Part 1

70 6 0
                                        


Malam ini hujan turun begitu deras. Menghantam secara brutal apapun yang ada dibawahnya. Didalam sebuah apartment mewah terlihat beberapa orang berkumpul dengan pembicaraan seriusnya. Pria itu mengenakan jas putih dan beberapa lembaran kertas yang ada ditangannya terus diamati tanpa berkedip. Sedangkan seorang pria berbadan besar dengan rambut panjangnya yang keriting duduk diatas sofa dengan matanya menatap intens ke arah depan. Seorang gadis duduk di sofa tepat didepannya. Memegangi jari-jarinya dan sesekali meremasnya. Wajahnya terus menunduk dengan ekspresi ketakutan.

"jadi kau tidak ingat siapa namamu? Alamatmu? Atau sesuatu yang bersangkutan denganmu?" pria berambut keriting itu telah menanyakan pertanyaan ini untuk ketiga kalinya dan jawabannya tetap sama. Gadis didepannya tidak bergeming sedikitpun. Tetap membisu dan kini tangannya sudah gemetar.

"tidak bisakan kau mengeluarkan suaramu? Hey tatap aku. Aku berbicara padamu nona" suaranya mulai terdengar kesal. Gadis berambut coklat gelap itu mulai memberanikan diri mengangkat wajahnya. Menatap pria didepannya dan meremas tangannya lebih kuat.

"aku rasa dia bisu. Sebaiknya kita melaporkan ini pada polisi agar mereka mencari tau siapa gadis ini" ucapnya memberi usul namun pria disampingnya yang mengenakan jas putih itu langsung menariknya menjauhi gadis berambut coklat itu.

Mereka melangkah kearah dapur dan memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.

"Jangan gila Harry. Kau lupa kalau management-mu melarang keras kau melaporkannya pada polisi. Ini akan menjadi berita panas untukmu dan namamu akan tercoreng karena telah menabrak seorang gadis hingga lupa ingatan" ucap pria itu menatap lekat kearah pria yang bernama Harry.

"sepertinya ini akan menjadi sulit" suara Harry terdengar frustasi. Seandainya dia mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang dan focus pasti semua ini tidak akan terjadi. Penyesalan selalu datang di akhir.

"kau yang membuatnya menjadi lupa ingatan. Itu berarti kau yang bertanggung jawab atas hidupnya sampai ingatannya kembali"

"kapan ingatannya itu akan kembali?" Harry tidak sabaran, bagaimana mungkin dia harus bersama gadis yang sama sekali tidak dia kenal dan harus membantunya mengingat siapa dirinya. Ini pekerjaan paling bodoh dan mustahil.

"setiap orang berbeda-beda. Semakin cepat kau menemukan hal-hal yang berhubungan dengan hidupnya dulu maka semakin cepat ingatannya akan kembali. Aku akan memberinya beberapa obat" pria yang diyakini adalah seorang dokter itu menepuk pundak harry sebagai tanda dukungan.

"ini akan memakan waktu yang lama"

"kau mau melepas tanggung jawabmu Harry Styles?"

"oh ayolah, aku hanya bercanda. Baiklah aku akan membantunya dan dia akan tinggal bersamaku" pria itu menyerah dan dibalas senyuman bangga dari dokter tersebut. Sebenarnya Harry juga merasa sangat bersalah, karena ulahnya gadis itu lupa ingatan dan pasti keluarganya sangat merasa kehilangan. Mereka berdua kembali berjalan ke ruang tamu di apartment itu. mendapati gadis itu yang menatapnya masih dengan ekspresi ketakutan.

Matanya berkaca-kaca setiap mendengar bagaimana Harry menolak kehadirannya. Tatapan harry yang tajam dan mengintimidasi membuatnya semakin tidak nyaman dan ketakutan.

"Tenanglah nona. Kau akan tinggal bersama pria ini dan dia akan membantumu sampai kita akan menemukan keluargamu" dokter itu sangat ahli dalam menenangkan perasaan. Air mata gadis itu yang sendari tadi membendung kini berjatuhan dan sebuah senyuman terukir dibibir merahnya. Dia menghela nafasnya lega seperti mendapat pertolongan dari surga.

Sweet CherryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang