Alarm berdering cukup keras di atas nakas disamping tempat tidur gadis itu,tak ada sedikit niatpun untuk bangkit dari tempat kramat itu,dia mematikan alarm dan melanjutkan mimpinya kembali.
"Kau sangat tak ingin berniat bangun,dear? Kau bilang padaku bahwa kau ada janji pagi ini untuk bertemu Bu Adelia dan mengumpulkan tugas mu yang telat itu?" Tegur wanita itu.
Sontak gadis itu langsung bangkit dan mengambil handuk menuju ke kamar mandi,"Oh iya,aku hampir lupa,mom,terima kasih telah mengingatkan." Jawab gadis itu.
Sang ibu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak nya yang terkenal paling santai dan cuek itu terhadap apapun daripada saudara nya yang lain.
Gadis itu keluar dan turun dari kamarnya menuju ke ruang makan,terlihat disana ayah,ibu,dan saudara laki lakinya terlihat sedang menunggu dirinya.
Sang ayah pun mulai untuk memimpin dan membacakan doa sebelum makan,tak ada satupun yang bersuara diantara mereka.
"Jeff,cepatlah habiskan makananmu,kau ini sangat lambat,aku bisa telat gara gara menunggumu." Ucap gadis itu.
"Kau kan sudah dibelikan mobil oleh dad,duluan saja sana,tak usah menungguku." Jawabnya cuek.
"Tapi aku masih belum berani berangkat sendirian,tapi baiklah,aku duluan!" Ucap gadis itu terlihat kesal.
Gadis itu menuju mobil sedan mewahnya di garasi mobil,yang diberikan sang ayah dihari ulang tahunnya,sebelum pergi,dia pamit kepada ibu dan ayahnya.
"Aku berangkat dulu mom,dad." Ucap gadis itu.
"Hati-hati Amora, ingat! Patuhi rambu-rambu lalu lintas." Ucap sang ayah.
"Baik Dad,Bye..". Lalu mobil mewah itu melaju pergi meninggalkan rumah yang bergaya klasik tersebut.
Mobil sedan mewah berwarna hitam memasukki lapangan parkir di depan sekolah,seorang gadis cantik bermata coklat gelap nan tajam,berkulit putih kemerah-merahan,dan rambut hitam gelap bergelombang turun dari mobil mewah tersebut.
Tak jauh dari sana seorang laki-laki berambut coklat,dan berkulit putih pucat, turun dari mobil sport nya,dia menghampiri gadis itu dengan senyum terbaiknya,"Guten morgen,Amora. Aku tau kau pasti akan langsung menuju ruang Bu Adelia,ayo kita pergi sekarang!".
"Morgen,Dave. Kau terlihat sangat fresh hari ini,baiklah ayo kita pergi!" Ucap Amora kepada Dave.
Amora dan Dave hanyalah bersahabat,namun kedekatan mereka sering disalah artikan oleh para murid di sekolah. Mereka melakukan kegiatan bersama karena mereka saling menyayangi sebagai saudara,tidak lebih.
Mereka berdua menuju gerbang sekolah Senior High School 1,namun mereka tak langsung menuju ke kelas melainkan ke ruang guru,ke tempat Bu Adelia berada. Bu Adelia merupakan guru matematika yang mana mata pelajaran itu sangat tidak disukai mereka berdua.
"Permisi Bu,kami mau mengumpulkan tugas MTK yang kemarin." Ucap mereka berdua.
"Kalian berdua ini selalu telat mengerjakan tugas dari saya,makanya jangan sibuk berpacaran." Ucap Bu Adelia yang membuat mereka kaget.
"Tapi Bu,kami--". Belum sempat mereka berbicara sudah dipotong oleh Bu Adelia.
"Sudah,tidak ada tapi-tapi,silahkan letakan buku kalian di meja dan pergilah ke kelas kalian,jangan sampai telat!" Ucap bu Adelia yang membuat mereka kesal.
Setelah itu mereka pergi ke kelas bersama dan melakukan rutinitas seperti biasa sebagai pelajar.
Bel berbunyi dua kali menandakan waktu belajar telah berakhir,dimana para murid berhambur keluar sekolah dan menuju kendaraan masing-masing.
Amora merasa lelah dan tak ingin kemana-mana setelah pulang sekolah,dia langsung menuju rumah dan beristirahat.
●●●
Guten morgen : selamat pagi *bahasa jerman*
Hallo Readers, i want to tell you all about my new novel, jadi ini pertama kalinya aku bikin novel,dan masih banyak butuh belajar,dan masih penuh kekurangan.
Kuharap kalian ngerti yahh kalo misalnya kalimat ku rada gaje gaje gituchh huhuh:")
Btw,add to reading list yah! Hehe
Mwaacchh...:*:*:*
YOU ARE READING
Everything Has Changed
Fantasy"Aku hanyalah gadis biasa,menjalani kehidupan normal dan melakukan aktivitas selayaknya anak remaja pada umumnya,dan tak ada sedikitpun dibenakku bahwa diriku adalah pewaris takhta dari sebuah kerajaan besar,tapi itu semua bukanlah di dunia ku,namun...
