Part 1

280 18 2
                                        

RAINA

Haii! Kenalin namaku Raina Angelina putri, dan aku sering dipanggil Raina atau juga kadang rain. Aku memang terlahir disaat hujan pertama setelah kemarau panjang jadi mungkin itulah kenapa aku beri nama hamper sama dengan RAIN atau HUJAN tapi memang aku suka akan hujan, entah kenapa saat hujan turun aku sangat senang dan ingin sekali aku mencurahkan segala yang aku rasakan saat hujan mengguyurku saat sedih maupun senang....

Aku anaknya bias dibilang cantik, bukan sombong loh ya.. tapi ini emang nyatanya, aku punya mata coklat pekat, hidung mungil(inget ya,...MUNGIL bukan PESEK beda..) , bibir tipis merah muda, rambutku hitam panjang melewati bahu, tinggiku 162 cm berat 45 kg, jdi bias bayangin sendiri gimana langsingnya tubuhku ini

Oh ya umurku sekarang 16 tahun dan aku punya adik yang 2 tahun lebih muda dariku namanya Adrian fahriza saputra, anaknya rese abis plus cuek banget....tapi kadang usil juga. aku juga punya 2 orang bestie cowok bernama Dimas riansyah dia sangat dekat denganku dan persahabatan kami dimulai sejak sd kelas 5 karna dia adalah pindahan waktu itu. Dia anaknya ganteng, baik, periang dan kadang usil tapi itula yang aku suka dari dia.

Dan satu lagi namanya Rain adriansyah putradia sahabatku sejak kecil, bahkan sejak lahir dan yang paling mengejutkan kami lahir diwaktu yang hamper bersamaan Cuma beda beberapa menit dia lebih dulu jadi dan tempatnya pun dirumah sakit yang sama itu semua karna kami tetanggaan sejak ayah dan ibu kami baru nikah jadi wajarlah jika nama kami pun nyaris sama dan kami dilahirkan pas hujan pertama di musim hujan, Raina dan Rain begitulah kedua orang tua kami menyimpulkan nama katanya sih biar kita bias saling melindungi entah apa hubungannya, dan karna itulah aku lebih suka dipanggil raina dan rain dipanggil Rain. Rain anaknya juga ganteng, tinggi hidung mancung mata hitam, bibir pinknya yang menandakan dia itu bukan perokok dan wajahnya bersih tanpa ada jerawat, kulitnya bersih, rambutnya lumayan panjang menutupi dahinya, tapi dia agak pendiam tidak banyak bicara tapi bagiku dia itu baik banget sebagai seorang shabat dan juga tetangga tentunya dan yang paling penting dia itu jago banget bela diri, sama giat olahraga jadi wajar kalo dia punya body yang uhhhh,,... banget deh..

Aku beruntung memiliki mereka sebagai barisan malaikat pelindungku dalam keadaan apapun mereka selalu ada untukku, kami saling melengkapi tapi pada akhirnya aku harus berpisah dengan mereka atau bertahan pada salah satunya... so let the stories begin....

Aku kini duduk di bangku kelas 2 sma di Jakarta dan disinilah kisahku bermula

***

Aku berjalan santai di lorong koridor sekolah, pagi ini aku memang datang sedikit lebih cepat dari sebelumnya, ini karena hari ini adalah giliranku untuk piket kebersihan di kelas.

Aku terus melangkahkan kakiku dilorong yang masih sepi ini, perasaan was-was bercampur sedikit ngeri menggerogotiku tapi aku terus saja berjalan hingga...

"DOORRRR!!!!" aku terpekik kaget dengan suara melengking di sertai tepukan dibahuku dan membuatku nyaris nyunsep ke lantai akibat saking kagetnya.... ok ini lebay

Aku segera menetralkan kekagetanku dan segera menatap pelaku yang telah nyaris membuatku terkena serangan jantung di usia muda yang tak lain adalah sahabatku sendiri

"DIIMASSS!!!!! Ngapain sih lo ngagetin gue.... lo mau sahabat lo yang cantik ini mati muda karena serangan jantung HAHHH!!!?" sungutku dramatis serta setengah berteriak yang membuatnya menutup kupingnya

"iya iya maap deh tapi bisa gak sih lo gak usah teriak di depan kuping gue,.. budek entar nih kuping" jawabnya tak kalah dramatis sambil mengelus telinga kanannya

"bodo" ucapku kesal dan berlalu meninggalkannya sendiri sempat aku dengar dia memanggil namaku tapi tak kuhiraukan kesal aku...

Aku berjalan memasuki kelas XI Ipa2 yang tak lain adalah kelasku dengan langkah kesal akibat dimas tadi, aku duduk dengan kasar disebelah pria yang menjadi teman duduk sekaligus sahabatku Rain yang tengah membaca, mungkin dia sedang baca novel terbaru, biasanya kami baca berdua tapi berhubung hari ini aku sedang kesal jadi aku tidak minat...

"lo kenapa? Kusam banget" Tanya rain tiba-tiba tanpa memandangku tapi kok dia tau yak... raut muka aku..

"sebel gue sama si kunyuk, pagi-pagi udah bikin naik darah" ucapku kesal memandang kedepan tanpa melihatnya juga, Kudengar rain mengambil nafas panjang lalu berkata

"kalian kenapa lagi? Tiap hari berantem mulu" tanyanya lagi dengan nada ketus tapi lembut dengan pandangan ke arahku setelah menutup bukunya dan menaruhnya di meja

"dia nyaris buat aku jantungan muda tau gak... pokoknya aku gak bakalan maafin dia ka..." belum aku menyelesaikan ucapanku dia sudah memotongnya dengan menaruh telunjuknya di bibirku

"ssstt,,.. gaya lo gak maafin paling entar baikan lagi" ucapnya dengan nada meledek disertai senyumannya yang terbilang langka terjadi mengingat dia itu cueknya masya allah banget,... ya walaupun dia anaknya cuek tapi dia tidak terkesan dingin, tapi dia Cuma memang gak banyak bicara aja...

"kali ini nggak akan" ucapku tegas

"hhhm liat aja sebentar lagi, 1,2, ti.." ucapan rain teputus "Raina!! Maafin gue " seketika kekehan keluar dari bibir tipis milik rain, mataku langsung menoleh paksa ke depan dan menemukan seseorang yang tertutupi wajahnya dengan coklat.. APA!!! COKLAT!!!!

"wahh!! Ini buat aku?!!" tanyaku semangat 45 lalu menyabit coklat itu dengan kecepatan tinggi dari tangannya dan rain hanya melirikku tak percaya dan geleng-geleng kepala sejenak lalu kembali membuka lembaran bukunya

"iya,, jadi maafin gak nih" ucap dimas tersenyum "iy..ehh nggak se,..semudah It...."

"ohh yaudah kembaliin gak jadi" ucapnya merampas kembali coklat pemberinnya lalu berlari

"hey!! Balikin!! itu udah kamu kasih ke aku DIMASSS!!!" ucapku lalu berdiri dan mengejarnya keliling kelas

Sementara rain hanya geleng-geleng kepala sambil menatap bukunya nggak peduli atau merasa malu punya teman sepertiku dan dimas ,......entahlah eh tapi dia dan dimas itu temenan tapi tidak seperti terhadapku rain terkesan biasa dan dingin kepada dimas seperti teman lelaki lainnya....

***

"dim, beliin gue minum dong haus nih" ucapku pada dimas saat kami tiba dikantin cape abis kejar- sedangkan rain, entahlah dia mungkin masih di kelas baca buku...

"iya tunggu bentar" dimas melenggang pergi memesan minum

Tak lama kemudian ia kembali dengan dua jus ditangannya "nih buat lo" ucapnya, aku hanya langsung mengambil jus jeruk itu dan menegaknya sampe abis... dimas menatapku heran

"wahh!! Lo haus banget kayaknya" ejek dimas seraya terkekeh

"isshh ini juga gegara lo kali.." ucap raina sengit

"hehe iya,,, tapi lo juga sih bukannya dimaafin juga" kata dimas tersenyum lembut menampakkan lesung pipinya yang menawan

***

halloo.... setelah beberapa ceritaku sebelumnya gagal harapan , kini aku balik dengan cerita baru , i hope you like it


votenya ya....


RAIN : Ketika aku dan kamu jatuh cintaStories to obsess over. Discover now