Prolog

261 9 3
                                        

"Peringatan terakhir, pesawat tujuan Los Angles, akan segera berangkat. Peringatan terakhir, pesawat tujuan Los Angeles akan segera berangkat." 

Cally berlari dengan kecepatan tinggi diikuti dengan sahabat-sahabatnya. Mereka berjalan menelusuri koridor dan berhasil masuk ke dalam pesawat di detik-detik terakhir. Jika bukan karna perpisahan yang terlalu lama dengan para keluarga, mungkin mereka tak akan seperti ini. 

Huh.... hampir saja.. kata Cally dalam hati sambil mengatur nafasnya. "Bukan awal yang baik" batinnya lagi.

Setelah memasuki barang-barang di bagasi atas, Cally duduk di antara Pamela dan Cindy yang sudah terlebih dahulu memasukkan barang-barangnya. 

Selamat tinggal Indonesia, sampai ketemu pada waktu kita akan bertemu... dan aku gak tau kapan kata Cally dalam hati sambil menyenderkan tubuhnya ke kursi.

Pesawat terbang ribuan ft dari permukaan bumi. Terlihat awan awan seperti permen gulali tepat ada di bawah mereka. 

"Dari sini semua kecil ya, dan di bawah situ pasti ada satu yang bakalan jadi jodoh gue." kata Cindy menghayal sambil melihat pemandangan dari jendela.

"Gausah mimpi, firasat gue sih lo jadi jomblo seumur idup." kata Pamela sambil memejamkan matanya.

"Ngaca sana" Cindy melanjutkan lamunannya.

Untuk duduk di kabin pesawat ini, Cally, Pamela dan Cindy telah mengorbankan banyak hal. Tapi untuk ada disini merupakan kebanggaan tersendiri untuk mereka. Mereka telah lolos dalam tes beasiswa Los Angles High School yang merupakan SMA bergengsi di Amerika Serikat. Untuk mendapatkan itu semua, mereka rela tak keluar rumah selama beberapa bulan hanya duduk dan belajar di meja belajar. Menurut Cally, semuanya membuahkan hasil. 


"Makanannya enak deh! Lo mau gak? kalo gamau buat gw aja" terdengar suara Cindy seperti kuda nil kelaparan. 

"Gak." jawab Cally dan Pamela serentak. Dangan gerak refleks mereka menutupi makanan masing-masing. Cindy memasang raut wajah minta dikasihani. Tapi buat kita, muka itu sudah biasa.

Beberapa jam menuju LA membuat Cally bosan. Cindy dan Pamela terlihat sudah tertidur pulas. Cally membuka novel yang ia bawa dari Indonesia dan membacanya. Novel Romantis tentang sepasang manusia yang memperjuangkan orang yang mereka cintai merupakan hal tersendiri yang dapat membuat fikirannya melayang pergi ke atas angkasa. 

jika ditanya untuk urusan lelaki sih, Cally tak pernah pacaran. Ia hanya mengetahui semuanya dari cerita-cerita di novel miliknya. Dia pernah memiliki sebuah mimpi, yaitu memiliki pangerannya sendiri. ya walaupun dia anggap itu hanyalah khayalan.


HIM. | Gabe De Guzman Indonesia Fanfic|Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang