Dia lagi.
Dia selalu saja muncul dimanapun dan kapanpun, meski aku menjauh dan melupakannya.
Aku bertemu dengannya 3 tahun yang lalu, ketika takdir membawaku 'tersesat' dalam permainannya.
______________________________________
Day 1
Aku hanya mengelilingi taman hiburan ini seorang diri, bukan karena aku tidak memiliki teman, hanya saja aku sedang ingin seorang diri. Tepatnya aku sedang melarikan diri dari rutinitas harianku. Bukan sebuah kondisi yang memungkinkan aku untuk mengajak beberapa teman bermalas-malasan, dan ya kalian benar jika berpikir bahwa aku tidak memiliki pasangan. Tak perlu ku jelaskan alasannya, karena kalian akan lihat sendiri, aku akan membeku seketika dihadapan lelaki, terlebih jika aku menaruh rasa padanya.
Seperti halnya beberapa saat yang lalu ketika seorang pria berlalu disampingku. Meski aku hanya melihatnya sekilas ketika berpapasan, aku merasa pertemuan kali ini akan mendatangkan pertemuan lainnya, atau itulah yang diharapkan hatiku. Sebenarnya hal ini bukan sebuah pertemuan yang romantis, hanya saling melemparkan senyum sopan-santun, setelah aku hampir saja menubruknya. Begitulah pikirku pada awalnya.
Hanya saja, kenapa aku selalu mengingat senyum sederhana itu?
Apa ini yang mereka sebut cinta pada pandangan pertama?
Jelas tak mungkin, aku bahkan tidak melihat wajahnya dengan jelas, hanya sebuah senyum simpul. Tak lebih. Namun takkan pernah dapat ku lupa.
______________________________________
Day 2
Tanpa sadar, setiap kali ingin menghabiskan waktu luang, taman hiburan ini selalu menjadi pilihanku. Mungkin aku sangat menikmati segala sesuatu yang ada di sini. Mungkin juga aku hanya ingin bertemu dengannya sekali lagi.
Ah, jangan bodoh!!
Mana mungkin dia akan selalu datang setiap kali aku berkunjung ke tempat ini. Sekali atau dua kali sih mungkin saja. Jika saja kami bertemu aku akan mengajaknya berbicara.
______________________________________
Day 3
Aku sudah memikirkannya dengan baik, bahwa pertemuan hari itu hanyalah sebuah kebetulan kecil yang tak akan terulang kembali. Hari ini aku putuskan berhenti mencari, berhenti mengunjungi taman hiburan itu. Hanya saja setiap kali aku berbalik senyumnya selalu terlintas dalam pikiranku.
______________________________________
Day 4
Hari ini tak ada sesuatu yang spesial. Aku hanya pergi ke taman hiburan karena bertemu saudara jauhku. Mereka mengajakku bermain mengisi waktu luang. Kami hanya berputar-putar berusaha mencoba setiap permainan yang ada di sana. Tertawa dan bercanda. Namun meski mengabaikan perasaan itu, aku selalu merasakan senyumnya di sana.
______________________________________
Day 5
Aku bertemu dengan seorang temannya ketika berdiri di depan gerbang taman hiburan. Aku ingat lelaki bertubuh mungil ini berada di sampingnya pada hari itu. Lagi pula dia tersenyum usil memandangiku. Sepertinya dia tau aku sedang menunggu temannya itu, atau tepatnya berharap bertemu dengan temannya itu. Dia tetap tersenyum dan berceletuk ringan, "Dia tidak ikut".
______________________________________
Day 6
Aku menghindari taman hiburan sedari pagi, bukan karena malu untuk bertemu dengan temannya lagi. Aku malu, jika saat ini dia tau bahwa aku selalu ingin menemuinya. Dia bisa saja menganggapku aneh, atau mungkin dia akan besar kepala karena pesona-nya. Tapi buatku begitu lebih baik, walaupun sebenarnya aku sangat berharap dia mulai tertarik pada gadis aneh sepertiku.
______________________________________
Day 7
Aku terpaksa menerima tawaran kerja part time di restoran kakakku. Seharusnya tak ada alasan menolak untuk bekerja di sini, lagi pula aku bisa bebas memakan menu yang ada, hanya saja gaji yang ku terima tak lebih banyak dari uang saku-ku. Tapi, kalian tau, rasa terpaksa itu hanya bertahan hingga jam makan siang. Tebak siapa yang datang memesan secangkir kopi dan stick keju! Si pria tampan dari taman hiburan.
DU LIEST GERADE
Untouchable Love
RomantikSeharusnya aku tak boleh membiarkan dia tahu perasaanku. Meskipun aku sangat ingin bersamanya. Seandainya aku tak pernah jatuh cinta.
