Selamat pagi, Desember...
Walaupun aku s'lalu berharap bahwa kau takkan pernah datang.
Maaf untuk itu.
Aku hanya... yah... tak ingin mengingatkan diriku dengan kehadiranmu,
bahwa Natal tahun ini takkan sama dan takkan pernah sama lagi dengan Natal tahun-tahun sebelumnya.
Natal bersama keluargaku yang normal.
Natal masa kecilku yang bahagia, di mana segalanya masih baik-baik saja.
Di mana semua orang masih menyayangiku dan melakukan apa saja untuk kebahagiaanku.
Di mana aku masih terlalu kecil dan polos untuk menyadari betapa sulit dan kejamnya hidup ini.
Di mana keluargaku masih lengkap...
Dan walaupun kadang mengecewakan,
kami masih bisa tertawa bersama, merayakan natal bersama, dan segalanya masih utuh...
Kedatanganmu akan selalu mengingatkanku tentang kenangan-kenangan indah itu,
namun juga yang akan menyadarkanku bahwa itu takkan pernah bisa terulang kembali...
Dan itu terasa sakit.
Begitu sakitnya sampai rasanya aku ingin membencimu.
Padahal itu bukan salahmu.
Padahal seharusnya aku berbahagia,
karena di bulan inilah,
DIA lahir...
* T-Ryn
YOU ARE READING
The Collection of My Own Notes (2013 - 2015)
Non-FictionWhat i wrote in this pages, is collection of my real notes. It's about me & what i think or feel when i going mad, sad, happy, etc. Don't think about that random date. I have no time to make it chronologically. ✌ Well, happy reading. 😊
