A Kiss, Love and A Prince

4.9K 188 16
                                        

Credit goes to: QueShazrayKhan

......................................................................

"Baiklah, ayo lanjutkan dengan adegan ketiga dari dialog puteri yang ditawan"

"B-baik..!"

Di sebuah ruangan dimana terdapat dua sosok yang sedang berlatih untuk sandiwara festival sekolah musim panas. Seorang gadis bertubuh kecil dengan wajah oriental duduk di sebuah kursi sementara seorang gadis bertubuh tinggi berdiri di depannya memegang sebuah buku naskah.

Aku terpilih sebagai pemeran utama untuk pertunjukan kami di festival musim panas sekolah. Peranku menjadi seorang putri, sesuatu yang pasti pernah di impikan seorang gadis setidaknya sekali. Aku bermain bersama seorang kakak kelas yang sangat keren dan populer. Tunggu, apa aku baru saja bilang keren dan populer? Kami tinggal sepulang sekolah untuk berlatih membaca dialog bersama-sama.

"Ada apa Naomi?" sang pangeran menangkap sang putri sedang melamun. Lagi!

"Ahh.. umm. Aku gak begitu ngerti.. gimana seharusnya putri yang ditawan." Dia menjawab dengan matanya terpaku pada buku.

"Hmm... begitu." Gadis bertubuh tinggi itu mengusap dagunya, memikirkan sesuatu.

Naomi begitu terfokus membaca naskahnya hingga dia tidak menyadari ketika gadis bertubuh tinggi itu berjalan ke belakangnya dan melepaskan pita rambutnya.

"Kalo begitu..."

Kemudian gadis itu melepas pita rambutnya dan mengikat tangan Naomi kencang dari belakang dan membuatnya kaget.

"Hah? Apa yang..?"

"Lihat. Sekarang kamu gak bisa bergerak." Ujarnya sambil tangannya mengusap wajah gadis bertubuh kecil itu dari belakang.

"Ki... Kinal?" merasakan geli di dalam perutnya, wajahnya memerah.

Tak berapa lama, Kinal melepaskan ikatan rambut Naomi, membebaskan rambutnya yang sebelumnya terkepang menjadi terurai.

"Aku sudah melepaskan kepanganmu, apakah ini yang dia rasakan? 'putri yang tertawan'." Dia berbisik di telinganya.

Kemudian, Kinal berjalan dari belakangnya, sekarang dia berada di depan Naomi. "Sekarang.. bagaimana dengan dialognya putri?"

Dia dekat sekali denganku!

"Urm.. urm.."

Oh ayolah! Berhenti berdetak sangat cepat! Dia bisa mendengarmu!

"Tidak seharusnya kamu melakukan itu, pangeran. Hal ini akan menyebabkanku berbuat kejahatan." Dia mengingat dialognya.

Dia menatapku!

"Jika aku memiliki kekuatan sihir, aku akan mengubahmu menjadi sebuah batu"

Ya Tuhan! Wajah kami sangat dekat.

"Aku akan mengubahmu menjadi sebuah perhiasan untuk menghiasi dadaku"

Aku harus berhati-hati agar tidak mengacaukan dialogku.

"Aku akan menghapuskan nodamu dengan sebuah ciuman."

"Hah?"

Kinal memegang dagu Naomi dan perlahan wajahnya mendekat. Dengan senja sebagai latarnya, sang pangeran telah mencium sang putri yang tertawan.

Apa yang...???

...

"L-lo ngiket tangan dia di belakang.. dan cium dia??!!" kata sebuah sosok kecil dengan buku terlepas dari tangannya.

MementoWhere stories live. Discover now