prolog

567 91 57
                                        

Rintik hujan mulai turun. Michael yang sedang berjalan menyusuri kota langsung mempercepat langkahnya. Matanya menangkap sebuah kedai kopi di pinggir jalan, di sebelah toko bunga. Sebuah senyuman seketika hadir di wajah Michael. Ia pun langsung mampir ke kedai tersebut tanpa berpikir dua kali.

"Selamat data- Michael!" Seru seorang wanita tua di balik kasir. "Udah lama banget nggak kesini!"

Michael hanya tersenyum. "Halo, Tante Vina."

"Sibuk, ya, sama band kamu yang dulu itu? Ih, sekarang kamu udah terkenal, ya, Mek," ucap Tante Vina, pemilik kedai itu sambil menepuk pelan pundak Michael.

"Gitu, deh, Tan," balas Michael, kemudian memilih aneka cake dan kawan-kawannya dalam rak khusus. "Tante, aku mau kopi item satu sama new york cheesecake satu."

Tante Vina mengangguk dan menyuruh salah satu pegawainya untuk menyiapkan pesanan Michael. "Kamu kok udah nggak sama Tiara lagi, sih?" Tanya Tante Vina tanpa berbasa-basi lagi.

"Eh, emangnya kenapa, Tante?"

"Tiara masih suka kesini, tau. Sendirian, bawa novel, terus duduk di pojok, kadang suka bengong," jawab Tante Vina sambil memandang ke arah jendela. "Tuh, anaknya."

Michael menengok ke arah mata Tante Vina melihat. Di sana, Tiara duduk sambil memandang keluar jendela. Sebuah buku novel tebal dan secangkir minuman yang telah habis setengahnya terletak di meja. Rambut panjangnya ia kepang ke arah samping, menampakkan wajahnya dengan jelas. Kacamata besarnya tidak berubah sejak terakhir kali Michael melihatnya.

"Dia lagi mikirin kamu, tuh," goda Tante Vina sambil memberikan nampan berisi pesanan Michael yang baru saja siap. "Coba kamu samperin."

Michael mengambil nampannya, kemudian berdiam diri sambil melihat Tiara yang mulai membaca bukunya kembali.

"Oke, Tan," ucap Michael sambil tersenyum kecil. "Oh, iya. Lupa, belom bayar."

"Nggak usah, Mek. Tante traktir." Tante Vina mengedipkan sebelah matanya.

"Makasih, Tan."

Tante Vina pun mengangguk. "Good luck!"

Michael menarik nafas panjang sebelum akhirnya berjalan perlahan menuju meja dimana Tiara duduk. Ia berhenti melangkah tepat di depan meja Tiara.

"Hey," ucap Michael singkat, kemudian menggigit bibirnya, gugup.

Merasa disapa, Tiara langsung mengangkat wajahnya sambil membenarkan kacamatanya. Mata coklatnya membulat melihat sosok Michael.

"M- Michael?"

"Gue boleh duduk di sini?"

Tiara mengangguk pelan. Michael pun langsung duduk setelah meletakkan nampannya. Tiara langsung menutup bukunya dan hendak melepas kacamatanya.

"Nggak usah dicopot, Ti. Nanti malah pusing," ucap Michael, menahan Tiara agar tidak melepas kacamatanya. Ia ingat betul saat Tiara suka mengeluh pusing karena lupa tidak memakai kacamata.

"Udah nggak lagi kok, Mek." Tiara tersenyum, kemudian tetap melepas kacamatanya dan menyimpannya di dalam tas bersama novelnya.

Michael memasukkan dua sachet gula ke dalam kopi hitamnya, kemudian mengaduknya. Sementara Tiara hanya memperhatikan Michael tanpa menyentuh hot chocolatenya.

"Jadi apa kabar?"

HALO!
Berjumpa lagi dengan saya!
Jadiiii cerita ini tentang Tiara sama Michael yg mantan-mantanan gitude terus gasengaja ketemu di kedai yg dulu sering mereka datengin.

Isinya flashback flashback gitu jadi mereka kek mengenang masa-masa mereka pas pacaran gitu anjay.

Dan mulai chapter 1 dst itu nanti pake sudut pandang orang pertama. Bisa michael bisa tiara. Bisa tante vina juga wkwkw gadeng bong.

Semoga suka!

Vomments yaa
Komen kalian membuat mood membaik wkaka uhuy dah

Thankuuuu
-amyra



Anyway suami gue gantenk dan mena1 sekali ya! Ngh deh mas💋

One Day At The Coffee Shop || CliffordHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora