1

101 3 3
                                        

"Jantung ini kembali berdetak dari sebelumnya,jantung ini kembali merasakan detakan aneh yang sudah lama hilang .."

TOKYO....

Pagi ini cuaca cukup tidak bersahabat , sekarang itu memasuki musim dingin yang sangat dingin. di luar ruangan tepatnya dihalaman dan luar jalan sedang banyak angin yang berterbangan membawa sisa sisa daun dari bunga sakura yang jatuh bertaburan di jalan kini terbang mengikuti pergerakan angin. tokyo banyak memiliki tempat wisata dan tempat romantis salah satu taman terbesar tokyo di beri nama yoyogi park , warga sekitar disini sering berjalan kaki untuk menikmati hari hari nya . salah satu rumah mewah yang berada tidak jauh dari kota , rumah tersebut hanya di huni oleh tiga manusia didalam nya yang terdiri dari pemilik rumah,asisten rumah dan si tukang kebun , rumah yang terkesan mewah dan di halaman begitu banyak terdapat bunga bunga yang sangat terawat , pintu pagar yang berwarna coklat tua dan rumah yang pada umumnya berwarna putih.
"tokk .... tokkk ...tuannn" suara seorang wanita yang terdengar seperti paruh baya sedang mengetuk pintu kamar milik pemuda ini.
"iyaaaaa bibikkk,bising banget deh" sahutan dari dalam kamar , seorang pria dengan suara yang berat dan sangat mengenakan hati . selimut yang menutupi seluruh tubuhnya hingga wajahnya.
"sudah bangun tuan? Ini teh hijaunya" pertanyaan dari arah luar kamar .
"iya sebentar"jawabnya singkat dan datar dan segera dia bangun dengan mata yang sangat berat untuk di bukanya , pakaian tidur dan rambut yang masih sangat berantakan , muka yang sangat kacau . dia membuka pintu kamarnya yang berwarna biru dan menerima segelas teh hijau yang sudah di siapin asisten rumah tangga nya. setelah dia menerima dan kembali menutup pintu kamarnya dia pun berjalan dengan sempoyongan menuju balkon yang sampai saat ini tirai masih tertutup rapi dan belum di buka olehnya.
"hufffff"
dia sudah membuka pintu balkon dan sudah berada didepan nya , membiarkan angin masuk kedalam kamarnya dan membiarkan angin masuk sampai ketulang tulang rusuknya , menikmati teh hijau di pagi hari itu adalah kesukaan nya . "anginnnnnnn datanglahh!!buatlah tubuhku seperti engkau sedang memeluknya" dia berbicara kepada angin dengan kepala yang di angkat sedikit keatas sambil memejamkan mata dan memegang gelas berisi teh hijau .

Begitu lah Dimas, cowok yang badboy nya keterlaluan , hobby Dimas setiap pagi minum teh hijau buatan asisten rumah tangganya di depan balkon kamar nya sambil menikmati angin yang datang dan menerpa setiap helai rambut dan wajahnya . kepergian dimas di tokyo karena lah sebuah keputusan dari mami nya . sebelum nya dimas tidak pernah terpikir akan kuliah di tokyo dan berpisah jauh dari mami nya . suatu hari saat dimas masih di jakarta

"morning Dimass"
"morning mami"
"ada yang harus mami bicarain sama kamu"
"bicarain? Mau bicara apa sih mi?"
"kamu kan sudah selesai SMA dan kamu juga kepingin jadi seorang dokter kan?mami sudah pilihkan kamu universitas yang bagus di tokyo"
"haa tokyo? Kenapa harus di tokyo mi? Kenapa nggak disini aja bareng bareng sama mami?"
"kalau kamu disini mami juga nggak akan bisa pantau kamu"
"tapi mi......."
"please Dim,dengerin mami . ini semua demi kamu"

itulah pembicaraan singkat mami dan Dimas saat Dimas baru saja bangun tidur dan berjalan kelantai bawah berniat ingin sarapan dan ternyata mami Dimas sudah duluan dimeja makan dan sedang menikmati sarapan nya . dua minggu kedepan di hitung dari hari itu dimas sudah berangkat ke tokyo dan sekarang sudah kuliah di Osaka university mengambil jurusan kedokteran sesuai cita cita dimas selama ini .

sekarang sudah pukul jam setengah delapan pagi . dimas masih saja berdiri di depan balkon sampai akhirnya suara panggilan handphone dimas berbunyi.

"Tring.......Tring....."
"Tring.......Tring......"
panggilan kedua sudah berlalu dan kini akan masuk panggilan ke tiga tapi dimas masih saja berdiri didepan balkon .
"Tring......Tring......"
"Hallo" akhirnya dimas pun menjawab panggilan itu , sebelum dimas menjawabnya dimas melihat layar handphone siapa yang sedang memanggilnya itu ternyata dia adalah GLEND , sahabat dimas sendiri dari jakarta .
"Mampus deh gue! Lupaaa, sorry sorry glend"
Dimas pun menepuk jidadnya begitu glend mengingatkan nya harus menjemputnya di bandara pukul jam delapan pagi sedangkan sekarang sudah mulai pukul jam delapan kurang sepuluh menit. "gue otw sekarang" dimas langsung meletakan gelas yang tadi dia pegang di atas meja kaca kamarnya dan menyambar handuk berwarna biru tua di balik pintu kamar nya . hanya butuh waktu sepuluh menit buat dimas mandi dan bersiap siap keluar dari kamar menuju lantai bawah . kini mata nya dan tubuhnya sudah sangat terasa segar , rambut yang masih sedikit basah hanya di rapikan dengan sepuluh jarinya.
"sarapan nya tuan" bibik atik pun menghalangi langkah Dimas sambil menunjuk meja makan yang sudah dia siapkan sejak tadi pagi .
"tidak bik,Saya harus menjemput glend" tolakan dimas dengan secara halus, Dimas berjalan kearah garasi berniat untuk memanasi mesin mobil terdahulu barulah dia pergi dan menjemput sahabatnya itu. Sedangkan pintu pagar sudah terbuka lebar oleh pak jaki yang bertugas sebagai tukang kebun sekaligus penjaga keamanan Rumah . mesin mobil sudah panas dan dimas dengan cepat masuk kedalam mobil dan mengeluarkan mobil dari dalam garasi sekarang dimas sudah berada di jalan menuju bandara,sesekali Ia lihat arloji nya yang bermerek atas berwarna hitam.

KenanganBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin