Alunan musik klasik masih terus mengalun. Ruangan dengan pilar-pilar megah itu begitu sepi. Seorang pemuda memasuki ruangan mewah nan megah itu lalu berlutut dihadapan sebuah arca.
"Puji sang Ratu. Tak ada keabadian dan kecantikan melebihimu."
Arca itu bercahaya dengan terangnya memenuhi seluruh ruangan. Perlahan-lahan, arca yang semula dalam posisi duduk di singgasananya mulai bangkit berdiri. Batu-batu mengelupas dari tubuhnya dan memunculkan sesosok wanita cantik. Wanita dengan pesona bak sang dewi. Pemuda itu tetap berlutut menghormati wanita tersebut. Wanita itu mengangkat sebelah tangannya keatas kepala pemuda tadi.
"Bangunlah, hambaku." Pemuda itu bangkit dan menatap ratunya.
"Hambaku, seperti yang telah engkau tahu, aku memanggilmu kemari karena ramalan itu telah datang. Ramalan yang dapat merenggut singgasana dariku. Ramalan yang dapat merenggut semua hambaku dariku. Aku ingin kau mencari dia. Temukan dan bawa ia kehadapanku segera." ucap wanita itu tegas
"Baik ratuku."
"Dan ingat akan jiwamu yang terjebak dikegelapan alam faerie akan segera dibebaskan jika kau menyelesaikan ramalan itu." Pemuda tersebut mengangguk pelan lalu berdiri dan membungkuk sopan kearah wanita itu
Wanita itu dengan perlahan duduk disinggasananya. Batu-batu yang semula mengelupas dari kulitnya, perlahan-lahan mulai menyatu kembali ditubuhnya. Hingga akhirnya, wanita itu sepenuhnya telah menjadi Arca kembali. Pemuda tersebut menatap Arca ratunya dan menghembuskan nafas lelah.
"Semoga ini berlalu dengan cepat."
Dan Alunan musik klasik terus mengalun.
Hai, ini cerita perdanaku di Wattpad ya :D enjoy!
Jangan lupa abis baca Vote + Comment ya :D
YOU ARE READING
Faerie
RomanceDaya hanyalah gadis biasa. Gadis biasa yang (kebetulan) mendapatkan kemampuan bernyanyi. Gadis biasa yang (kebetulan) bertemu dengan seorang pemuda yang misterius. Dan gadis biasa yang (kebetulan) mendapatkan kekuatan ini. Bukankah begitu banyak ke...
