Taman hari ini ramai. Dipenuhi pengunjung biasa maupun pedagang. Hot dog, Es Krim, kadang Kacang.
Orang bersepeda dan berjalan memenuhi jalan aspal.
Orang berpiknik memenuhi rumput.
Orang membaca, meminum, memakan memenuhi kursi taman.
Di salah satu kursi taman, duduk seorang laki laki 30 tahunan dan seorang kakek pembaca koran. Mereka tak saling mengenal. Dan tidak berniat.
Lelaki 30 tahunan itu Basil. Mungkin kau pernah mengenalnya di dapur.
Atau beberapa orang mengenalnya sebagai seorang tepat waktu, dan sangat menyukai pekerjaannya.
Espresso latte hangat yang dibelinya sebelum ke taman ini baru ia teguk 5 kali.
Biasanya selain meneguk kopi, ia juga seperti lelaki sebelahnya. Membaca koran.
Namun entah kenapa Basil sudah jemu dengan semua yang ia baca di koran. Kabar buruk merajalela, menenggelamkan semua kabar baik.
Basil memicingkan matanya. Matahari agak silau tiba tiba. Memaksanya memakai kacamata hitam yang selalu ia simpan.
Jas lengkap, sepatu kulit, kacamata hitam. Dan ia masih bingung kenapa orang menjauh darinya di taman.
Tepat setelah ia memakai kacamata hitam itu, kakek di sebelahnya pergi. Basil tak peduli. Bukan urusannya orang orang mengira ia aneh.
Ia bahkan tak tahu apa yang mesti ia lakukan sekarang. Koran tidak ada, buku bacaan, maupun orang yang (hampir) diajak mengobrol.
Truk es krim ke 5 yang hari ini ia lihat berjalan, berhenti 2 meter darinya.
Orang pertama yang mengerubunginya adalah dua orang gadis. Satu beralis tebal, satu beralis tipis. "Mango sorbet," kata si beralis tebal. "Blueberry!" susul yang beralis tipis.
Tak perlu melepas kacamatanya untuk menyadari bahwa Basil terpikat dengan si alis tebal.
ESTÁS LEYENDO
Piknik
Chick-Litoh my oh my how could you ever made this precious piece of nature hair made of angel' wings voice made of angel' vow Kebanyakan gambar diambil dari tumblr, credit to whoever the owner ÷)
