01

41.7K 1.4K 29
                                        

"Kamu mau ngelamar dimana lagi Aika? Kamu kan udah cocok di kantornya Pak Herman temen bapak itu". Seorang pria paruh baya menatap putri yang duduk dihadapannya penuh selidik. Asap rokok yang dihembuskan lewat hidung dan mulutnya membuat sang putri bergerak dengan gusar. Pembawa acara berita yang sedang berkoar-koar ditelevisi pun tak di indahkan oleh pria ini.

Akhirnya, putrinya menatapnya dengan penuh pengharapan sambil mengibas-ngibaskan sebuah majalah guna mengenyahkan asap tembakau itu.

"Bapak, Aika juga sebenernya betah kerja ditempat Pak Herman. Buktinya Aika kuat kok bertahan sampai dua tahun. Tapi pak, ada tapinya nih. Bapak tahukan anak sulung Pak Herman?".

Bapaknya mengangguk pelan. "Si Romy? kenapa dia? Kamu demen sama dia?".

Aika dengan cepat menggeleng sampai-sampai lehernya mau patah. "Amit-amit pak. Justru Aika itu mau keluar dari kantor gara-gara dia pak. Masa iya pak Aika tiap hari digodain sama dia. Trus pernah sekali di Romy itu nepuk pantat Aika. Dia itu mesum pak. Aika gak kuat!". Tutur Aika sambil menahan air matanya yang merangsak hendak keluar.

"APA?! KURANG AJAR ITU ANAK SATU!!". Sang Bapak berdiri dengan tegak sambil menghisap kuat rokok kreteknya yang tinggal seujung lagi. Lalu pria paruh baya itu berjalan menghentak ala tentara menuju letak telepon rumah yang berada didekat ruang tamu.

Aika melihat tubuh tambun Bapaknya yang sedang berdiri di depan telepon rumah. Beberapa saat kemudian suara Bapaknya yang besar menghentakkan seluruh ruang keluarga.

"Pak Herman.. Iya, ini Bambang Koesworo. Saya mau anda menghentikan kontrak kerja Aika".

"Apa? Oh tenang. Saya mau anak saya keluar dari perusahaan anda. Sebabnya? Anak sulung anda telah melakukan pelecehan terhadap Aika. Tidak.. tidak, si Romy itu sudah berani menepuk bokong Aika. Ya saya tidak suka anak saya diperlakukan seperti itu sama Romy... Tidak! keputusan saya sudah bulat. Selamat siang Pak Herman!".

BRAK!!!

"Bapak sudah bilang sama bos mu. Kamu tenang saja, serahin semuanya sama Bapak". Aika menatap Bapaknya yang duduk bersila didepan televisi. Ia sangat bersyukur mempunyai Ayah seperti Bapaknya yang galak tapi terkadang suka melawak dikala Aika lelah sepulang kerja. Intinya, ia akan membahagiakan Bapaknya dan mewujudkan cita-cita Bapaknya. Menunaikan ibadah haji ke Mekkah sana suatu hari nanti.

Aika berjalan menghampiri Bapaknya dan memeluknya dari belakang.

"Bapak, makasih mau bantuin Aika. Aika sayang sama Bapak". Bapaknya mengelus lengan Aika yang mengalung dilehernya lembut.

"Apapun untuk kebahagian kamu. Bapak pasti berusaha untuk membuat anak-anak Bapak bahagia". Aika mengeratkan pelukannya sambil menyandarkan kepalanya dibahu kiri Bapaknya, satu-satunya orang tua yang ia punya.

o0O0o

"Aduh, kok aku bisa lupa sih bikin SKCK. Gara-gara masuk perusahaan Pak Herman tanpa syarat jadi lupa sama yang satu ini deh". Aika membereskan berkas-berkasnya dan memasukannya kedalam map besar.

Tadi pagi, ia mendapat info lowongan kerja disalah satu perusahaan penerbit komik terkenal di Indonesia. Dan syaratnya pun tidak berat, Ijazah SMK nya pasti akan berguna nanti. Tapi, ia belum mempunyai SKCK seperti syarat melamar kerja pada umumnya. Akhirnya ia bertanya pada Bapaknya yang sedang duduk didepan beranda rumah sambil menikmati secangkir kopi hitam plus pisang goreng hangat.

"Pak".

"Hmm". Aika duduk disamping Bapaknya sambil mencomot satu pisang goreng.

"Pak Aika mau bikin SKCK".

Sang Bapak menatap Aika penuh tanya. "Kalo mau bikin yah tinggal bikin. Kenapa nanya ke Bapak".

My Destiny (REMAKE)Where stories live. Discover now