Namaku Arata Rizki. Umur 20 tahun. apa yang dipikiran kalian jika seorang cowo diumur 20 tahun? dewasa, memiliki banyak teman, bekerja, dan masih banyak lagi. Yap benar, aku sudah Dewasa. Aku juga memiliki banyak teman, tapi kenyataannya temanku hanya sebatas di dunia maya saja. Dan aku tidak bekerja. Aku lebih banyak menghabiskan waktu ku dirumah, bahkan aku ngga pernah keluar rumah sekali. Karena waktu kecil, aku mengalami syndrome yang aneh dan langkah.
Waktu itu, saat jam istirahat kelas 4 SD, aku melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu bermain dengan teman – temanku. Setelah jam istirahat habis, aku memasukkan tanganku di meja. Pada waktu itu meja yang dipake adalah meja yang dibawahnya ada lubang yang berfungsi untuk tempat tas atau buku. Dan ternyata ada sebuah kertas yang dilipat rapih. Isi surat tersebut bertulisan "Arata, aku tunggu pulang sekolah di warung Mbah Na" tanpa ada nama pengirim surat tersebut. Mbah Na adalah salah satu penjual yang ada di kantin sekalohku. Aku bingung, antara orang yang mengirim surat mau menjahatiku atau sebaliknya. Beberapa jam kemudian bel pulang telah dibunyikan, pada hari itu kebetulan ada jadwal piketku membersihkan kelas. Setelah membersihkan kelas, aku mencoba untuk menemui seorang yang mengirim surat tadi. Tampak dari kejauhan ada seorang cewe lagi duduk di warung Mbah Na yang sudah tutup. Ternyata cewe tersebut adalah teman sekelasku yang bernama Yona.
"Arata, aku kira kamu ngga bakal datang" kata Yona
"Eh Yona, kamu yang ngirim surat ke aku tadi?" balasku
" Iya, maaf ya jika buat kamu khawatir"kata Yona
"Ngga papa, emang ada apa yon?" tanyaku
Tiba – tiba Yona memegang tanganku dan mengungkapkan perasaan cintanya kepadaku. Entah kenapa tiba – tiba aku sulit bernafas dan kehilangan kesadaran.
"Arata, Arata, Arata" Yona yang kebingungan dan berteriak meminta tolong.
Setelah pingsan beberapa jam, ternyata aku sudah berada diruang uks. Ada Yona yang menangis di dekat pintu uks, dan ada guru olahraga yaitu Pak Sholikin didekatku. saat akan bangun dari tempat tidur, tangan Yona menyentuh pipiku. Dan rasa sesak dan akhirnya pingsan lagi. Ketika sadar, aku sudah berada di rumah sakit bersama orang tuaku yang menangis, ada juga Pak Sholikin. Aku pun diperbolehkan pulang. Sesampai dirumah, Mamaku memberitahuku bahwa mulai besok aku dilarang pergi kesekolah.
"Arata, mulai besok dan seterusnya kamu jangan pergi kesekolah ya. Soal belajar, nanti mama cariin guru private buat kamu." Kata Mamaku
"Emang kenapa ma?" tanyaku
"Pokoknya mulai besok dan seterusnya kamu ngga boleh kesekolah dan keluar rumah sendiri tanpa mama." Jawab Mamaku
"Iya Ma" kataku.
Keesokan harinya sebelum papaku berangkat kerja, aku bertanya kepada beliau.
"Pa, kenapa sih aku kok ngga boleh ke sekolah dan pergi keluar rumah tanpa didampingi mama?" tanyaku
"Biar nanti mama mu yang nyeritain sendiri ke kamu." Jawab papa
"Yaudah deh Pa" balasku
Pada hari itu aku sudah mempertanyakan masalah yang ada pada diriku beberapa kali, akan tetapi mamaku selalu tidak mau menjawab dan selalu mengalihkan pembicaraan.
"Ma, emang aku ini kenapa sih?" tanyaku
"Eh Arata katanya kamu pingin punya komputer ya?" Tanya mamaku yang mengalihkan pembicaraan
"Iya ma, bukannya dari dulu aku minta tapi ngga dikasih" jawabku
"Yaudah nanti pas papa pulang kerja mama suruh beliin komputer kamu." Kata mama
"Ah pasti bohong." Kataku
1 jam kemudian aku bertanya lagi ke mama tentang ada masalah apa padaku.
"Mama, aku ini kenapa kok ngga boleh sekolah. Kan aku pingin main sama temen – temen.
"Arata, lihat deh kayaknya komputer ditambah internet enak nih" kata mama yang lagi – lagi mengalihkan pembicaraan
"waaaaah, betul tuh ma. Sekalian suruh papa berlangganan internet" kataku
Lagi – lagi mama berhasil mengalihkan pertanyaanku.
1 jam kemudian aku bertanya lagi ke mama tentang ada masalah apa padaku
"Mama, jawab dong pertanyaanku" kataku
"Pertanyaan yang mana sayang" jawab mama
"Kenapa aku kok ngga boleh berangkat kesekolah lagi?" tanyaku
"Eh, Arata liat deh. Kucingnya lucu, bisa nurut gitu sama yang punya" lagi – lagi mama mengalihkan pembicaraan
"Eh iya ma, lucu banget. Disuruh duduk kucingnya duduk." Kataku sambil menonton tv dan akhirnya kecolongan lagi buat penasaran tentang masalah yang aku hadapi.
Tidak lama kemudian Papa pun sampai dirumah setelah berkerja. Keluar mobil papa membawakan sebuah komputer lengkap dan keluar juga mas – mas yang memakai seragam salah satu provider internet berlangganan.
"Eh Papa bawain Arata komputer ya sama internetnya?" tanyaku
"Iya Arata, gimana seneng ga?" Tanya papa
"Arata seneng banget" jawabku
Aku pun memeluk Papa dan Mama.
Malam pun tiba, setelah makan malam Mama dan Papa memberi tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mereka menceritakan panjang lebar, dan akhirnya aku mengerti. Dan mulai hari itu aku menghabiskan waktu dirumah, tidak mempunyai teman keluar rumah, belajar menggunakan guru privat, dan masih banyak lagi.
Oh iya, beberapa minggu kemudian Yona tiba – tiba datang kerumah. Dan yang membukakan pintunya adalah Mama. Dia menanyakan keadaanku, dan bertanya kenapa kok ngga pernah masuk sekolah. Kebetulan waktu itu aku nguping.
"Tante, gimana keadaan Arata? Oh Iya Kenapa kok Arata ngga pernah masuk sekolah lagi?" Tanya Yona
"Arata baik – baik saja kok nak, dia sekarang bersama kakeknya jauh dari sini. Mungkin dia sekarang sedang bersenang – senang bersama kakeknya. Oh iya nama kamu siapa?
"Nama saya Yona tante. Oh syukur deh kalau ngga kenapa – napa. Oh iya tante, tolong kasihkan benda ini ke Arata ya Tante, bilang aja dari Yona teman sekelasnya." Kata Yona sambil mengasihkan sesuatu ke Mamaku
"nanti tante sampaikan ke Arata ya." Kata Mama
"Yaudah tante, saya pulang dulu. Makasih tante." Kata Yona
"Hati – Hati ya nak." Kata Mama
Mama menghampiriku dan memberikan sesuatu dari Yona. Dan benda itu adalah sebuah kepala resleting tas. Aku tambah bingung apa maksudnya Yona dengan memberikan benda ini.
"Ma maksudnya ini apa? Kok dia memberikan kepala resleting tas?" Kataku
"Mungkin itu benda berharga yang dia miliki sayang" kata mama
"Apa aku buang aja ya ma?" tanyaku
"Jangan sayang, mungkin menurutmu itu benda yang tidak ternilai. Tapi mama lihat tadi Yona menginginkan kamu untuk menyimpan benda itu. Hargailah pemberian orang lain sayang." Kata Mama
Mama menghampiriku kembali dan menambahkan sebuah tali di kepala resleting tersebut sehingga menjadi sebuah kalung. Dan memakaikan kepadaku.
YOU ARE READING
Terima Kasih
RomanceSeorang cowo yang bernama Arata Rizki mengalami syndrome yang aneh dan langkah. syndrome dialami saat berusia 9 tahun. Dari 9 tahun dia selalu berada dirumah dan tidak diizinkan keluar rumah tanpa orang tuanya. sehingga dia banyak menghabiskan waktu...
