Seperti keseharian Aqshal setiap malam, dia akan bermain band bersama teman-temannya, di Logo Café.
Namun sepertinya hari ini ada temannya yang berhalangan yaitu Ryan sebagai drummer.
Dari kejuhan Aqshal dapat melihat ada sosok perempuan yang telah memikat hatinya sejak satu tahun belakangan ini, dia adalah perempuan yang selalu memesan cake red velvet dan hot chocolate. Aqshal bahkan hapal dengan apa yang perempuan itu lakukan setiap harinya seperti, senin sampai kamis perempuan itu selalu membawa laptop untuk mengerjakan tugas, dan jumat,sabtu yang hanya digunakan untuk membaca novel.
Perempuan itu selalu duduk di ujung café dekat jendela, dia akan mengenakan sweeter tebal saat musim hujan, dan menggunakan kaos santai saat musim kemarau.
Aqshal sangat menyukai senyuman perempuan itu, senyuman yang hangat dan tatapan yang teduh, bukan hanya senyuman bahkan Aqshal menyukai semua yang ada pada perempuan itu.
"Shal udah waktunya nih 2 menit lagi kita tampil, tapi kita tampil acoustic" kata Faiz.
"okay.."
Aqshal tak lagi merasakan gugup seperti pertama kali bermain band dulu, namun tetap seperti dulu, Aqshal selalu memakan coklat sebelum tampil.
Sekarang tiba saatnya dia akan menampilkan permainan musiknya, Aqshal adalah gitaris sekaligus vokalis, suaranya yang enak didengar membuat siapapun yang mendengar juga tidak bosan-bosan.
Setelah Aqshal menyanyikan beberapa lagu menyenangkan maupun sedih, kini saatnya dia menyanyikan lagu terakhirnya.
"ekhem... jadi ini lagu terakhir yang saya bawakan hari ini berjudul Wild Heart"
I was walking away
But she's so beautiful it made me stay
I don't know her name
Im hoping she might feel the same
So here I go again
She got my heart again!
Tonight we'll dance
I'll be yours and you'll be mine
We won't look back
Take my hand and we will shine
She needs a will heart
She needs a will heart
I got a wild heart
Stay here, my dear
Feels like I've been standing right here for years
My mind's beat up
Tell me that you feel this, and I won't give up
I won't give up
Tatapan Aqshal yang seakan terpaku tidak berpindah dari perempuan tersebut, hingga perempuan tersebut mendongak dan mata mereka bertemu. Aqshal bahkan merasa sangat gugup saat mata mereka bertemu meskipun hanya sebentar, Aqshal dapat melihat mata coklat terang yang teduh seakan menenangkan.
"Terimakasih.." ucap Aqshal setelah selesai menyanyikan lagu terakhirnya.
Setelah itu Aqshal turun dari podium dan mendekati meja perempuan tersebut, dia tak tahu mendapatkan kekuatan atau keberanian dari mana, yang ada dipikirannya saat itu hanyalah siapa nama perempuan itu.
"Hai.. gue Aqshal" sapanya dengan senyuman yang menurutnya manis atau mungkin mengerikan.
"Hai juga, gue Safira" jawabnya dengan senyum yang manis yang menghangatkan hati Aqshal.
((END))
Makasih buat yang luangin waktunya buat baca.
Btw ini cerita pertama aku, so Enjoy!
