"Dalam ribaan pagi bahagia datang,
Tersenyum bagai kencana,
Mengharum bagai cendana.
Dalam bahagia cinta tiba melayang,
Bersinar bagai matahari,
Mewarna bagaikan sari."
-Sanusi Pane-
"Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam, kok bisa jadi mendapatkan keberuntungan kayak gini ya??" Batinku, kata kata bu Sirine masih terngiang jelas di memori otakku.
*Flashback on*
"Salsabilla" Panggil bu Sirine, uuh jantungku dag dig dug, aku takut berbuat kesalahan.
"Hm, ii...iiyaa bu, a..adaa apa?" Tanyaku gugup.
"Setelah jam pelajaran ini, temui saya di perpustakaan di bagian art book"Pinta bu Sirine.
"Baik bu" jawabku, kira kira aku disuruh ngapain ya, apa aku berbuat kesalahan, atau aku mau dapat hukuman?, aduh bayangin aja sudah ngeri, mana bu Sirine terkenal kegalakannya se seantero kampus Ini.
Tik tok tik tok...
Akhirnya jam pelajaran berakhir, aku segera membereskan bukuku, langsung meluncur ke perpustakaan. Sesampai di rak art book, aku melihat bu Sirine duduk sambil membaca buku.
"Aduh, gimana nih aku harus bilang apa.." batinku, lalu bu Sirine menoleh, depp!!
"Ngapain berdiri disana, sini duduk di depan saya" perintah bu Sirine
"Iya bu" kataku menurut
"Salsa" panggil bu Sirine
"Iya bu, ada apa?" tanyaku
"Mulai minggu depan, kamu tidak perlu datang ke kampus ini untuk kuliah" kata bu Sirine, Apaa!! Aku di keluarkan dari kampus ini? Apa salahku?
"Kok begitu bu, salah saya apa?" tanyaku sambil menahan tangis.
"Kamu gak salah apa apa, hanya saja mulai minggu depan kamu tidak kuliah di kampus ini lagi, melainkan di kampus Art's designer company Paris" kata bu Sirine.
"Apa itu benar bu? "Tanyaku.
"Iya benar Salsa" katanya
*flashback off*
_____________________
Note...
Haii, salam kenal semuanyaa..
Inii novel pertama yang aku buat disini, jadii mohon maaf jika ada kesalahan kata, ceritanya gaje, atau terkesan umum, maklum masih pemulaa😄 vote and coment cerita ini yaa,, biar aku tambah semangat buatnyaa😂
YOU ARE READING
"Soulmate In The Designer City"
RomanceSeorang gadis pintar dan sederhana ini mendapat beasiswa di kota yang terkenal akan rancangan pakaiannya. Wow, tanpa di sengaja ia bertemu seorang lelaki yang sifatnya seperti musim di belahan dunia, kadang baik kadang nyebelin dan kadang jutek,, ba...
