1

24 1 1
                                        

Hari ini adalah hari dimana Rina menjadi murid baru di sekolahnya. Setelah masa orientasi siswa berakhir sekolah SMA Taruna Bangsa mengadakan acara pengenalan eskul yang ada di SMA tersebut.

"Rina ayoo bangun nak keburu telatt"
Ucap sang mama

"Iya ma Rina masih beres2"

Setelah beres2 Rina segera turun menemui mama dan papanya
"Rina ngakk ikut sarapan ya ma pa, keburu telat"

"Okk jangan lupa beli makan ya nak" ucap sang mama

"Siap maa, kalok masalah itu beres"

Rina segera memanggil mang udin untuk mengantarkannya ke sekolah. Setelah menempuh perjalanan 10 menit Rina tiba di sekolah SMA yang iya tuju.

"Udah rame aja nihh" batin Rina melihat sekeliling sekolah

Saat asyik memperhatikan seisi sekolah tak sengaja Rina menabrak seseorang.

"Eh sorry ngak sengaja"

"Ok ngak apa kok" ucap orang yang di tabrak Rina tadi

Cukup lama Rina terpaku melihat sosok yang menabraknya.

"Dia?" (ngak mungkin itu dia)

"Hey Rina ngapain sihh lho natap kedepan terus??" ucap Sita sahabat Rina yang melamun tak menghiraukan suara sahabatnya

"Halloooo RINA SYAKILIA PUTRI ada orang lho disiniii"

"Apaan sih Sita gue ngak budek kali"

"Ya lho emang ngak budek Rina tapi lho tuli ngerti ngakk???

"Sama aja kali sitaa itu namanya"

"Btw kenapa lho ngakk nunggu gue sih sit didepan gerbang"

"Gue udh nungguin lo kali rin lo aja yang ngak dateng2. Sampekk kesemutan kaki gue nungguin lo di depan gerbang tadi"

"Okk lahh gue salah sitt. Gue minta maaf gue kesingan hari ini"

Sambil mengobrol mereka menuju ke lapangan tempat dimana semua eskul di sekolah itu akan di pertontonkan pada murid baru. Mereka mengambil duduk di barisan kedua dari depan.

"Ehh Rin gue pingin tanya deh, setelah lo lihat pertunjukan eskul ini nanti lo mau milih eskul apa"

"Gue ngakk tau Sit, gue sih pinginnya basket"

Mereka larut dalam obrolan yang mereka obrolkan sampai tak melihat acara telah berlangsung sejak tadi. Dan tiba saatnya eskul basket mempertontonkan kebolehannya dalam memainkan bola serta melambungkan bola ke atas ring.

"Ehh lihatttttttt ya ampunnn kakak itu ganteng bangettt" ucap histeris cewek yang duduk di barisan belakang rina

"Gila ganteng bangettt sumpah. Jadi pingin dehh gue jadi bola basketnya"

"Cool bangettt"

Dan masih banyak lagi pujian yang Rina dan Sita dengarkan. Seketika mereka memfokuskan pandangan mereka ke depan dan Rina mulai diam terpaku untuk kedua kalinya.. DIA lagiiii kenapa harus dia dan selalu diaa.

"Gila rinn kapten basketnyaa ganteng bangettt, gue pingin dehh jadi pacarnyaaa" ucap sita tak kalah histeris dengan yang lain

"Apaan sihh Sitt, biasa aja tuhh"

"Apa lo bilang biasa??. Gue ngak habis fikir sama jalan pikiran lo Rin cowok seganteng dia lo bilang biasaaa helloww Rinn dimana mata lo"

"Apaan sih Sit kok lo jadi alay ginii jijik dehh gue"

"Lo ngakk ngertii temen lo ini seneng lihat yang bening2 gini"

Tanpa Sita ketahui Rina memandang cowok yang menjadi pusat perhatian acara tersebut.

"Rin lo denger ngakk tadi dia anak mia berapa??

"Kalok ngak salah sih tadi 11 mia 2 Sit"

"Gue kayaknya suka deh sama kak Rama dia idaman banget"

"Gue doain deh lo bisa jadi pacarnya kak Rama"

Tak terasa semua eskul telah di tampilkan dan semua murid baru di sekolah itu di wajibkan langsung memilih eskul apa yang akan di ikuti nya. Mereka di wajibkan mendaftarkan diri di setiap barisan yang telah di buat oleh OSIS sesuai dengan papan nama tiap2 eskul. Rani dan Sita bingung harus memilih apa.

"Sit lo milih eskul apa?"

"Jelas gue baskett lah sama kayak lo"

"Gue? Gue ngak jadi basket dehh Sit gue males"

"Kok lo gituu sih Rin lo ngak asik banget, lo milih apa'an terus kalok ngak basket"

"Gue milih musik aja deh"

"Ok lahh. Ayuk kita daftar keburu rame ntar"

Rina dan Sita segera berbaris ke barisan eskul yang mereka pilih. Sampai pada akhirnya Rina tiba di baris paling depan

"Isi nama, nomer telpon,sama kelas berapa ya dek"
Ucap kakak OSIS yang bertanggung jawab pada eskul musik tersebut.

"Ok kak"
Rina pun menulisnya dengan teliti. Sayup2 Rina mendengar percakapan di depan meja pendaftaran itu.

"Eh bro gimana sama musik lo udah banyak belum yang daftar"

"Eh bro lo ngagetin aja. Udh banyak nih lumayan lah bro. Oh iya bro lo jadi ngak masuk nie eskul di jamin lo makin tenarr bro, secara lo kan idaman sekolah ini"

"Apaan sih lo ngak juga kali vin. Lo aja fans nya ngak kalah banyak sama gue br. Oh iya bro ntar pulang sekolah lo ke rumah gue bro, biasa nyokap bokap gue ke luar negeri"

"Ok deh"

"Ngak mungkin itu dia" ucap Rina dalam hati

"Ehh dek udah belum nulisnya, antriannya masih panjang tuhh, malah bengong lo"

"Ehh.hh iya kak"

Rina pun meninggalkan barisan itu dan segera cabut dari sekolah karena acara telah selesai. Rina segera me line Sita.

"Gue pulang duluan Sitt. Gue ada urusan mendadak"

"Haaa sumpah lo dah cabut?? Ngak asik banget lo. Oklahh gue juga cabutt. Ngak ada teman lagii gue disini"

Rina telah sampai di rumah dan segera masuk ke dalam kamarnya. Hari ini adalah hari yang tidak di duga2 oleh Rina karena bertemu kembali dengan DIA. Dia yang selalu ada dalam setiap memori kehidupannya.


Hai hai ini cerita pertama gue di akun ini.

Masih belajar ya guys butuh banyak masukan. Happy Reading guys jangan lupa like and commentnya ya

Next or no?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 23, 2016 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Only YouStories to obsess over. Discover now