Pagi yg indah .
Tap ...tap .....
Suara langkah kaki ku bergema di tiap lorong yg kujalani . walaupun wajah ku datar tapi hatiku tersenyum di pagi itu .
Dengan sebuah tas selempang kecil berwarna biru tergantung dari bahu kiriku sampai panggul kanan ku , melewati lingkaran kepalaku .
Tas tersebut telah kuisi sebilah pisau , origami , gunting , dan juga segulung latban yg warnanya bening .
Semua peralatan itu akan kugunakan nantinya di pelajaran ke 3 , yaitu pelajaran prakarya .
*
* * * * * * * * * *
Deg ...deg...
Perasaan senang itu tiba tiba terbang menghilang entah kemana . setelah aku memasuki sebuah lorong . yg di
tengah tengah lorong Tersebut aku melihat sekumpulan remaja memakai baju putih dengan bawahan abu abu dan terselip gulungan yg ujungnya dibakar mirip sebuah rokok , tapi aku tak pasti karna jarak nya cukup jauh . tingginya kira kira 2 kali dari tinggi ku . walupun aku sudah kelas 6 sd, tapi aku masih ketakutan setengah mati .
Aku hanya diam membeku di balik sebuah pohon di pintu masuk lorong tersebut . karena aku takut terlambat pergi sekolah , aku pun memberanikan diri untuk berjalan melalui lorong tersebut . kupikir tidak apa apa jika aku berjalan sambil menunduk .
Deg deg ...
Deg deg deg ....
Deg deg deg...deg
Deg deg deg deg deg
Jantung ku berdebar seakan seakan jantungku hampir pecah .
"Hei ...!! Bocah ingusan.!!"
....deg
Jantungku mendadak berhenti . suara itu memecah keheningan .
Aku hanya cuek dan kembali melanjutkan perjalanan ku . setengah berlari .
" njir.... Hei sini kau berandal cilik !!!
Ia mengejarku ...?!!
Grep ...
" aaah "
Tas coklat ku tertarik dengan sangat kencang ke arah tembok .
Bruk
" uuuuuh "
Kepalaku terbentur tembok beton yg umurnya mungkin seumuran dengan kakaku . aku merasakan sebuah aliran yg begitu deras dari kepalaku . aliran tersebut terasa hangat , kental , dan sedikit sakit . aku batu menyadari bahwa aliran itu berasal dari kepalaku yg pecah dan mengeluarkan darah setelah mata kiriku dibanjiri dengan cairan merah kental tersebut .
Dunia seakan berhenti berputar . warna langit yg biru telah menjadi merah dan mencolok mata kecilku .
Aku berusaha berlari dengan kaki kecil ku yg mati rasa . tapi ....
Grep ..
" kalo di panggil sama orang tua tu dengar .....!!!'
" gk diajarin apa di sekolah lo ??!"
" jadi sebagai senior yg baik , gue harus ngasih lo pelajaran , biar lo kapok trus gk ngelakuin hal yg sama lg deh ..."
Tangan nya yg sekuat besi baja itu menggenggam erat bahu kiriku dan melemparkanku ketanah, seperti melempar sebuah mainan anak kecil .
Tak sengaja pisau yg ku masukkan di tas selempang ku terjatuh ke kantong celanaku .
Entah dari mana asalnya, seperti ada yg membisikkan .... Tidak !! Lebih tepatnya menyuruhku untuk
MEMBUNUH .
Dan entah mengapa seperti ada diriku yg lain di sana . tubuhku ....
Lepas kendali .
"Aaaaaaaa.., lari ... Di -dia membunuh tyra ??! "
" aaaaaaaaaaaa"
tangan yg awalnya polos kini sudah menjadi sebuah tangan pembunuh .
Baju seragamku yg tadinya putih polos kini menjelma menjadi baju putih dengan bercak darah di mana mana .
Entah mengapa tangan ku sama sekali tidak gemetar . seakan seakan aku sudah biasa melakukannya . pagi itu adalah hari dimana aku pertama kali tersenyum .
Hanya dalam hitungan detik hidup ku berubah .
Di lorong itu aku memulai hidup baru .
******"
Hai. em.... . karna saya masih kelas 8 jadi maklumi saja saya akan sangat senang jika kalian bersedia menuliskan beberapa komentar atau masukan . karna ini adalah cerita pertama saya . saya tunggu y
(づ ̄ ³ ̄)づ
ANDA SEDANG MEMBACA
Why? Because It's My
CerpenCerita ini mengisahkan seorang bocah psikopat . Yg memulai hidup barunya di sebuah lorong tua dekat rumahnya . Dulunya , ia hanyalah bocah culun yg hanya tahu materi tapi, dalam hitungan detik ia menjelma menjadi bocah psikopat . ... Hai guys ini a...
