Tak banyak yang bisa ku lakukan. Duduk dan menikmati secangkir teh sambil menikmati deraian air hujan yang membelah di keheningan malam. Membawaku mengingat sosokmu yang begitu menyukai hujan.
Hujan selalu menyimpan tanda tanya. Kadang kehadirannya bisa menjadi sebuah jawaban. Dia membisu, lalu tiba- tiba mengguyur sesuka hatinya.
Hujan sering kali disalah artikan, mengingatkan pada kenangan terdalam.
Bagiku, justru hujan adalah pengobat rindu. Mengingatkanku pada sosokmu. Memutar ulang waktu yang telah Dia berikan untuk kita.
"Bagaimana aku bisa menemukan sosok sepertimu lagi?"
Sosok laki- laki sederhana yang senyumnya penuh tanda tanya. Sosok laki- laki yang memaksaku memperhatikan setiap inci pergerakannya.
Semua terjadi begitu saja, ketika suaranya mengalir lembut ke gendang telinga. Deretan kata berubah menjadi narasi tentang kita, aku dan kamu. Semua mengalir begitu saja. Seperti hujan yang datang ke permukaan. Tahu- tahu aku sudah mencintainya. Sederhana bukan?
Bukankah cinta memang sesederhana itu.
Kamu mengajariku banyak hal. Bagaimana tertawa dan menari dalam hujan. Bagaimana menghadapi dunia ketika tak seorangpun disisiku.
Dan aku bahagia dengan hal- hal kecil yang kamu tunjukan.
Sering kali aku menatapmu dalam- dalam. Menyelami beningnya matamu. Lalu berfikir, sosok laki- laki macam apakah yang ada di depanku. Dia tahu cara menikmati dunia. Dan aku kagum akan hal itu.
Apakah aku ada dalam hati dan anganmu?
Aku mencoba menemukan jawabannya dalam matamu.
Bukankah mata cerminan hati.
Berdosakah aku jika aku masih mengingatmu sampai saat ini?
Selama tiga tahun terakhir ini hanyalah sosokmu yang mengajariku menikmati hujan. Menikmati setiap butiran air yang menetes lembut bukan malah menghindarinya.
Hujan malam ini benar- benar membuatku mengingat sosokmu. Cukup. Aku rindu.
Besok aku akan datang padamu dan mengungkapkan segala kerinduanku.
Aku akan membawakan bunga yang pernah kamu bawa untukku.
Mencabuti rumput liar yang berada di sekeliling nisan dan mendoakanmu.
Sudahlah, jangan protes.
Sudah cukup bagiku untuk menahan semua kerinduan dan rasa kehilangan akan sosokmu.
YOU ARE READING
Hujan dan Rindu
Short StoryTak banyak yang bisa ku lakukan. Duduk dan menikmati secangkir teh sambil menikmati deraian air hujan yang membelah di keheningan malam. Membawaku mengingat sosokmu yang begitu menyukai hujan.
