu saya mau berteman dengan kamu karna saya... kagum dengan mu saya kagum karna kamu begitu kuat menghadapi mereka menghadapi orang-orang yang ingin kamu menyerah saya kagum dengamu bukan karna kamu adik dari dua orang mntan murid sekolah ini yang telah membanggakn sekolah.dan orang-orang sekitar saya bangga sama kamu krna semangat kamu  mau kamu jadi teman saya?" ya aku mengangguk kami menatap keatas tepatnya kelangit biru cerah kami menikmati semilir angin yang meniup wajah kami.terimakasih tuhan setidaknya ada orang yang mau memberiku semangat selain keluarga

AYAH...Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang