Part 1

35 2 0
                                        

Seoul 2016
Author pov
Seorang gadis cantik melangkahkan kakinya dengan ringan ke salah satu apartemen mewah di kawasan perkotaan seoul. Kawasan di mana banyak sekali para idol yang tinggal di daerah itu. Dengan bersenandung kecil gadis itu melanjutkan langkahnya ke salah satu apartemen yang sudah dianggapnya seperti rumah keduanya.

"Oh Hana-ya kau datang?" Sambut seorang pria yang membukakan pintu untuk gadis yang bernama Jung Hana tersebut.

"Ne Sehun-ah, kalian semua ada di sini?" Tanya gadis itu memastikan karena mendengar suara ramai di dalam.

"Ne kami sedang libur jadi semua member sedang ada di dorm" Jawab pria jangkung itu lalu kembali masuk menuju ruang tamu dorm-nya.

Sedangakan Hana mengikuti pria itu dan langsung dihadapkan oleh pria-pria lainya yang sedang berbincang-bincang di ruang tamu.
Untuk sesaat gadis itu tertegun dan merasakan sebuah kenangan yang memaksa muncul di kepalanya. Ia merasa pernah menyaksikan kejadian seperti ini para pria tampan itu sedang asik bergurau satu sama lain hanya saja..
Hanya saja jumlah mereka lebih banyak dari ini. Tepatnya 12 orang. Tidak 9 seperti sekarang ini.

"Kau melamun lagi?" Tanya seseorang yang membuyarkan semua lamunan Hana.

"Aniyo, aku hanya heran kalian ini para lelaki dewasa yang seperti bocah sekolah dasar" ungkap Hana mencoba mengelak.

"Lihat saja apa yang diperebutkan Baekhyun dan Jongin" Tambah gadis itu mengalihkan perhatian pria yang menanyainya tadi kepada dua pria yang sedang memperebutkan remote tv.

"Kau ini seperti baru mengenal mereka saja. Sudahlah aku kan memintamu kesini untuk memasak di hari spesialku. Kajja kita ke dapur" Ajak pria itu lalu menarik tangan Hana ke arah dapur dormnya.

"Oppa aku akan pergi lusa" Ucap gadis itu sambil terus mengaduk sup nya. Berusaha bicara senormal mungkin walaupun ia tahu pria di depanya ini bisa langsung marah besar jika tahu dia akan pergi kemana.

"Kau mau kemana memangnya?" Tanya pria itu sambil terus mengiris daun bawang dengan serius.

"China" ucap gadis itu cepat dan berdoa dalam hati pria di depanya ini tidak mendengarnya.

Pria itu diam dan meletakan pisaunya. Memilih memandang gadis yang ada di depanya. Gadis yang menguatkan dirinya beberapa tahun belakangan ini. Gadis yang terus membuatnya tegar dan kuat menghadapi masalah demi masalah yang menimpa grupnya.

Tapi ada satu fakta yang selalu ingin dilupakan pria itu. Fakta bahwa gadis itu mencintai orang lain. Gadis itu mencintai teman satu grupnya. Pria yang pergi dua tahun lalu tanpa sepatah katapun.

"Kau ingin menemuinya?" Tanya pria itu pelan. Ada rasa perih dan kecewa yang coba ia tutupi dari gadis di depanya.

Namun Jung Hana tidak akan mudah untuk di bohongi. Ia bisa melihat tatapan kecewa dari mata pria yang kini sedang menatapnya itu.

"Aniyo, aku kesana untuk menemui Aebi" ucap Hana menyebutkan nama kekasih luhan.

Ya berbeda dengan Hana, Aebi gadis itu kekasih luhan sejak beberapa tahun lalu. Dan semenjak luhan memutuskan pergi dan meninggalkan negeri ini, pria itu serta mengajak kekasinya itu untuk tinggal di negaranya sekarang. Kabar terakhir yang Hana dengan dari gadis itu mereka akan segera menikah.

"Tapi kau akan menemuinya juga kan??" Nada kesal bercampur kecewa yang tidak bisa ditutupi itu keluar dari bibir pria itu.

"Tidak kah kau lupa apa yang sudah dia lakukan terhadapmu? Terhadapku? Terhadap kami??" Teriak pria itu yang cukup mengagetkan Hana.

Tapi Hana mengerti itu adalah luapan kekecewaan yang dirasakan pria itu selama ini. Kekecewaan yang bahkan tidak sempat ia ungkapkan pada orang yang tepat.

"Tentu saja aku mengingatnya oppa, dan ya aku memang akan bertemu dengan nya saat nanti bertemu dengan viota. Aku ingin mengundangnya ke acara pertunangan kita" Ucap Hana dengan senyum yang sulit diartikan.
*
TBC...

My Answer Is YouWhere stories live. Discover now