1. Tersenyum
"Baaaaaaa!"
Chohee menahan nafasnya, kaget.
"Hisssh."
"Hisssh."
Chohee mengerutkan keningnya, sebal karena gumamannya dicopy paste oleh orang di depannya yang sedetik lalu berhasil membuatnya kaget.
"Apa?"
"Dih galak amat. Ini, dokumennya boss."
Chohee menerima dokumen itu kemudian melihatnya sekilas.
"Sudah buat detail anggarannya juga kan?"
"Sudah Agasshhiii.."
"Ish."
Cha Chohee meletakkan dokumen itu di mejanya dan kembali fokus ke layar komputernya.
"Sudah makan siang belum bos?"
Cha Chohee menghentikan jarinya yang akan mengetik, mengigit bibir bawahnya.
"Makan pagi sudah."
"Ooo."
Mata Chohee berkedip, mengarahkan pandangannya ke jendela kantornya.
"Kalau gitu aku makan dulu ya sebelum cocokan biaya."
Chohee mengangguk-anggukan kepalanya, "Yup Yup."
Orang itu berjalan keluar dari ruangan Chohee.
"Hati-hati." pesan Chohee pada orang itu.
"Yoi."
Pintu tertutup.
Chohee menggoyangkan kakinya gelisah.
Sedetik kemudian ia bangun dari kursinya dan berjalan ke arah jendela.
Dan membuka sedikit gordennya dengan hati-hati.
Orang itu berjalan menuju tempat parkir dimana skuter putihnya berdiri dengan tenang dibawah pohon mapple.
Ia mengecek handphonenya, kemudian memasukkannya ke tas punggung kecilnya.
Kemudian ia memakai jaket, dan menaiki skuter 'manis' nya.
Dan ia keluar gerbang.
Cha Chohee tersenyum.
Cuma Teman
2. Lucu
"Kok selisih ya."
Cha Chohee memperhatikan hitungan biaya di depannya.
"Ah masaaaaa."
Orang itu, berjalan mendekati Chohee.
"Jongin-ssi, kayaknya biaya pamfletnya belum dimasukin deh." seru Chohee sambil menunjuk daftar biaya promosi produk kantor di depannya.
"Jinjja?" Kim Jongin melebarkan kedua matanya.
Pemuda itu membuka-buka catatannya.
"Ahhhh iya boss."
"Tsk."
"Hehehe."
"Sini aku benerin lagi laporannya."
Jongin mengambil dokumen yang tertumpuk di depan Chohee.
Dan kembali duduk di kursi meja sebelah Chohee.
Chohee menatap layar komputernya yang penuh dengan tabel dan angka, jenuh.
Ia membuka handphonenya.
Scroll.
Scroll.
Scroll.
"Yaelah display picture mu... Sedih amat."
Ejek Chohee.
"Ya gapapa dong." jawab Jongin.
"Hidup jangan dibikin sedih dooong."
Jongin ikut membuka handphonenya.
Chohee menscroll lagi handphonenya hingga muncul update baru.
"BHAHAHAHAHA. Yaaaa Jongin-ah! Ini apa?"
Chohee menunjukkan layar handphonenya pada Jongin.
"Lha katanya jangan sedih-sedih."
"Pfffttt. Lucu banget ini display nya."
"Aku sebarin ke temenku ahhhh. BHAHAHAHA. Aduh aku ngakak."
"Ish ketawa terus, aku ganti lho."
"Abis lucuuuu."
Cuma Teman
3. Beruang dan Panda
"Hihihi."
"Kenapa sih kamu ini?"
Seulgi bertanya pada Chohee yang daritadi tertawa terus.
"Ini lho eonni... Display picturenya Jongin."
"Apasih.. liat dong."
Chohee menunjukkan layar handphonenya pada Seulgi.
"Owalaaaaaahhhhh panda... Soojung!"
Chohee mengerutkan alisnya, "Soojung?"
"Soojung kan dulu pernah dapet boneka panda dari Jongin."
Chohee menurunkan tanggannya.
"Oh..."
"Oh pantas aja, nih display picturenya Soojung.." timbrung Minseok yang daritadi menatap layar komputernya.
"Minseok, kamu temenan sama Soojung juga?" Chohee bertanya.
Minseok mengangguk-angguk, "Nih."
Minseok mengangkat layar handphonenya.
"Wahhh Beruang..." seru Seulgi.
"Wahhh kode-kodean ya?"
Chohee tertawa.
Menertawakan dirinya sendiri.
"Beruang dan Panda ya..."
Cuma Teman
Permisi
(n.) kata yang tidak pernah diucapkan cinta kepadamu, ketika dia datang atau pergi. Ga sopan.
From: Commawiki
Cuma Teman story by everybodyjjang
