Desya berjalan menyusuri jalanan kota Paris yang mulai sibuk dengan segala aktivitas pagi ini. Petugas kebersihan membersihkan daun-daun kering yang berjatuhan di sisi kanan dan kiri jalan. Ia kembali merapatkan jemarinya pada saku mantel yang Ia kenakan.
"Aku harus cepat. Ayo Desya lebarkan lagi langkah kakimu, lawan cuaca dingin ini."
Cuaca pagi ini berbanding terbalik dengan semangat Desya menuju tempat kerjanya, Desya senang bisa bekerja menjadi seorang pembawa acara di stasiun televisi karena itu impiannya. Hari ini jam 11.00 Ia akan mewawancarai salah satu grup vokal asal Korea, Shinee. Kebetulan Ia sangat menyukai grup vokal itu dan Ia tahu apa saja yang harus Ia tanyakan pada mereka nanti jika Ia lupa dengan naskah yang sebenarnya yang harus Ia tanyakan pada mereka nanti.
Desya kembali merapatkan jemarinya pada saku mantel dan mempercepat langkahnya, ketika Ia sampai di metro, Ia segera memesan tiket dan menunggu kereta datang sekitar 5 menit lagi. Ketika kereta tiba, Ia masuk ke dalam dan duduk di depan pintu kereta. Ponsel Desya berdering, Ia merogoh isi tasnya dan cepat-cepat menjawab telepon itu.
"Oui? Ya, aku akan tiba 30 menit lagi, Monsieur. Tenang, aku tidak akan mengecewakanmu." Desya menutup telepon dan tersenyum geli dengan tingkah bosnya yang khawatir dirinya terlambat karena ini acara live. "Ini kan masih jam 8." Ia melirik jamnya sambil bergumam.
***
Setelah keluar dari metro, Desya kembali berjalan menuju stasiun televisi, tempat dimana Ia bekerja, dan Ia bertemu dengan Monsieur Norbert.
"Akhirnya kau datang Desya. Kau tahu? Aku sangat sibuk hari ini dan aku tidak ingin acara live ini kacau. Aku ingin kau menguasai orang-orang asia itu dan buatlah kesan yang menyenangkan pada mereka." Monsieur Norbert mengoceh tanpa henti dan Desya tidak mendengar Ia menarik nafas. ''Ah, ya. Aku lupa menaruh naskah yang akan kau tanyakan pada mereka nanti. Akan aku carikan sekarang.''
''Tenanglah Monsieur, tariklah nafasmu. Aku sudah menghafalnya semalaman dan aku pastikan aku ingat semuanya, seandainya lupa, aku tahu apa yang harus aku tanyakan pada mereka. Kau ingat? Aku penggemar mereka dan sekali lagi aku bilang padamu bahwa aku tidak akan mengecewakanmu.'' Desya tersenyum dan bersiap-siap menuju ruang ganti dan make-up.
Desya sedang di make-up dan melihat orang berlalu-lalang sambil menghafal apa saja yang akan Ia tanyakan dalam hatinya. Ia melihat Key, salah satu anggota dari grup vokal tersebut dari pantulan cermin. Sebenarnya Ia adalah fans pada umumnya, Ia bisa saja teriak-teriak memanggil nama Key, tapi dia tetap harus professional.
***
Ketika tiba di acara talkshow, Desya dapat menguasai acara dan 5 anggota grup vokal Shinee. Desya mengeluarkan segala macam pertanyaan dengan lancar dengan menggunakan bahasa Inggris dan acara talkshow berjalan dengan santai dan lancar. Seusai acara, Desya menghampiri anggota grup vokal tersebut di belakang studio.
''Annyeonghaseo. Selamat kepada kalian, dan terima kasih atas kerja sama dalam acara talkshow ini.'' Desya mengeluarkan senyum panggungnya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan grup vokal itu.
''Wah, kau bisa berbicara bahasa Korea?'' Tanya Key dan menyambut tangan Desya setelah Minho.
''Sedikit, aku hanya tahu kata-kata umum yang pernah aku dengar.'' Jawab Desya tertawa kecil.
''Tapi aku melihat wajahmu seperti kau bukan 100% orang Perancis. Benarkah dugaanku?'' Tanya Jonghyun.
''Tentu saja aku orang Perancis, tapi ibuku orang Indonesia. Aku lahir dan besar disini.''
''Kami juga senang bisa bekerja sama denganmu. Semoga kita bisa berjumpa lagi.'' Onew tersenyum dan melambaikan tangannya pada Desya.
''Permisi. Bolehkah aku mengambil gambar kalian? Aku salah satu fotografer majalah dan aku sudah meminta izin pada Monsieur Norbert.''
''Oh tentu saja. Ayo hyung. Mrs. Desya mari mendekat pada kami.'' Sahut Taemin semangat.
***
Bahasa Perancis
o Metro : Sebutan untuk kereta bawah tanah di Negara Perancis.
o Monsieur : Tuan dalam Bahasa Perancis.
o Oui : Ya.
Bahasa Korea
o Annyeonghaseo : Hallo. Sapaan.
o Hyung : Panggilan laki-laki kepada laki-laki yang lebih tua darinya.
YOU ARE READING
Senandung Cinta di Kota Paris
RomanceSempurna! Itu yang Desya rasakan dalam hidupnya selama ini. Orang tua yang peduli dan menyenangkan. Pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Juga hal-hal yang Ia sukai selalu muncul tanpa Ia minta. Apalagi yang kurang dalam hidupnya? Oh! Cin...
