"San hp lo ada notif chat tuh" ucap rayna memberitahu sandra.
"Palingan juga dari marco" Celine menimpali.
Sandra sendiri masih sibuk membaca novelnya dengan posisi tiduran diranjang diapit kedua temannya,rayna dan celine.
Sandra malas membaca isi pesan tersebut. Malas untuk berhubungan kembali dengan cowo yang sudah berhasil meninggalkan luka dihatinya. Yang sampai sekarang tak kunjung sembuh.
Sandra dan Marco dulunya adalah sepasang kekasih ketika SMA dan Marco melakukan kesalahan besar yang membuat Sandra memilih untuk mengakhiri hubungan mereka berdua.
Flasback...
"Marco,aku laper" sungut sandra memberikan kode kepada marco berharap marco peka dan membelikannya makanan.
"Kamu mau makan apa?" Tawar marco. Akhirnya marco peka dengan kode yang diberikan oleh sandra.
"Domino pizza" pinta sandra.
"Yaudah aku beliin dulu ya" marco pun akhirnya pergi dari rumah sandra,membeli pesanan sandra. Marco memang rela melakukan apapun untuk sandra termasuk mengantarkan mcflurry kerumah sandra jam 11malam hanya karna sandra terus menerus merengek.
Sandra yang sedang menunggu marco membeli pizza pun memilih untuk tiduran diruang tamu sambil membaca novel. Tiba - tiba ia mendengar notif pesan masuk dari handphone. Bukan handphone sandra melainkan handphone marco yang ketinggalan.
Sandra membuka handphone tersebut. Penasaran dengan isi pesan yang barusan masuk.
Marco purnama : gue lagi gak dirumah hehehe
Raline : lo lagi dimana emangnya,co? Sorry chat lo terus hehehe
Marco purnama : gapapa santai aja line hehehe. Lo udah makan?
Raline : udah nih barusan aja. Lo?hahaha
Sandra membaca semua isi pesan tersebut. Hatinya sakit. Ini bukan untuk yang pertama kalinya sandra mengetahui marco berhubungan dengan cewe lain tanpa sepengetahuannya. Dan jika memang sandra tahu,ia juga pasti tidak akan memaafkan marco.
Kenapa nama itu muncul lagi saat semuanya sedang berjalan dengan baik? Kenapa raline yang statusnya adalah mantan marco kembali mengganggu hubungan mereka berdua? Untuk kali ini sandra tidak akan memberikan kata maaf ataupun kesempatan lagi pada marco.
"San,ini pizzanya" ucap marco di depan pintu kamar sandra. Ia tidak tahu kenapa sandra malah mengurung diri dikamar ketika marco sudah menenteng box pizza di tangannya.
Tidak ada jawaban apapun dari sandra. Marco tidak tahu apa penyebab sandra menjadi seperti ini. Mama sandra yang melihat marco terus berdiri di depan kamar sandra pun menghampiri marco.
"Kamu pulang aja dulu marco,sandra mungkin ketiduran" saran tante rita,mama sandra.
"Oh yaudah deh kalo gitu marco pulang dulu tan,sorry ngerepotin ya tan titip salam buat sandra" ucap marco sambil memberikan box pizza yang barusan ia beli kepada tante rita.
Sesampainya dirumah,marco terus menerus menelfon sandra namun hasilnya nihil. Sandra sama sekali tidak mau mengangkat telfon darinya.
Ia pun mengecek handphonenya dan melihat pesan dari raline. Shit! Ini penyebab kenapa sandra tak mau menemuinya. Sandra pasti sudah membaca semua isi pesan dari raline.
Tiba - tiba ada chat masuk dari sandra.
Sandra :
Aku mau kita putus co. Aku udah coba kasih kamu kesempatan tapi kamu sia - sia'in kesempatan itu. Jangan hubungin aku lagi.
Marco benar - benar menyesal. Ia harus kehilangan sandra hanya karna sms dari raline. Engga. Marco gak boleh kehilangan sandra. Ia harus menjelaskan semuanya.
Flasback end...
***
"San lo dimana?gue sama rayna udah lumutan nungguin lo di cafe gak dateng sampe sekarang"
Ucap celine di telfon dengan suaranya yang cempreng.
"Sabar. Ini udah mau deket cafe kok. Tapi gue ke bakery dulu bentar ambil kue nyokap"
"Buruan ya kalo engga gue pesen semua makanan di cafe ini dan lo yang bayar,gak mau tau!"
Telfon terputus.
Sandra memasukan handphonenya kedalam tas dan memasuki bakery untuk mengambil kue pesanan mamanya.
Saat sedang di kasir,sandra mendengar seseorang menyapanya
"Hai san.." suara ini terdengar sangat familiar dan sandra pun menengok.
"Marco" kue yang sandra pegang hampir terjatuh jika marco tidak menahannya dengan cepat.
"Hai.. kamu liat aku udah kayak liat setan aja san hehehe"
Marco terlihat jauh lebih ganteng dengan kaos kemeja berwarna biru muda memakai jeans panjang dan sneakers.
"Eh hai. Sendirian aja?" Sandra sebenarnya malas ngobrol dengan marco. Ia hanya ingin cepat - cepat pergi dari tempat ini.
"Iya nih ini mau beli kue ultah buat temen. Kamu sendirian juga san?"
Suara itu. Sandra sangat merindukan suara ini. Suara yang kadang bisa membuatnya tertawa karna candaan konyolnya,suara yang bisa membuat sandra terharu saat marco menyanyikan sebuah lagu untuknya. Tapi sandra sadar jika semua itu hanya kenangan. Kenangan yang harus ia kubur dalam - dalam.
CZYTASZ
EMPTINESS
Romans"Kehilangan akan terasa jika yang selalu ada memilih untuk pergi" Kalimat ini lah yang cocok untuk cowo seperti marco. Karna kebodohannya,ia melukai hati sandra. Karna kebodohannya,ia harus berjuang untuk menarik sandra kembali kedalam pelukannya. ...
