Namaku Viona Fildza Azzahra, dirumah aku dipanggil Ona, disekolah aku dipanggil Vio. Aku seorang siswa yang sudah menggunakan seragam putih abu-abu selama 2 tahun, yap aku kelas 3 SMA.
Pagi ini aku melalukan aktivitas seperti biasa, sarapan - membantu ibu - pergi sekolah. Kali ini aku mendapat giliran mencuci baju. Terdengar sulit? Awalnya aku juga merasa begitu, tapi demi ibu aku harus melakukan ini. Ibu kerja mengurus perusahaan ayah, dirumah memang tidak ada pembantu, jadi aku tidak boleh manja dong?
Cuaca hari ini akan cerah, aku tau dari ramalan cuaca di tv saat sarapan tadi. Semoga ramalan itu benar.
Huh.. ternyata banyak juga cucian hari ini. Aku melihat ke ruang keluarga, ada kakak sulung ku sedang menonton tv. Mungkin kerjaannya sudah selesai.
"Kak, tolong aku bawa ember cucian ke halaman depan dong, aku ga kuat,"
Kakak sulung ku itu mengangguk lalu mengusap rambutku pelan. "Makanya punya badan jangan kecil-kecil," ucapnya dibarengi dengan tawa-nya yang khas. Aku hanya bisa cemberut menanggapi candaannya itu.
"Aku bantu jemur deh ya?" Ah! Beruntungnya aku mempunyai kakak laki-laki seperti dia.
Sejak ditinggal ayah dua tahun lalu, kakak sulungku itulah yang berperan menjadi kepala keluarga disini. Ia sangat perhatian dengan ibu dan aku. Ya memang sudah kewajibannya sih ya.
"Gimana sekolah, Na? Ada cowok yang deketin kamu ga?"tanya kakak ku iseng menggodaku (lagi).
Aku mendecak sebal, "apa sih kak, gaada yang mau sama cewek kayak aku,"
Pria 21 tahun itu mencubit pipiku pelan, "bohong. Terus itu yang duduk diatas motor merah, siapa?"
Aku terdiam. Astaga aku lupa!
***
Disinilah aku sekarang, Brawijaya Senior High School. Pagi ini terasa sangat mencekam, padahal ramalan berita di TV mengatakan bahwa hari ini akan cerah. Apa karna aku sedang bersama dia? entahlah. Banyak pasang mata yang melihat kearah kami, ah ralat, melihat kearah dia.
"Kamu kenapa?" Lamunan ku buyar ketika aku mendengar suara beratnya.
Aku menggeleng, "gak apa-apa."
Pria disebelah ku tersenyum, oh Tuhan, manis sekali. Ia merangkul tanganku lembut, lalu membisikan sesuatu padaku, "everythings gonna be okay. Mereka gatau tentang kita, jadi gausah peduliin mereka ya?"
Aku mengangguk, kemudian kami berjalan beriringan menuju tangga utama.
----
Hai? im come back! aku balik bukan buat ngelanjutin TMOSS. Aku buat cerita baru, yeay! Semoga cerita yg ini banyak yg minat yaaa.
Semoga FADED banyak yg sukaa. Aku sangat amat mengharapkan vote dan comment kalian buat perbaikin ceritanya. Oke, sampai jumpa di part 1!
YOU ARE READING
Faded
Teen FictionBagaimana jadinya kalau kamu balikan sama mantan kamu? Itu hal yang salah atau benar ya? Kata orang sih kalau balikan sama mantan, artinya sama aja kayak kamu baca novel berulang-ulang kali endingnya tetep sama aja. Tapi, kalau baca novel yang dibac...
