Senja Pov
"Derai hujan basahi aku. Aku tak peduli, kata kata yang terucap dari bibirnya terus menggema dalam fikirku. Sakit ini menghujam jantungku. Amat sangat sakit, mengapa ini harus terjadi padaku seakan takdir tak akan berhenti mempermainkanku. Orang- orang yang aku kasihi justru berbalik menusukku, meninggalkanku dengan menyisahkan sayatan luka yang dalam. Aku tenggelam dalam ketakberdayaan sampai di mana luka ini akan membawaku."
Othor pov
Wajah berpolesankan bedak tipis dan liptic warna ceri, rambut pajang dibiarkan tergerai, kemeja abu dan celana jins hitam menutupi kaki jenjangnya menambah kesan kecantikannya. Suara derap langka kaki yang dibaluti sepatu vantofel yang bagaikan alunan melodi itu tenga menyusuri lorong menuju ruang kelas jurusan sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial. Senja Aditia Rahayu begitulah dia dikenal.
Meskipun hidup dari keluarga berada dengan gelimbangan harta yang takan habis tujuh turunan, Senja bukanlah anak manja. orang tuanya mendidiknya menjadi pribadi yang mandiri. berkat kecerdasan alaminya ia mampu mengikuti kelas akselerasi dan menadapatkan beasiswa untuk masuk perguruan tinggi. Bersyukur orang tuanya tidak memaksanya untuk berkecimpung di dunia bisnis yang digeluti keluarganya.
Sejak memasuki perguruan tinggi ia memilih tinggal di kost-kostan, awalnya kedua orang tuanya tidak mengizinkan namun bukan senja namanya jika tidak mampu membuat orang di sekitarnya mengikuti keinginannya. Sifat keras kepala yang ditutupi sifat kalem dan lembut justru mampu membuat sang ayah yang tegas keras dan tak terbantahkan bertekuk lutut. Hanya dengan orang terdekatnyalah ia bisa bersikap terbuka.
Senja tidak pernah mengumbar-umbarkan pada teman-temannya tentang statusnya, dia sebisa mungkin menutupnya rapat-rapat, dia orang yang membatasi diri dalam pergaulan, dia pribadi yang tidak ingin terlalu terikat dalam pertemanan atau persahabatan. Pengalaman pahit yang dialaminya di masa remaja membuatnya berlaku demikian.
Baginya cukup saling mengenal tanpa keterikatan, cukup hubungan yang saling menguntungkan.
Sebagian orang yang kurang mengenalnya akan menganggap dia hanyalah wanita judes yang berhati dingin. Tak ada yang tahu itu hanyalah topeng untuk menyembunyikan kebenaran dirinya terhadap dunia.
YOU ARE READING
Senja
Historical Fiction"Buka hatimu, akan sisipkan beribu bunga untukmu. Jatuh cintalah padaku, maka seluruh ruang hatiku hanya milikmu. Senja biar tetap menjadi senja, terangmu sudah cukup tuk sejukan hatiku. Warning..... 17++!
