Prolog

642 46 5
                                        

"Pergilah... Aku mohon... Ini terlalu menyakitkan mingyu-ya~ sudah cukup akan semua yang aku rasakan selama ini" kataku sambil menghapus air mata yang terus mengalir dari bola mataku

"Tidak akan, aku tidak akan pergi lagi jeonghan-ah... Aku akan tetap disini. Sekarang aku sadar siapa yang lebih baik untuk ku cintai." sahutnya sambil mencoba memelukku

"Ohiya? Dulu kamu kemana? Meninggalkanku begitu saja dan memilihnya. Menjadikanku hanya sekedar pelampiasan kesepianmu. Cukup mingyu-ya~ biarkan aku mendapatkan kebahagiaanku yang sempat kau renggut!" jawabku dengan nada yang tinggi sehingga membuatnya kaget. Aku mencoba melepas pelukannya dengan sekuat tenaga namun mingyu terlalu kuat memelukku sehingga jeonghan sangat susah untuk melepasnya

"Lepaskan dia bajingan" bentak seseorang yang jeonghan yakin adalah pujaan hatinya, laki-laki tersebut langsung merebut jeonghan dari tangan mingyu

"Oh oh oh... Sedang apa kau disini? Mau mencoba melindungi jeonghan? Atau ingin membuatnya menderita lagi? Tidak kah kau ingat sekarang jeonghan sudah tidak bisa menjalani apa yang jadi hobbynya selama ini? Cih kau sudah membuatnya terluka bukan hingga membuatnya tidak berdaya seperti sekarang." jawab mingyu dengan memandang remeh laki-laki tersebut

"Cukup mingyu-ya jangan membahas itu lagi! Setidaknya dia tidak menyelingkuhiku dan tetap menerimaku apa adanya" jawab jeonghan dengan lantang

"Baik baik.. Kita lihat saja nanti" dengan santai mingyu pergi meningglkan mereka berdua

Jika mengingat perkataan mingyu tadi membuat jeonghan merasa sangat sakit. Iya berenang dan bermain basket sudah menjadi hobbynya yang selalu mengingatkannya pada ayahnya. Namun kini jeonghan tidak bisa melakukannya lagi. Tapi walau begitu masih ada seungcheol yang selalu menemaninya meskipun ia telah membuatnya seperti ini.


U'RWhere stories live. Discover now