Wendy selalu menganggapku brengsek.
Aku selalu bisa merasakan sorot kebencian yang kental saat dia sedang menatapku. Seperti menyiratkan bahwa dia sangat ingin menggorok leherku, lalu menyeret-nyeret kepalaku hingga putus, kemudian dipamerkannya ke semua orang sambil berkata, "Akhirnya gue bisa nyingkirin bajingan ini!"
Sungguh, aku tidak tahu penyebab sebenarnya hingga dia bisa begitu membenciku. Tiba-tiba saja saat awal tahun kedua kami di SMA, aku selalu merasakan tatapan mematikan dari seseorang. Saat aku menoleh, tatapanku langsung bertemu dengannya. Di kantin, lapangan basket, gedung serba guna, atau bahkan saat dia lewat depan kelasku—aku yakin dia melewati kelasku dengan sengaja hanya untuk memelototiku!—sumpah, aku benci mengatakan ini, tapi aku merinding!
Wendy adalah seorang cewek mungil, tingginya mungkin hanya sekitar 152 cm, kulitnya putih, matanya bulat kecil, dan teman-temanku sering bilang bahwa mereka meleleh karena lesung pipinya yang muncul saat ia tersenyum. Well, untuk poin terakhir jelas saja jarang sekali aku melihatnya karena ... kautahu, kan? Mana pernah ia tersenyum padaku? Setiap kali aku memergoki wajahnya, jelas saja dia sedang asyik memelototiku, dan aku segera memalingkan wajah.
Aku tidak terlalu ingat kapan aku mengenalnya. Kalau tidak salah, waktu kelas sepuluh, dia pernah mengikuti klub drama. Saat itu aku pernah mendengar gosip beredar yang menggunakan judul "Wendy Kecil yang Tetap Kecil Meninggalkan Peter Pan yang Selalu Kecil". Nah, kira-kira kau paham, kan?
Kabarnya, pertunjukan drama yang ditampilkan pada saat pensi sekolah bulan Desember lalu itu sukses besar. Dengan menampilkan parodi dari kisah Peter Pan yang melegenda itu, anggota klub drama berhasil menuai banyak pujian. Aku turut menonton, tetapi tidak terlalu ingat dengan detail kisah yang ditunjukkan.
Aku sudah pernah bilang, kan, bahwa Wendy itu seorang cewek yang mungil? Dalam drama itu dia memerankan tokoh yang namanya sama sepertinya. Itu lho, Wendy, temannya Peter Pan. Nah, menurut para cowok di sekolahku, Wendy sangat imut dalam memainkan perannya. Kekonyolan terjadi saat Wendy yang harusnya tumbuh lebih besar dari Peter Pan, menjadi Wendy imut-imut yang bahkan tingginya tidak sampai sebahu dari Peter Pan walau umur mereka bertambah.
Jadi, dari situlah Wendy menjadi salah satu cewek populer yang ada di sekolahku. Walaupun begitu, sebenarnya kau tidak akan bisa menemukan sisi khas-cewek-pentolan-sekolah pada diri Wendy. Karena menurutku dia sangat kekanakan.
Ia selalu memakai sweater pink, rambutnya yang sebahu selalu digerai, dia mungil, cara berjalannya sedikit melompat-lompat seperti sedang di atas padang rumput berbunga-bunga, dan senyum yang sering mengembang kecuali saat sedang melihatku.
Yah, jadi itulah uraian singkat tentang keimutan Wendy, yang, well ... kenapa aku jadi tahu beberapa hal tentangnya?
Kurasa aku sudah hampir sinting. Misteri mengapa ia selalu melotot ke arahku itu masih belum bisa kuungkap. Dan kurasa tidak akan pernah bisa kuungkap jika aku tidak meminta bibir mungilnya itu untuk menjelaskan padaku.
=======================
20 September, 2016.
447 words.
-Tory.
YOU ARE READING
Wendy in the Mask of Shadow
General FictionWendy selalu menganggap Ken sebagai cowok brengsek. Berawal dari sebuah pesta topeng konyol yang menyebabkan sebuah insiden pertemuan pertama mereka, di mana Ken berperan sebagai pahlawan-mengagumkan-dari-kegelapan bagi Wendy. Namun beberapa waktu...
