Mungkin lebih baik kalau aku mati.
Aku benci semua orang yang telah membuatku seperti ini. Sekarang, mereka menatapku sebagai 'anak tidak normal' karena aku diam dan dingin. Pil anti-depressant ku ini tidak bereaksi banyak, atau bisa dibilang tidak berfungsi sama sekali padaku. Semua orang menjauhiku, mereka menendangku dari lingkungan hidup.
Maisie Oliver Keith. Aku gadis biasa berumur 14 tahun, aku tinggal di Jepang walaupun aslinya aku orang Inggris. Kalian boleh memanggilku Maisie, atau femme fatale. Kebanyakan orang memanggilku begitu, katanya aku misterius dan tatapanku seperti es tajam yang menusuk ke jantung. Asing, semua tampak asing dimataku walaupun mereka keluarga. Tak ada satu orangpun yang mau menerimaku, well, aku pernah ditindas saat aku SD. Oleh teman-temanku sendiri, sekelas, dan habis-habisan. Kedua orangtuaku, kewalahan menanganiku. Mereka membawaku ke psikolog, Melissa, kembaranku, menjelaskan semua kronologi bagaimana aku di tindas san aku diliburkan selama beberapa bulan. Aku paling benci tamu. Apalagi kalau asalnya dari sekolah (guru, atau staff) yang ingin menjengukku. Buat apa mereka menjengukku? Toh, mereka tak bertanggung jawab atas kejadianku. Memang dikira, minta maaf saja bisa membayar semuanya apa?
Saat aku kembali ke sekolah, aku dipindah ke kelas Melissa. Untung saja, murid dikelas Melissa menerimaku dengan baik.
YOU ARE READING
Soulmate
Romance"Sepertinya ada yang kurang ya? Hatiku masih kosong melompong" Kisah tentang perjalanan cinta seorang gadis yang terpuruk dan mempunyai jiwa yang hancur. Dia hanya membutuhkan seseorang, seseorang yang mencintainya dan menemaninya sampai akhir hayat...
